Olympic.or.id – Hayo, siapa di sini yang masih sering mengeluh soal sinyal 5G yang suka lemot? Bersiaplah, karena Samsung diam-diam sudah mempersiapkan penerusnya yang jauh lebih gahar. Selain jago bikin ponsel pintar, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga ternyata serius banget menggarap perangkat jaringan masa depan.
Nah, baru-baru ini, mereka bikin heboh dunia maya dengan mengumumkan hasil terbaru dari pengujian teknologi jaringan generasi keenam alias 6G. Bayangin, kecepatannya bikin kita yang sekarang pakai 5G cuma bisa melongo. Pengujian ini nggak dilakukan sendirian, lho. Samsung menggandeng dua raksasa lainnya: KT Corporation, salah satu operator telekomunikasi terbesar di negeri Ginseng, dan juga Keysight Technologies, perusahaan teknologi pengukuran elektronik.
Yang bikin uji coba ini spesial, mereka nggak cuma diam di laboratorium yang adem. Uji coba ini digelar di luar ruangan (outdoor trial), tepatnya di kampus riset dan pengembangan (R&D) milik Samsung di Seoul, Korea Selatan. Kerennya, mereka sengaja keluar ruangan biar hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi asli saat kita gunakan nanti.
Dalam pengujian yang penuh tantangan ini, Samsung dan KT menguji coba teknologi canggih bernama eXtreme multiple-input multiple-output (X-MIMO) di pita frekuensi 7 GHz. Teknologi X-MIMO ini mereka tanamkan pada prototipe base station 6G yang super canggih, dibekali dengan 256 port antena digital. Jumlah antena yang luar biasa banyak, kan?
Hasilnya? Benar-benar mencengangkan! Samsung, KT Corporation, dan KT Technologies mengumumkan bahwa pengujian tersebut sukses mencapai kecepatan unduh (downlink) puncak hingga 3 Gbps hanya untuk satu perangkat uji saja. Coba bandingkan dengan kecepatan 5G yang kita rasakan sehari-hari. Angka 3 Gbps itu terdengar seperti dari planet lain.
Sebab, dalam penggunaan harian, masih banyak dari kita yang susah payah mencari sinyal 5G dengan kecepatan stabil mendekati 1 Gbps. Seringkali malah balik lagi ke 4G karena sinyal 5G hilang timbul. Makanya, capaian 3 Gbps ini benar-benar menarik perhatian para pegiat teknologi.
Yang bikin uji coba ini semakin bernilai, pendekatan yang mereka pakai hampir mirip dengan simulasi “real-life” atau penggunaan kita sehari-hari. Berbeda dengan uji coba 6G lain yang biasanya berbasis di laboratorium dengan kondisi terkontrol, pengujian teknologi X-MIMO kali ini sengaja mereka lakukan di ruangan outdoor.
Tujuannya jelas, untuk mensimulasikan kondisi penggunaan di dunia nyata yang penuh dengan gangguan, seperti gedung tinggi, pepohonan, atau bahkan cuaca. Dalam proses pengujiannya, tim peneliti dengan lincah melakukan streaming delapan aliran data secara bersamaan dari stasiun pemancar (base station) ke perangkat pengguna. Ini semua bisa terwujud berkat keahlian KT Corporation yang jago dalam mereplikasi kondisi jaringan luar ruangan, sehingga hasil uji coba ini dinilai sangat mendekati situasi saat kita main game online atau nonton video 8K nanti.
Antara Banyak dan Ringkas: Antena Lebih Padat, Ukuran Tetap Sama
Mungkin kamu bertanya, gimana caranya mereka bisa mencapai kecepatan segitu? Samsung dengan bangga menjelaskan, pencapaian ini diraih berkat sistem antena berkerapatan sangat tinggi. Sistem anyar ini mengusung jumlah elemen antena hingga empat kali lebih banyak dibandingkan base station 5G pada umumnya. Wah, kalau ditambah empat kali lipat, pasti ukurannya jadi sebesar lemari, dong?
Justru di sinilah letak kecanggihannya. Samsung menjamin, penambahan jumlah antena yang signifikan ini sama sekali tidak berdampak pada ukuran fisik perangkat jaringan. Dimensinya diklaim tetap ringkas dan relatif sama seperti generasi sebelumnya. Jadi, kita nggak perlu khawatir bakal ada tower raksasa baru yang jelek di lingkungan rumah.
Dalam praktiknya, kepadatan antena yang tinggi ini memungkinkan base station untuk mengirimkan beberapa aliran data secara bersamaan ke banyak perangkat tanpa saling mengganggu. Nah, pada pengujian yang dilakukan Samsung, sistem 256-port tadi mereka gunakan untuk mengirim delapan aliran data paralel. Hasilnya, throughput atau kecepatan transfer data pun melonjak drastis, dan yang paling penting, semua ini terjadi tanpa mengorbankan jangkauan sinyal.
Pita Frekuensi 7 GHz
Lalu, kenapa mereka memilih pita frekuensi 7 GHz? Ternyata, ini bukan pilihan sembarangan. Pita frekuensi 7 GHz saat ini sedang dipertimbangkan sebagai kandidat utama untuk jaringan 6G di masa depan. Alasannya simpel: pita ini menawarkan bandwidth yang jauh lebih besar daripada frekuensi 5G *sub-6 GHz* yang biasa kita pakai sekarang, misalnya di pita 3,5 GHz.
Namun, kelebihannya tidak berhenti di situ. Pita 7 GHz juga diklaim memiliki kemampuan jangkauan yang lebih baik daripada gelombang milimeter atau mmWave. Kalau kamu ingat, mmWave memang sangat cepat, tapi gampang banget terhalang tembok atau bahkan daun. Dengan pita 7 GHz, seolah-olah mereka menemukan titik manis antara kecepatan ekstrem mmWave dan jangkauan luas *sub-6 GHz*. Frekuensi ini dinilai mampu menyeimbangkan kapasitas besar dan cakupan jaringan yang luas, sebuah kombinasi yang selama ini diidam-idamkan.
Namun, 6G Masih Jalan Panjang
Meski hasil uji coba ini sangat menjanjikan dan bikin kita tidak sabar, kita harus sedikit bersabar. Pasalnya, standar teknologi 6G itu sendiri hingga kini belum ditetapkan secara final oleh badan-badan internasional. Proses penyusunan standar global, termasuk oleh organisasi seperti 3GPP, diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan. Jadi, jangan harap kita bisa pakai 6G tahun depan atau lusa.
Upaya pengembangan jaringan 6G ini memang masih memerlukan waktu panjang sebelum benar-benar siap digunakan secara komersial oleh publik luas. Samsung sendiri menyadari hal ini. Mereka menganggap pencapaian ini sebagai sebuah langkah penting dan fundamental menuju pengembangan jaringan seluler generasi berikutnya.
Dengan hasil uji coba yang fantastis ini, Samsung ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bukan sekadar perusahaan ponsel. Mereka adalah salah satu pemain kunci yang aktif mendorong riset dan pengembangan teknologi jaringan 6G. Mereka ingin memastikan posisinya sebagai pemimpin teknologi, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, termasuk GSMArena. Jadi, meskipun masih panjang jalannya, pijakan pertama menuju masa depan 6G yang super cepat sudah mulai terlihat kokoh.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










