Olympic.or.id – Biasanya, e-reader punya layar gede biar mata betah baca berjam-jam. Tapi seorang kreator YouTube asal Prancis, Paul Lagier, berani bikin gebrakan yang bikin ngakak sekaligus kagum. Daripada ngikutin arus, ia justru memilih jalan nyeleneh: merancang e-reader super mini yang ukurannya cuma sedikit lebih gede dari ibu jari orang dewasa. Bayangin, gengs, sekecil itu!
Menariknya, di salah satu video YouTube pribadinya, Lagier dengan pede menunjukkan karyanya ini. Ia ingin membuktikan bahwa alat baca digital nggak harus selalu besar dan memakan tempat. Justru dengan bentuknya yang ringkas, perangkat ini bisa dibawa ke mana saja tanpa repot. Nggak kayak e-reader pada umumnya yang kayak bawa buku tebal, kan?
Tidak Dijual Bebas, Tapi Dirakit Sendiri ala Tukang Servis Handphone
Perlu kalian ketahui, e-reader mini ini bukanlah produk pabrik yang dijual di toko-toko gawai. Lagier dengan tangan dinginnya merakit sendiri perangkat tersebut dari awal hingga siap dipakai. Bahkan, ia dengan jujur mendokumentasikan seluruh proses dalam videonya. Penasaran kayak gimana? Langsung tonton aja di kanalnya!
Pertama-tama, Lagier mendesain cangkang atau casing mungil menggunakan printer 3D. Setelah cetakannya jadi, ia mulai memasang berbagai komponen elektronik. Komponen utamanya meliputi papan logika dengan mikrokontroler ESP32, baterai kecil, serta layar Heltec Wireless Paper. Semua komponen itu ia gabungin satu per satu dengan sabar. Hasilnya? Sebuah e-reader super mungil yang fungsional!
Kapasitas Penyimpanan Cuma 8 MB, Tapi Bisa Bawa 10 Buku!
Meski tubuhnya mungil, jangan remehkan kemampuannya, ya! Lagier mengklaim bahwa e-reader mini ini mampu menyimpan sekitar 6 sampai 10 buku sekaligus. Lumayan banget kan buat bacaan saat traveling atau antre di rumah sakit?
Namun, ada satu batasan penting yang wajib kalian tahu. Karena ruang penyimpanan internalnya cuma sekitar 8 MB, buku yang bisa dimasukkan hanya dalam format teks sederhana alias TXT. Jadi, jangan coba-coba memasukkan file PDF atau EPUB karena nggak bakal kebaca. Untuk mengakali keterbatasan ini, Lagier sendiri melakukan modifikasi pada perangkat lunak (firmware). Ia memaksimalkan setiap megabita yang tersedia agar penyimpanan lebih efektif.
Kabar baiknya, Lagier juga membagikan trik tersebut dalam video lanjutannya. Di video itu, ia memperlihatkan peningkatan fitur, optimalisasi kinerja perangkat, serta materi lengkap untuk siapa saja yang ingin membuat e-reader mini versi mereka sendiri. Keren banget, kan, semangat berbagi ilmunya?
Versi Terbaru Makin Canggih: Layar Lebih Jelas, Bisa Sinkron Web, hingga Screensaver Ganteng
Dalam pengembangan terbarunya, e-reader mini ini kedapatan sejumlah peningkatan yang bikin makin kece. Pertama, visibilitas layar menjadi lebih baik meski di bawah sinar matahari langsung. Kedua, Lagier menambahkan antarmuka web untuk menyinkronkan e-book sekaligus menyimpan bookmark. Jadi, bacaan kalian nggak akan hilang meski perangkat mati.
Nggak berhenti di situ, sistem perangkatnya kini juga dilengkapi fitur folder. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengelompokkan buku berdasarkan genre, prioritas baca, atau kategori lain sesuai selera. Misalnya, folder “Fiksi”, “Bisnis”, atau “Bacaan Santai”. Praktis banget, kan?
Lagier juga menyelipkan fitur daftar (list) yang memungkinkan pengguna mencatat hal-hal sederhana, seperti daftar bacaan yang ingin dituntaskan atau to-do list harian. Jadi selain membaca, kalian juga bisa tetap produktif.
Firmware terbaru ini bahkan mengizinkan pengguna mengganti screensaver sesuai keinginan. Mau foto pacar, meme lucu, atau kutipan motivasi? Bisa banget! Selain itu, efisiensi daya juga ikut meningkat, plus stabilitas sistem yang lebih terjaga. Pokoknya, perangkat sekecil ini makin layak diacungi jempol!
Biaya Rakit Murah Meriah, Cuma Rp517 Ribuan!
Nah, ini dia bagian paling bikin melongo! Proyek e-reader mini rakitan sendiri ini ternyata borongannya sangat terjangkau. Lagier memperkirakan total biaya yang dikeluarkan untuk merakit perangkat ini hanya sekitar 30 dollar AS atau setara Rp517 ribuan. Luar biasa murah, kan?
Coba bandingkan dengan e-reader mainstream kayak Kindle yang harganya mulai dari Rp1 jutaan hingga Rp7 jutaan. Dengan biaya yang jauh lebih sedikit, kalian sudah bisa punya e-reader unik sekecil ibu jari. Cocok banget buat yang doyan ngoprek elektronik atau sekadar ingin koleksi gawai antimainstream.
Buat kalian yang tertarik merakit sendiri, Lagier dengan baik hati membagikan file desain serta panduan perakitan lengkap di platform Ko-Fi. Semua materi tersebut ia jual seharga 5,80 dollar AS atau sekitar Rp100 ribuan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









