Olympic.or.id – Dunia gaming kembali diguncang! Take-Two Interactive, induk perusahaan di balik Rockstar Games, benar-benar bergerak cepat dan tidak main-main. Mereka kini memburu habis-habisan sosok misterius di balik bocornya cuplikan dahsyat Grand Theft Auto VI ke publik. Sosok yang hanya dikenal dengan nama samaran ‘Cyberleek’ ini sukses membuat geger jagat maya, dan Take-Two pun langsung mengerahkan tim hukumnya untuk mengungkap identitas asli pelaku.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Kotaku, langkah tegas pun segera diambil. Take-Two diketahui telah mengajukan dua permohonan resmi untuk mengeluarkan surat panggilan pengadilan di wilayah Distrik Selatan New York. Permohonan ini secara spesifik ditujukan kepada dua raksasa teknologi, yaitu Microsoft dan Discord. Mereka memaksa kedua platform tersebut untuk menyerahkan seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan kebocoran besar-besaran ini. Bukan tanpa alasan, Take-Two yakin bahwa jejak digital pelaku bersembunyi di balik layanan kedua perusahaan tersebut.
Microsoft dan Discord Jadi Sasaran Tempur, Data Akun Diminta Serampak-rampaknya
Sekarang, fokus perhatian tertuju pada Microsoft. Take-Two mengincar informasi detail mengenai sebuah repositori di GitHub yang diduga menjadi tempat persembunyian material-material berharga milik perusahaan. Di dalam repositori tersebut, diduga kuat tersimpan berbagai konten yang dilindungi hak cipta, mulai dari cuplikan video, karya seni visual, gambar-gambar konsep, hingga dialog-dialog penting yang sangat rahasia. Bahkan, Take-Two secara terang-terangan meminta Microsoft untuk membuka seluruh catatan bisnis dan dokumen investigasi internal yang mereka miliki terkait dengan sosok misterius bernama Cyberleek tersebut.
Namun, langkah Take-Two tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga mengarahkan tembakan hukumnya ke Discord, platform komunikasi favorit para gamer. Dalam permohonan mereka, Take-Two secara gamblang menyebutkan sejumlah akun dan server yang patut dicurigai. Beberapa nama pengguna yang menjadi incaran utama antara lain CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, dan Surfer24k. Tidak hanya itu, Take-Two juga ikut menyasar server Discord milik kreator konten terkenal, DarkViperAU, serta server lain yang diberi nama !Odyssey. Semua server dan akun ini diduga kuat menjadi sarang komunikasi dan penyebaran konten bocoran GTA 6.
Permintaan Take-Two kepada Discord pun sangat detail dan tidak tanggung-tanggung. Mereka meminta seluruh data identitas yang terkait dengan akun-akun tersebut. Mulai dari nama lengkap pemilik akun, nomor telepon yang terdaftar, akun-akun media sosial lain yang saling terhubung, hingga seluruh konten yang pernah dibagikan oleh para pengguna tersebut. Terlebih lagi, Take-Two secara spesifik meminta semua percakapan dan unggahan yang berhubungan dengan Grand Theft Auto, Rockstar Games, atau kata kunci ‘Cyberleek’ itu sendiri. Semuanya mereka kumpulkan sebagai barang bukti untuk mengungkap dalang di balik kebocoran ini.
Bocoran Merambat Tak Terbendung, Trailer Eksklusif Netflix Terancam Gagal Total
Peristiwa ini bermula ketika cuplikan-cuplikan menarik dari GTA 6 mulai bertebaran di berbagai platform media sosial pada awal pekan ini. Begitu menyadari adanya kebocoran, Take-Two bertindak dengan kecepatan kilat. Mereka langsung mengeluarkan perintah penghapusan atau takedown untuk semua konten yang bocor tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah informasi semakin meluas dan menjadi konsumsi publik secara liar. Meskipun upaya penyisiran sudah dilakukan dengan maksimal, nyatanya bocoran game ini tetap lolos dan terus menyebar bagai api di padang rumput kering.
Lebih mencengangkan lagi, bocoran terbaru yang muncul justru mengindikasikan sesuatu yang lebih serius. Tampaknya Cyberleek tidak hanya memiliki akses ke cuplikan video biasa, tetapi diduga kuat sudah memegang versi game GTA 6 yang benar-benar dapat dimainkan! Hal ini tentu menjadi mimpi buruk terbesar bagi Take-Two dan Rockstar Games. Kebocoran bukan sekadar tayangan visual, tetapi ancaman nyata terhadap kerahasiaan proyek raksasa yang sudah dinantikan puluhan juta orang di seluruh dunia.
Ironisnya, semua kekacauan ini terjadi tepat di saat Take-Two dan Rockstar sedang mematangkan strategi peluncuran yang apik. Mereka sebenarnya sudah mengatur rencana matang untuk memamerkan trailer GTA 6 yang lebih panjang dan spektakuler. Trailer perdana ini rencananya akan ditayangkan secara eksklusif melalui kerja sama streaming dengan raksasa hiburan Netflix pada tanggal 27 Agustus mendatang. Namun, rencana besar itu kini terancam berantakan karena bocoran yang muncul lebih dulu dari jadwal.
Bukan Kali Pertama! GTA 6 Sudah Jadi Korban Pembocoran Sejak 2022 Lalu
Perlu diketahui, ini bukan kali pertama GTA 6 menjadi korban kebocoran di dunia maya. Pada tahun 2022 lalu, game fenomenal ini juga pernah mengalami nasib serupa. Saat itu, cuplikan-cuplikan awal dari GTA 6 dibagikan oleh sekelompok peretas yang tergabung dalam geng hacker terkenal, Lapsus$. Mereka dengan berani menyebarkan konten rahasia tersebut melalui perangkat streaming sederhana, yaitu Amazon Fire TV Stick. Kini, sejarah pahit itu kembali terulang dengan modus yang berbeda namun dampak yang tak kalah dahsyat.
Dengan gerakan agresif yang dilakukan Take-Two kali ini, publik pun bertanya-tanya. Akankah langkah hukum terhadap Microsoft dan Discord ini benar-benar mampu mengungkap identitas asli Cyberleek? Ataukah pelaku justru akan semakin pintar bersembunyi di balik anonimitas dunia maya? Yang jelas, perseteruan sengit antara pengembang game raksasa dan para pembocor konten ini masih jauh dari kata usai. Penggemar setia GTA di seluruh dunia pun hanya bisa menahan napas sambil menunggu kejelasan selanjutnya dari kasus yang semakin memanas ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









