Olympic.or.id – Kabar mengejutkan datang dari produsen gadget asal London, Nothing. Perusahaan yang dikenal dengan desain transparan khasnya ini dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah karyawan. Langkah drastis ini ternyata menjadi bagian dari strategi restrukturisasi internal yang tengah mereka jalani.
Namun, jangan buru-buru percaya dengan isu miring yang beredar. Nothing dengan tegas membantah spekulasi yang menyebut mereka akan menghentikan operasional di lebih dari 12 negara. Isu panas ini pertama kali mencuat setelah laporan media Digit mengklaim bahwa Nothing berencana mundur dari berbagai pasar global.
Bahkan, laporan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan akan memangkas sekitar 40 persen tenaga kerja dan mengurangi tim riset dan pengembangan di China dan London. Tentu saja, kabar ini langsung menghebohkan jagat teknologi.
Nothing Angkat Bicara: Itu Hoaks!
Menanggapi laporan yang cukup mengkhawatirkan tersebut, Co-founder Nothing, Akis Evangelidis, akhirnya buka suara. Dengan tegas ia menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar alias keliru.
Meskipun demikian, Evangelidis mengonfirmasi bahwa perusahaannya memang sedang melakukan reorganisasi. Proses ini memang mencakup PHK terhadap sejumlah karyawan. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil tanpa pertimbangan matang.
“Keputusan yang berdampak pada mata pencaharian orang lain tidak pernah diambil dengan mudah,” ujar Evangelidis dengan nada serius. Pernyataan ini menunjukkan bahwa langkah restrukturisasi bukanlah sesuatu yang mereka lakukan secara gegabah.
Fokus Baru: Divisi AI Dibentuk!
Yang membuat langkah restrukturisasi ini semakin menarik adalah alasan di baliknya. Ternyata, Nothing ingin mempersiapkan diri untuk fase pertumbuhan berikutnya. Salah satu caranya adalah dengan membentuk unit bisnis baru yang akan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau AI.
Langkah ini jelas menunjukkan bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi pemain biasa di industri smartphone. Mereka berambisi untuk terjun ke teknologi masa depan yang kini sedang naik daun. Artificial intelligence menjadi fokus utama yang mereka incar.
Meski sudah membantah isu hengkang dari sejumlah negara, Nothing tetap enggan memberikan rincian detail. Perusahaan tidak menyebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang terkena PHK. Mereka juga tidak menjelaskan secara gamblang cakupan reorganisasi yang sedang berlangsung.
Penjualan Phone (4b): Mana yang Benar?
Selain isu PHK, laporan Digit juga menyoroti penjualan ponsel terbaru mereka, Nothing Phone (4b). Media tersebut mengklaim bahwa perangkat ini hanya terjual sekitar 20.000 unit secara global sejak diluncurkan pada 7 Juli 2026.
Angka ini tentu terbilang sangat kecil untuk sebuah produk smartphone global. Bayangkan, hanya 20 ribu unit yang berhasil dijual di seluruh dunia. Tentu ini menjadi kabar buruk bagi perusahaan yang sedang berjuang di pasar yang kompetitif.
Namun, Evangelidis langsung membantah klaim tersebut. Ia mengatakan bahwa Phone (4b) telah mencatat penjualan 29.537 unit hanya pada hari pertama peluncurannya. Artinya, dalam satu hari saja, mereka sudah menjual lebih banyak dari yang diklaim Digit.
Menariknya, kedua angka tersebut tidak sepenuhnya saling bertentangan. Kemungkinan besar, keduanya menggunakan metode perhitungan yang berbeda. Digit menghitung total pengiriman sejak peluncuran perdana. Sementara Evangelidis mengacu pada penjualan di hari pertama.
Jika melihat data yang ada, penjualan hari pertama yang mencapai hampir 30 ribu unit adalah pencapaian yang cukup solid. Angka tersebut menunjukkan bahwa antusiasme konsumen terhadap produk Nothing masih cukup tinggi.
Produk Lainnya Masih Laris Manis
Di sisi lain, Nothing Phone (4a) dan Phone (4a) Pro mencatatkan performa yang lebih menggembirakan. Kedua model ini disebut telah membukukan total pengiriman sekitar 150.000 unit secara global.
Jumlah ini menunjukkan bahwa lini produk utama Nothing masih memiliki daya tarik yang kuat di pasar. Meskipun ada isu PHK dan restrukturisasi, produk-produk mereka masih laris manis diburu konsumen.
Tekanan Biaya Komponen Mengancam
Nothing ternyata juga menghadapi tantangan berat akibat kenaikan harga komponen. Tekanan ini terutama berasal dari melonjaknya harga memori RAM dan penyimpanan internal.
Dampaknya terasa hingga ke lini submerek mereka, yaitu CMF. Perusahaan telah memastikan bahwa CMF tidak akan meluncurkan smartphone baru sepanjang tahun 2026.
Model CMF Phone 3 Pro yang sempat direncanakan akhirnya dibatalkan. Penyebabnya cukup klasik, yaitu biaya produksi yang meningkat drastis. Laporan menyebut bahwa harga memori telah naik hampir empat kali lipat sejak September 2025.
Kenaikan biaya komponen ini memaksa produsen smartphone untuk mengevaluasi kembali strategi bisnis mereka. Nothing pun tidak luput dari tekanan tersebut.
Kabar Baik dari India
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Nothing masih mencatat hasil positif di salah satu pasar terbesarnya. India menjadi titik terang di tengah badai restrukturisasi yang mereka alami.
Berdasarkan data dari Counterpoint Research, Nothing menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di India pada kuartal II-2026. Mereka mencatat kenaikan tahunan atau year-on-year (YoY) sebesar 105 persen.
Pertumbuhan fantastis ini didorong oleh penjualan seri Phone (4a) yang cukup sukses di pasar India. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada isu PHK dan restrukturisasi, Nothing masih memiliki basis konsumen yang kuat di beberapa negara.
Tantangan terbesar Nothing saat ini adalah menjaga momentum positif tersebut. Dengan adanya fokus baru pada divisi AI, banyak yang penasaran akan seperti apa langkah selanjutnya dari perusahaan asal London ini.
Apa yang akan dilakukan Nothing dengan divisi AI mereka? Akankah kita melihat smartphone dengan kecerdasan buatan canggih dalam waktu dekat? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Namun yang jelas, langkah restrukturisasi ini menunjukkan bahwa Nothing sedang mempersiapkan diri untuk fase pertumbuhan berikutnya. Fokus pada AI dan efisiensi biaya menjadi kunci utama mereka ke depan.
Para penggemar Nothing pun tentu berharap bahwa langkah ini akan membawa angin segar bagi perusahaan. Meskipun PHK adalah kabar pahit, semoga restrukturisasi ini dapat membawa Nothing ke level yang lebih tinggi lagi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










