Olympic.or.id – Dalam sebuah langkah dramatis yang mengejutkan industri elektronik global, Samsung resmi menarik diri dari pasar televisi dan peralatan rumah tangga di China. Keputusan berani ini langsung dikonfirmasi langsung oleh raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut melalui kanal resmi mereka, yakni situs web Samsung China.

Seiring dengan keputusan monumental ini, Samsung akan menghentikan total penjualan berbagai produk andalannya di Negeri Tirai Bambu. Mulai hari ini, konsumen China tidak akan lagi menemukan televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, mesin pengering, AC, vacuum cleaner, hingga air purifier bermerek Samsung di etalae-etalase toko. Tidak hanya itu, perusahaan juga memastikan diri untuk tidak meluncurkan satu pun produk baru di segmen ini ke depannya. Namun demikian, ada kabar lega bagi para pelanggan setia: dukungan layanan purna jual tetap akan tersedia khusus bagi mereka yang sebelumnya sudah memiliki produk Samsung di rumah.
Baca Juga: Mulai dari Zenbook S14 hingga Vivobook 14 Flip OLED, ASUS Resmi Bawa Laptop AI ke Pasar Indonesia
Lantas, apa yang memicu “pamitnya” dari pasar raksasa Asia ini? Jawabannya singkat: persaingan yang semakin sengit dan panas. Merek-merek lokal China seperti Haier, Midea, Hisense, dan TCL kini menjelma menjadi monster kompetitif. Mereka tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas produk secara signifikan, tetapi juga mempertahankan patokan harga yang sangat agresif. Struktur biaya Samsung terbukti tidak mampu mengimbangi tekanan harga dari para pesaing lokal tersebut. Akibatnya, pun harus rela mundur.
Selain faktor ekonomi, sentimen lokal juga memainkan peran besar. Dalam beberapa dekade terakhir, loyalitas konsumen China terhadap merek domestik terus menguat dengan pesat. Fenomena ini semakin nyata pasca berbagai konflik geopolitik yang melibatkan negara mereka, yang secara alami mendorong semangat mencintai produk dalam negeri. Jadi, meskipun Samsung adalah pemain global, mereka tetap tidak bisa melawan gelombang nasionalisme konsumen China.
Baca Juga: Bukan Ponsel, Xiaomi Kini Luncurkan Es Krim dengan Nama Varian Khas HP
Namun, jangan buru-buru menganggap Samsung gulung tikar di China. Perusahaan dengan tegas menegaskan bahwa dua lini bisnis utamanya—smartphone dan semikonduktor—masih berjalan seperti biasa. Bahkan, operasi manufaktur Samsung di China juga masih terus berdenyut kencang. Pabrik-pabrik mereka tetap berproduksi, tetapi kini fokus memproduksi perangkat yang langsung diekspor ke luar negeri, bukan untuk konsumsi domestik China.
Sektor Semikonduktor Samsung Melejit Drastis!
Di tengah kabar mundurnya dari bisnis rumah tangga, ada secercah kabar gembira dari lini semikonduktor. mereka memastikan bisnis ponselnya di China tetap berjalan. Akan tetapi, jalan yang mereka tempuh masih sangat terjal dan berbatu. Pangsa pasar ponsel Samsung saat ini hanya tersisa di bawah satu persen—sebuah angka yang dramatis. Sebagai perbandingan, angka tersebut merosot tajam dari puncak kejayaannya yang mencapai 20 persen pada awal tahun 2010-an.
Menurut laporan yang dilansir dari GizChina, ada beberapa biang kerok di balik kemerosotan ini. Pertama, comeback-nya Huawei yang begitu agresif. Kedua, persaingan super ketat dengan merek lokal lainnya seperti Xiaomi, Oppo, hingga Vivo. Keempat raksasa ini seolah menguasai setiap celah pasar, membuat Samsung kesulitan menemukan segmen yang layak dan menguntungkan bagi konsumen setempat.
Baca Juga: Universal Quantum Switch dari Cisco: Langkah Awal Menuju Internet Kuantum Skala Besar
Berbanding terbalik 180 derajat dengan bisnis ponsel, sektor semikonduktor justru melejit bak roket. Bisnis ini tumbuh signifikan berkat ledakan permintaan kecerdasan buatan (AI) yang sedang melanda dunia. Data keuangan terkini menunjukkan pendapatan bisnis semikonduktor Samsung di China tumbuh fantastis hingga 61 persen pada kuartal I-2026. Laba operasionalnya pun mencetak rekor sebesar 57,23 triliun won, didorong terutama oleh penjualan chip memori untuk aplikasi AI.
Terakhir, Samsung juga memastikan bahwa bisnis peralatan medis mereka di China tidak terkena imbas restrukturisasi ini. Divisi tersebut masih berjalan normal seperti sebelumnya, demikian dihimpun dari laporan Korea Times. Jadi, meskipun TV dan kulkas Samsung menghilang dari rumah-rumah warga China, chip dan alat kesehatan besutan mereka justru semakin dalam menancapkan pengaruh.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










