Olympic.or.id – Para ilmuwan dari University of California San Diego (UCSD) bersama raksasa teknologi Google baru saja mengguncang dunia teknologi dengan terobosan revolusioner. Mereka berhasil menyulap smartphone bekas yang sudah tak terpakai menjadi data center berbiaya rendah. Sungguh ide brilian yang mengubah sampah elektronik menjadi harta karun komputasi!

Mengapa HP Bekas Tak Boleh Dibuang Sembarangan?
Setiap smartphone yang tergeletak tak terpakai sebenarnya menyimpan “jejak karbon” signifikan dari proses produksinya. Tim peneliti dari Google Research dengan tegas mengungkapkan fakta mengejutkan ini. Alih-alih membuangnya begitu saja dan menambah gunungan limbah elektronik yang mengkhawatirkan, memperpanjang usia pakai perangkat terbukti jauh lebih ramah lingkungan. Sungguh pendekatan yang patut diapresiasi di tengah krisis sampah elektronik global!
Yang menarik, penelitian ini secara spesifik menggunakan HP Pixel lawas sebagai bahan baku utama. HP yang sudah berusia tiga tahun ternyata masih menyimpan kejutan luar biasa!
Kinerja Mengejutkan HP Tua Vs Server Canggih
Hasil pengujian yang dipublikasikan benar-benar mencengangkan! Berdasarkan pengujian SPEC benchmark yang kredibel, ponsel berusia sekitar tiga tahun masih mampu mencatatkan performa single-core yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah prosesor server kelas data center. Bayangkan, HP ketinggalan zaman bisa mengalahkan prosesor server modern dalam aspek tertentu!
Para peneliti dengan cermat membandingkan Pixel dengan prosesor server ternama seperti Asus RS720A-E11 yang bisa dipadukan dengan GPU Nvidia H200 atau Nvidia RTX Pro 6000. Mereka juga membandingkannya dengan dua prosesor AMD EPYC yang notabene merupakan produk kelas berat di dunia server. Meskipun performa keseluruhan server tetap jauh lebih unggul, hasil ini dengan jelas menunjukkan bahwa ponsel lawas masih cukup mumpuni untuk menangani berbagai tugas komputasi jika dirancang dengan pendekatan yang tepat. Sungguh temuan yang membuka mata banyak pihak!
Proses Sulap: Dari Ponsel Biasa Jadi Server Andal
Bagaimana cara mengubah smartphone biasa menjadi data center andal? Tim peneliti dengan teliti membongkar perangkat terlebih dahulu. Mereka melepaskan berbagai komponen yang tidak diperlukan seperti layar, baterai, kamera, speaker, hingga rangka ponsel. Komponen yang dipertahankan hanyalah motherboard berisi system-on-chip (SoC) alias chipset yang menjadi otak smartphone. Langkah selanjutnya, sistem operasi Android diganti dengan Linux yang umum digunakan di lingkungan server dan data center. Penggunaan Linux memungkinkan perangkat menjalankan software orkestrasi seperti Kubernetes. Sungguh transformasi yang mengagumkan!
Klaster HP Bekas: Kekuatan Komputasi Setara Server Mahal
Hasil pengujian menunjukkan fakta yang sulit dipercaya! Sekitar 25-50 smartphone bekas mampu memberikan daya komputasi yang setara dengan satu prosesor server dual-socket. Bayangkan, dengan mengumpulkan puluhan HP bekas, Anda bisa mendapatkan kekuatan komputasi yang sebelumnya hanya bisa didapat dengan mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah!
Universitas California San Diego dengan percaya diri mengungkapkan temuan menarik lainnya. Klaster berisi 20 smartphone bekas sudah cukup untuk menjalankan satu aplikasi pembelajaran dengan lebih dari 75 siswa. Dengan pendekatan inovatif ini, aplikasi tidak perlu dijalankan di layanan cloud yang memerlukan biaya tambahan dan sumber daya data center yang lebih besar. Sungguh solusi yang sangat efisien!
Target Ambisius: 2000 HP Bekas Jadi Pusat Data Kampus
Tim peneliti tidak berhenti di situ! Mereka berencana membangun data center lokal terdiri dari sekitar 2.000 smartphone bekas yang diklaim mampu melayani kebutuhan hingga ratusan kelas sekaligus. Bayangkan, sebuah kampus bisa memiliki pusat data sendiri tanpa harus menguras anggaran besar!
Selain lebih hemat ketimbang membangun server baru, pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah kenaikan harga komponen seperti chip memori dan penyimpanan. Dengan biaya yang jauh lebih rendah, institusi pendidikan bisa mendapatkan infrastruktur komputasi yang mumpuni. Sungguh solusi tepat di tengah keterbatasan anggaran!
Keterbatasan dan Peluang di Masa Depan
Meski menjanjikan, para peneliti dengan jujur mengakui pendekatan ini kemungkinan tidak akan digunakan oleh perusahaan teknologi besar yang mengoperasikan pusat data AI skala besar. Operator hyperscale seperti Google, Microsoft, atau Nvidia umumnya membutuhkan perangkat keras khusus dengan tingkat keandalan tinggi serta jumlah komponen lebih sedikit untuk mempermudah pengelolaan. Namun, sistem berbasis smartphone bekas dinilai sangat cocok untuk kampus, lembaga pendidikan, laboratorium penelitian, maupun organisasi kecil yang memiliki keterbatasan anggaran. Sungguh peluang emas bagi institusi pendidikan!
Target Operasional dan Uji Ketahanan
Tim UCSD dengan optimis menargetkan sistem penuh dapat mulai dioperasikan pada tahun ini. Mereka terus menguji ketahanan komponen smartphone dalam penggunaan jangka panjang sebagai perangkat server. Berdasarkan informasi dari Toms Hardware, penelitian ini masih berlangsung dan menjanjikan berbagai temuan menarik lainnya. Kita semua patut menantikan hasil akhir dari proyek inovatif ini!
Dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya daur ulang dan efisiensi biaya, pendekatan ini bisa menjadi terobosan yang mengubah lanskap komputasi di sektor pendidikan. Siapa sangka, HP bekas yang selama ini dianggap sampah ternyata menyimpan potensi luar biasa untuk menciptakan pusat data ramah lingkungan dan terjangkau!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










