Oleh Tim Olympic.or.id 13 September 2025 — Hai, sobat gadget! Kalau kamu lagi nyari smartphone flagship tapi nggak mau kantong jebol, Samsung baru aja ngerilis Galaxy S25 FE yang bikin mata melek. Ini edisi Fan Edition tahun 2025, yang katanya lebih deket lagi sama seri S premium, tapi harganya lebih ramah di dompet. Dari review GSMArena yang baru keluar tanggal 11 September kemarin, ponsel ini kayak adiknya Galaxy S25+ yang lebih santai tapi tetep powerful. Yuk, kita bedah bareng-bareng apa aja yang bikin S25 FE ini layak jadi pilihan utama buat kamu yang suka main game, foto-foto, atau sekadar scroll sosmed seharian.

Bayangin aja, Samsung lagi-lagi ngasih alternatif murah buat yang pengen rasain pengalaman flagship tanpa harus jual ginjal. Tahun lalu, S24 FE udah oke banget, tapi S25 FE ini naik level lagi. Chipsetnya sekarang pakai Exynos 2400 full version, bukan yang e-series yang dipangkas. Baterainya lebih gede dikit jadi 4900mAh, chargingnya naik ke 45W yang super cepat – bisa ngecas 65% cuma dalam 30 menit! Plus, kamera depannya upgrade ke 12MP, dan frame-nya pakai armor aluminum yang lebih tangguh. Pokoknya, ini kayak Galaxy S25+ versi lite, tapi tetep premium.

Nah, mari kita lihat spek lengkapnya. Bodinya tipis banget, cuma 7.4mm tebalnya, berat 190 gram, dengan dimensi 161.3×76.6×7.4mm. Depan-belakang dilindungi Gorilla Glass Victus+, frame aluminum yang tahan banting, dan rating IP68 – artinya bisa diajak nyebur air sampe 1.5 meter selama 30 menit tanpa masalah. Cocok buat kamu yang suka olahraga outdoor atau lagi hujan-hujanan sambil ngevlog.
Layarnya? Wah, ini yang bikin jatuh cinta. 6.7 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz, support HDR10+, dan brightness maksimal 1900 nits. Resolusinya 1080×2340 piksel, aspect ratio 19.5:9, dan PPI 385 – gambarnya tajam, warna vibrant, cocok buat nonton Netflix atau main PUBG tanpa lag. Oh ya, ada perdebatan nih soal LTPO-nya. Di situs resmi Samsung katanya non-LTPO, tapi GSMArena bilang ini LTPO berdasarkan testing mereka. Yang pasti, layar ini hemat baterai banget karena bisa ngatur refresh rate otomatis.

Di dapur pacu, Exynos 2400 (4nm) dengan 10-core CPU: satu core Cortex-X4 di 3.2GHz buat tugas berat, ditambah cluster A720 dan A520 buat multitasking. GPU-nya Xclipse 940, siap handle game berat seperti Genshin Impact atau Asphalt. Memori? Mulai dari 128GB/8GB RAM sampe 512GB/8GB RAM – cukup buat nyimpen foto, video, atau app sebanyak-banyaknya. OS-nya Android 16 dengan One UI 8, dan Samsung janjiin update sampe 7 tahun major upgrade. Mantap, kan? Nggak perlu ganti HP tiap tahun.
Kamera belakangnya triple setup: main 50MP f/1.8 dengan OIS dan dual pixel PDAF – foto malam hari tetep jernih. Telephoto 8MP dengan 3x optical zoom, dan ultrawide 12MP 123 derajat. Video? Bisa rekam 8K@30fps atau 4K@120fps dengan gyro-EIS – stabil banget, cocok buat konten creator. Kamera depan 12MP, rekam 4K@60fps juga. Bayangin bikin vlog olahraga atau review produk dengan kualitas pro.
Baterai 4900mAh ini lebih besar dari sebelumnya, support 45W wired charging (PD dan QC2), 25W wireless, dan reverse wireless – bisa ngecas smartwatch atau earbuds kamu. Tapi, ada catatan dari GSMArena: call time-nya cuma 24 jam, turun dari S24 FE yang 37 jam. Mungkin karena chipset baru atau optimalisasi, tapi buat pemakaian sehari-hari tetep awet kok.
Konektivitas lengkap: 5G, eSIM, Wi-Fi, Bluetooth 5.4, NFC. Ada fingerprint under display, stereo speakers, Samsung DeX buat konek ke monitor, dan Circle to Search – fitur AI yang bikin cari info lebih mudah. Pokoknya, ini ponsel yang siap nemenin aktivitas sehari-hari, dari kerja sampe olahraga.
Sekarang, unboxing-nya. Kotaknya standar Samsung: dokumen, kabel USB-C to USB-C. Charger? Nggak ada, sob! Kalau mau maksimal 45W, beli adapter Samsung resmi yang support PD PPS. Third-party bisa, tapi cek dulu kompatibilitasnya. Simpel, tapi ramah lingkungan katanya.
Bandingin sama S25+? Hampir mirip: layar sama, kamera hardware mirip, baterai dan charging sama. Tapi S25+ punya prosesor lebih kenceng dan kamera yang katanya lebih bagus di paper. Buat yang budget terbatas, S25 FE ini pilihan tepat. Tapi, jangan lupa cek kompetitor lain kayak dari Google atau OnePlus di harga sama, kalau kamu nggak fanboy Samsung.
Dari komentar pembaca di GSMArena, ada yang bilang harganya tergantung region – di tempatmu mungkin lebih murah. Ada juga yang puji One UI sebagai yang terbaik di Android, “much much better than anything else”. Tapi ada pertanyaan soal LTPO dan call time yang rendah. HelpPlease bilang, “Can someone say if it’s LTPO or not?” Nah, GSMArena konfirmasi LTPO dari testing mereka.
kunjungi juga laman berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id
Secara keseluruhan, Galaxy S25 FE ini kayak atlet olimpiade yang hemat energi tapi tetep juara. Desain signature Samsung, performa solid, dan fitur flagship tanpa harga selangit. Kalau kamu lagi cari HP baru buat nemenin latihan gym, jogging sambil denger podcast, atau sekadar foto momen olahraga, ini bisa jadi pilihan. Harganya? Cek di toko resmi, tapi biasanya FE series start dari Rp 8-10 jutaan di Indonesia. Worth it? Banget! Kalau penasaran lebih lanjut, langsung cek review lengkap di GSMArena.








