Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Strategi Hukum Taylor Swift Menghadapi Era AI, Suara dan Foto Ikonik Resmi Jadi Merek Dagang

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
May 1, 2026
in Berita
0
Hadir untuk Rayakan 20 Tahun Leica Ginza, M-A Hammertone Dibekali Cat Tekstur Khas
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Baru-baru ini, penyanyi dan penulis lagu yang sudah kebanjuran piala Grammy, Taylor Swift, mengambil langkah hukum yang bikin nganga. Ia nekat mematenkan suaranya sendiri, bahkan termasuk tampilan visual ikonik dirinya. Wah, berani banget, kan?

Nah, langkah berani ini diajukan melalui perusahaannya, TAS Rights Management, ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (US Patent and Trademark Office) tepat pada 24 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah maraknya konten AI yang seenaknya meniru suara dan wajah seseorang, terutama musisi beken kayak Taylor Swift.

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Table of Contents

Toggle
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI
  • Bukan Iseng, Ini Alasannya
  • Strategi “Trademark Yourself” yang Mulai Dilirik
  • Belum Diuji, Tapi Punya Kekuatan Hukum Besar

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

September 18, 2026

Bukan Iseng, Ini Alasannya

Dalam pengajuan yang bikin heboh itu, Taylor ingin melindungi tiga elemen utama. Pertama, suaranya saat mengucapkan “Hey, it’s Taylor Swift”. Kedua, suara “Hey, it’s Taylor”. Dua kalimat pendek ini populer banget dari klik promosi albumnya The Life of a Showgirl di Spotify dan Amazon Music pada Oktober 2025 lalu. Lalu elemen ketiga berupa visual, yaitu foto ikonik Swift sedang memegang gitar pink dengan outfit bling-bling di atas panggung. Foto ini diambil pas era album “Lover” di konser Eras Tour yang megah itu.

Jujur, sekilas ini terdengar nggak biasa banget, kan? Selama ini, hak merek biasanya cuma dipakai buat melindungi logo atau nama brand, bukan identitas pribadi kayak suara atau wajah. Tapi, di era AI gila-gilaan ini, batasan itu mulai tergeser. Teknologi sekarang memungkinkan siapa saja bikin tiruan suara atau wajah yang nyaris identik dengan aslinya. Parahnya, dalam beberapa kasus, kamu sendiri bakal kesulitan membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.

Pelantun “Shake It Off” ini sudah berkali-kali jadi korban, lho. Wajah dan identitasnya sering dipakai tanpa izin dalam konten AI, mulai dari chatbot nakal hingga gambar-gambar manipulatif yang menyebar liar di internet. Bahkan, ada kasus yang nyeret nama Swift ke ranah politik ketika gambar AI beredar seolah-olah ia mendukung Donald Trump, padahal jelas-jelas nggak. Karena itu, ia pun bertindak tegas.

Strategi “Trademark Yourself” yang Mulai Dilirik

Kondisi mencemaskan inilah yang kemudian mendorong munculnya strategi baru yang kece abis, dikenal sebagai “trademark yourself”. Artinya, kamu mendaftarkan elemen identitas pribadi sebagai hak paten. Pendekatan ini sebelumnya juga udah dipraktikkan oleh aktor keren Matthew McConaughey. Pemeran “Cooper” di film Interstellar itu sukses mendapatkan perlindungan hukum untuk suara khasnya, termasuk dialog legendaris “Alright, alright, alright!” dari film Dazed and Confused.

Tujuan dari langkah ini bukan cuma formalitas belaka. Dengan status merek dagang, pemilik hak bisa memiliki dasar hukum ekstra untuk menindak penggunaan identitas tanpa izin, termasuk yang dihasilkan oleh AI. Bedanya, aturan “right of publicity” biasanya cuma berlaku di tingkat negara bagian AS. Sementara pelanggaran merek dagang bisa langsung dibawa ke pengadilan federal dan berlaku secara nasional. Wah, lebih kuat dan luas, kan?

Belum Diuji, Tapi Punya Kekuatan Hukum Besar

Meski begitu, pendekatan “trademark yourself” ini sebenarnya masih belum benar-benar diuji di pengadilan dalam konteks AI. Tapi secara teori, perlindungan ini bisa dipakai buat ngajuin permintaan penghapusan konten (takedown) ke platform AI. Caranya mirip seperti cara perusahaan media melindungi hak cipta mereka. Contoh nyatanya terjadi pada Desember 2025, ketika Disney mengirimkan surat peringatan berisi perintah berhenti (cease-and-desist) ke Google. Surat ini dikiram karena Disney menuduh platform AI Gemini milik Google digunakan untuk membuat tiruan karakter yang dilindungi merek dagang mereka. Hasilnya? Cuma sehari setelahnya, Google langsung nurunin konten yang dipermasalahkan. Cepat, kan?

Para ahli hukum yang berpengalaman menilai langkah Taylor Swift ini sebagai bentuk antisipasi cerdas terhadap masa depan, di mana AI bakal makin gampang meniru manusia (sebagaimana dihimpun dari Variety dan CNet). Jadi, kalau nanti ada konten AI yang pakai suara mirip musisi kelahiran 13 Desember 1989 itu, tim hukumnya bisa dengan lantang berargumen bahwa itu melanggar hak merek yang sudah didaftarkan. Hal serupa juga berlaku untuk visual. Dengan mendaftarkan tampilan spesifik—seperti pose khas atau gaya berpakaian—Swift punya amunisi hukum tambahan untuk melawan gambar AI yang menyerupai dirinya. Keren banget, kan? Ini pelajaran berharga: di era AI, bahkan suaramu sendiri butuh paten!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Taylor Swift
Previous Post

Resmi! OnePlus Ace 6 Ultra Mendukung 165 fps di Sejumlah Game, Dilengkapi Kontroler Tambahan

Next Post

Hadir Sebagai Penerus G86, Motorola G87 Andalkan Kamera 200 MP dan Layar AMOLED 1.5K

Next Post
Hadir Sebagai Penerus G86, Motorola G87 Andalkan Kamera 200 MP dan Layar AMOLED 1.5K

Hadir Sebagai Penerus G86, Motorola G87 Andalkan Kamera 200 MP dan Layar AMOLED 1.5K

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Varian Murah Snapdragon 8 Elite Gen 5 Dikabarkan Hadir, Bisa Bikin Ponsel Flagship Lebih Terjangkau

Varian Murah Snapdragon 8 Elite Gen 5 Dikabarkan Hadir, Bisa Bikin Ponsel Flagship Lebih Terjangkau

2 months ago
Memasuki Tahun Ketiga, Dell Kembali Pangkas Ribuan Karyawan di Tengah Transformasi AI

Nvidia AI Grid Resmi Terintegrasi ke Jaringan Edge Akamai, Komputasi AI Kini Tersebar Global

6 months ago
Spotify Hadirkan Fitur Talk to Spotify untuk Pengguna di AS, Irlandia, dan Swedia

Redmi Kids Watch Pro Resmi Diluncurkan Xiaomi di China, Dibanderol 1.199 Yuan

2 months ago
Grab Masuk Pasar Taiwan, Boyong Foodpanda Rp 10 Triliun Tunggu Restu Regulator

Grab Masuk Pasar Taiwan, Boyong Foodpanda Rp 10 Triliun Tunggu Restu Regulator

6 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In