Olympic.or.id – Perjalanan naik-turun yang luar biasa dramatis dan penuh ketegangan sepanjang tahun 2026 ini ternyata tidak sedikit pun menghentikan langkah saham Microsoft untuk mencetak rekor harga tertinggi sepanjang sejarah pasar modal dunia.

Padahal, jika kita bedah lebih dalam, melesatnya harga saham raksasa teknologi ini meluncur sangat deras karena dorongan pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure yang luar biasa kencang serta ekspansi tak terbendung perusahaan di ranah kecerdasan buatan.
Berdasarkan rincian data terbaru dari Yahoo Finance, para pelaku pasar saham menyaksikan harga saham Microsoft resmi ditutup pada level tertinggi 543,45 dollar AS atau setara Rp 9,7 juta untuk per lembar sahamnya pada perdagangan Selasa (13/10/2026) waktu Amerika Serikat.
Pencapaian angka penutupan yang sangat fantastis ini otomatis menjadi rekor penutupan tertinggi baru bagi Microsoft, sekaligus sukses menumbangkan rekor lama perusahaan yang pernah menyentuh level 542 dollar AS pada bulan Oktober tahun lalu.
Bangkit dari Terpuruk: Momen Pemulihan Paling Spektakuler di Pasar Modal
Selain dari pada itu, lonjakan drastis ini menandai momen pemulihan yang amat mengagumkan setelah harga saham Microsoft sempat hancur dan terperosok hingga ke level 352,83 dollar AS pada perdagangan 25 Juni 2026, di mana posisi tersebut menjadi titik terendah perusahaan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun.
Oleh sebab itu, jika kita menghitung secara cermat dari titik terpuruk tersebut hingga menyentuh rekor penutupan terbarunya pada bulan Oktober ini, harga saham sang pengembang sistem operasi Windows ini terbukti sudah melonjak dahsyat hingga 54 persen.
Selanjutnya, performa saham yang terus merambat naik dan menghijau tebal selama beberapa bulan belakangan ini secara langsung ikut menggelembungkan nilai kapitalisasi pasar dari perusahaan teknologi raksasa yang didirikan oleh Bill Gates tersebut.
Bahkan yang lebih mencengangkan lagi, dalam kurun waktu yang tergolong amat singkat yaitu kurang dari empat bulan saja, total kapitalisasi pasar Microsoft dilaporkan berhasil bertambah hingga 1,4 triliun dollar AS, atau kalau kita konversikan nilainya setara dengan angka fantastis sebesar Rp 25.158 triliun.
Lalu, puncak dari drama kenaikan saham ini terjadi tatkala pergerakan harga sahamnya menyentuh level 543 dollar AS, yang mana pada momen krusial tersebut kapitalisasi pasar Microsoft sempat mencetak rekor bersejarah menembus angka 4 triliun dollar AS atau setara Rp 71.880 triliun.
Namun demikian, ketika berita gokil ini sedang kita tulis pada Kamis (15/10/2026), pergerakan saham Microsoft terpantau sedikit melandai dan diperdagangkan pada kisaran angka 533 dollar AS dengan nilai kapitalisasi pasar yang bertengger di level 3,962 triliun dollar AS berdasarkan data Companies Market Cap.
Oleh karena itu, angka raksasa ini secara kokoh menempatkan posisi Microsoft sebagai perusahaan paling bernilai nomor empat di seluruh dunia, yang mana posisi megah ini tepat berada di belakang Nvidia, Apple, serta Alphabet sebagai induk dari Google.
Sempat Menguap Rp 6.415 Triliun, Keraguan Investor Membawa Drama di Awal Tahun
Meskipun demikian, fenomena lonjakan spektakuler saham Microsoft ini sebenarnya bakal terasa jauh lebih menarik dan membikin penasaran jika kamu sudi menengok kembali pergerakan saham mereka yang sempat terseok-seok pada awal tahun 2026 lalu.
Pasalnya, pada bulan Januari 2026 yang silam, publik dibuat terperangah ketika Microsoft harus merelakan nilai kapitalisasi pasarnya amblas sebesar 357 miliar dollar AS atau setara Rp 6.415 triliun yang menguap begitu saja hanya dalam tempo satu hari perdagangan.
Peristiwa penurunan nilai perusahaan yang sangat masif tersebut langsung tercatat sebagai momen kerugian terbesar sepanjang sejarah berdirinya Microsoft, karena pada saat itu para investor merasa sangat panik memikirkan tingginya biaya investasi AI serta besarnya ketergantungan perusahaan terhadap OpenAI.
Bahkan situasi buruk tersebut terus berlanjut hingga memasuki periode pertengahan tahun, di mana saham Microsoft sempat menyandang predikat sebagai saham dengan kinerja paling hancur dan terbelakang di antara tujuh raksasa teknologi dunia yang kondang dengan sebutan Magnificent Seven.
Rahasia Super Terbongkar: Bisnis Cloud Azure dan AI Jadi Penyelamat Utama
Akan tetapi, takdir bisnis Microsoft mulai berbalik secara mendadak pada akhir Juli 2026, yaitu ketika pihak manajemen Microsoft merilis laporan resmi mengenai pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure yang melonjak drastis hingga 43 persen sekaligus menorehkan pendapatan tahunan fantastis melebihi 100 miliar dollar AS.
Berkat kabar super segar dari laporan finansial tersebut, pasar modal langsung merespons dengan antusiasme tinggi hingga sukses mendorong harga saham Microsoft meroket tajam sampai 15,5 persen hanya dalam kurun waktu satu hari perdagangan berikutnya.
Setelah lompatan besar tersebut, pergerakan saham Microsoft cenderung terus melanjutkan tren penguatan yang konsisten, seiring dengan aksi gencar perusahaan dalam meluncurkan aplikasi AI Copilot versi terbaru, mempercanggih integrasi fitur kecerdasan buatan pada Windows, serta memproduksi chip AI mandiri.
Di samping itu, kenaikan konsisten saham Microsoft ini juga mendapat angin segar dari tren penguatan pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan yang sedang terdorong deras oleh euforia saham-saham berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Oleh sebab itu, untuk menyongsong masa depan, para investor dan pengamat saham global kini akan terus mencermati sejauh mana kemampuan Microsoft dalam mempertahankan ritme pertumbuhan bisnis cloud dan AI, sekaligus mengukur dampak nyata dari kucuran investasi besar terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Maka dari itu, pihak Microsoft sendiri sudah menetapkan agenda penting untuk mengumumkan secara resmi laporan keuangan kuartalan terbaru mereka pada tanggal 28 Oktober 2026 mendatang sebagaimana terhimpun dari Geek Wire.
Pada akhirnya, isi dari laporan keuangan tersebut bakal menjadi kuncian paling krusial dan penentu utama bagi para investor untuk membuktikan apakah dominasi bisnis Azure dan inovasi AI ini benar-benar mampu terus mengawal kejayaan kinerja perusahaan serta melambungkan harga saham Microsoft lebih tinggi lagi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








