Olympic.or.id – Ferrari baru saja meluncurkan mobil listrik perdananya bernama Ferrari Luce, tapi alih-alih mendapat pujian, pabrikan asal Italia ini justru kebanjiran kritik pedas. Bukan cuma karena statusnya sebagai EV pertama Ferrari, melainkan juga karena sosok di balik desainnya: mantan kepala desain Apple, Jony Ive—orang yang dulu mendesain iPhone, iMac, dan iPad!

Siapa Dalang di Balik Desain Kontroversial Ini?
Tim kreatif LoveFrom milik Jony Ive dan Marc Newson-lah yang menggarap desain Ferrari Luce. Padahal, firma desain ini lebih dikenal publik lewat produk-produk Apple yang minimalis dan mulus, seperti iPhone yang ikonik itu. Akibatnya, ketika Ferrari memperkenalkan Luce pekan lalu sebagai mobil listrik pertamanya, internet langsung terbelah jadi dua kubu: pro dan kontra.
Penggemar Ferrari Berteriak: “Ini Bukan Ferrari!”
Para penggemar setia Ferrari menilai desain Luce sudah terlalu jauh meninggalkan jati diri klasik Ferrari. Mobil sport agresif dengan jantung bensin yang mengaum—itulah identitas yang mereka rindukan. Namun, Luce menghadirkan sesuatu yang sangat berbeda.
Di media sosial, netizen dengan brutal membandingkan Ferrari Luce dengan vacuum cleaner, sandal karet, bahkan mobil Fiat Multipla yang dulu terkenal kontroversial karena bentuknya yang aneh. Bayangkan, sebuah Ferrari disamakan dengan alat penghisap debu! Sungguh sebuah pukulan telak bagi pabrikan berlogo kuda jingkrak itu.
Mantan CEO Ferrari Ikut Angkat Bicara
Kritik tidak hanya datang dari penggemar biasa. Mantan CEO Ferrari, Luca di Montezemolo, ikut buka suara. Menurutnya, mobil ini berisiko “menghancurkan legenda” Ferrari. Montezemolo menilai desain Luce terlalu menyimpang dari DNA merek asal Maranello tersebut. Sebuah pernyataan keras yang tentu membuat manajemen Ferrari saat ini bergidik.
Bukan Cuma Desain, Konsep Mobilnya Juga Beda Total
Ferrari Luce hadir dengan konsep yang benar-benar baru bagi Ferrari. Mobil listrik ini memiliki empat pintu dan kapasitas lima penumpang. Wah, ini jelas bukan coupe dua pintu yang selama ini menjadi ciri khas Ferrari klasik. Ferrari sepertinya ingin meninggalkan pakem lama dan mencoba sesuatu yang radikal.
Dari segi desain, Luce mengusung pendekatan minimalis yang sangat kental dengan gaya produk Apple. Begitu Anda membuka pintunya, Anda akan disambut interior berbahan aluminium CNC, layar digital besar yang mendominasi dashboard, serta kombinasi tombol fisik dan antarmuka sentuh. Ferrari mengklaim filosofi desain Apple menginspirasi seluruh tata letak interior mobil ini. Mirip iPhone? Bisa dibilang begitu.
Ferrari Tetap Pede: “Ini Produk Pernyataan!”
Meski badai kritik menerpa, Ferrari tidak tinggal diam. Pabrikan asal Italia ini menyatakan bahwa Luce memang sengaja dirancang sebagai simbol era baru Ferrari di dunia kendaraan listrik. Mereka berargumen bahwa platform EV memungkinkan desain yang lebih luas, nyaman, dan futuristis dibandingkan mobil sport tradisional. Jadi, jangan harap Ferrari akan kembali ke desain lama setelah ini.
Dikutip dari Reuters, Ferrari menganggap Luce sebagai “statement product”—sebuah produk pernyataan untuk memperkenalkan arah baru perusahaan di era elektrifikasi. Dengan kata lain, Ferrari ingin menunjukkan bahwa mereka tidak takut mengambil risiko, meskipun risiko itu berarti ditinggalkan sebagian penggemar lamanya.
Pasar Bereaksi: Saham Ferrari Anjlok 8 Persen
Meskipun Ferrari terlihat percaya diri, pasar tampaknya masih ragu. Setelah peluncuran Ferrari Luce, harga saham Ferrari langsung ambles sekitar 8 persen. Investor khawatir mobil kontroversial ini tidak akan diterima dengan baik oleh para penggemar loyal Ferrari yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mereka.
Pertanyaannya sekarang: apakah pasar akan merespons positif ketika mobil ini benar-benar meluncur ke jalanan? Atau justru para kolektor Ferrari bakal memboikotnya? Semua mata tertuju pada konsumen.
Kapan Ferrari Luce Mulai Diproduksi?
Ferrari Luce dijadwalkan mulai diproduksi pada tahun 2026. Mobil ini menjadi bagian penting dari strategi elektrifikasi Ferrari di masa mendatang. Artinya, Ferrari tidak main-main dengan transformasi ini. Mereka serius ingin beralih ke era listrik, meskipun konsekuensinya harus menerima hujatan dari penggemar sendiri.
Jadi, apakah Ferrari Luce akan menjadi awal dari kehancuran legenda atau justru kelahiran era baru yang lebih cemerlang? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, satu hal pasti: Jony Ive, desainer iPhone yang dulu mengubah cara kita memegang ponsel, kini ikut mengubah cara kita melihat Ferrari. Dan hasilnya? Masih jadi perdebatan sengit di mana-mana.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










