Olympic.or.id – Para pecinta sinematik, bersiaplah untuk terkejut. ZEISS baru saja memperkenalkan lini lensa sinema terbaru mereka, yaitu ZEISS Horizon Anamorphic. Untuk pertama kalinya, ZEISS akan memamerkan produk ini secara langsung kepada publik di ajang Cine Gear Expo Los Angeles yang berlangsung pada 5 hingga 6 Juni 2026. Menariknya, ZEISS menyebut produk ini sebagai platform teknologi lensa yang benar benar baru. Platform ini menghadirkan kecepatan dan presisi tinggi yang sangat dibutuhkan oleh alur kerja produksi film modern saat ini. Penasaran apa saja kelebihannya?
Spesifikasi ZEISS Horizon Anamorphic: Dari 35mm sampai 200mm, Siap Digunakan di Segala Kondisi
Lensa sinema seri ini mencakup tujuh pilihan focal length, mulai dari 35mm hingga 200mm. Semua varian tersebut menggunakan faktor squeeze 2x anamorphic yang dirancang khusus untuk sensor berukuran full frame. Kemudian, bukaan maksimum lensa berada di angka T2.3 untuk seluruh rentang focal length. Namun, untuk varian 200mm, bukaannya sedikit lebih rendah yaitu T2.9. Meskipun begitu, angka ini tetap terbilang impresif untuk ukuran lensa telefoto.
Yang lebih menarik lagi, ketujuh lensa ini berbagi diameter depan yang seragam, yaitu 114mm. Karena itu, kalian bisa langsung menggunakannya untuk berbagai macam setup produksi. Mulai dari handheld, gimbal, drone, crane, hingga car rig, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu mengganti aksesori setiap kali mengganti focal length. Sebagai nilai tambah, semua lensa tersebut sudah datang dengan mount LPL langsung dari pabrik. Praktis sekali, bukan?
Fitur Zeiss Horizon Anamorphic: Bukan Sekadar Lensa Biasa
1. Motor Focus dan Iris Bawaan: Menghemat Waktu di Lapangan
Pertama, ZEISS menyematkan motor focus dan iris yang senyap langsung di dalam bodi lensa. Hasilnya, para kru tidak perlu repot memasang motor eksternal lagi. Motor internal ini kompatibel dengan sistem ARRI dan Preston LCS melalui koneksi serial atau LBUS. Lalu, encoder absolut yang sudah dikalibrasi di pabrik menyimpan semua skala lensa di dalam lensa itu sendiri. Karena itu, kru tidak perlu melakukan pemetaan ulang atau re mapping setiap kali mengganti setup. Hal ini jelas menghemat banyak waktu saat produksi berlangsung.
Selain itu, ZEISS juga memasang dua layar display dan touch panel langsung di barrel lensa. Dengan fitur ini, kalian bisa mengecek posisi fokus atau iris dengan cepat tanpa harus melihat monitor eksternal. Memang terdengar seperti detail kecil, tetapi di lapangan, fitur ini sangat praktis dan membantu sekali.
2. Look Element yang Bisa Ditukar: Inovasi Paling Menarik
Fitur paling unik dari lensa ini adalah adanya optional interchangeable look tuning back element. Sistem ini dinamakan ZEISS Interchangeable Mount System atau disingkat IMS. Cara keranya cukup sederhana. Kalian hanya perlu melepas delapan sekrup untuk mengganti elemen belakang lensa. Setelah diganti, seluruh karakter visual lensa akan berubah secara drastis. Mulai dari ketajaman, kontras, bentuk bokeh, hingga karakter keseluruhan lensa bisa berubah total.
Yang lebih penting lagi, semua perubahan ini dilakukan tanpa mengorbankan akurasi skala dan kalibrasi. Artinya, sinematografer bisa mengubah karakter visual lensa semudah membalik telapak tangan. Mereka tidak perlu mengganti lensa seperti biasa hanya untuk mendapatkan tampilan yang berbeda. Keren banget, kan?
3. Tampilan Visual Anamorphic yang Netral Namun Memikat
Lensa Horizon ini dirancang dengan tampilan dasar atau baseline look yang netral. ZEISS sengaja melakukan hal ini untuk mendorong fleksibilitas bagi para kreator. Dengan look yang netral, para sinematografer bisa leluasa menerima berbagai filter, LUT, dan pendekatan pencahayaan yang beragam. Lensa tidak akan memaksakan tampilan bawaan yang terlalu kuat. Meski begitu, karakter anamorphic tetap hadir dengan indah. Kalian akan melihat oval bokeh yang terlihat jelas serta kesan kedalaman ruang yang melebar secara horizontal. Dijamin, efek ini akan membuat hasil rekaman kalian semakin sinematik.
4. Sangat Cocok untuk Produksi VFX
Bagi kalian yang pekerjaannya tidak lepas dari efek visual atau Visual Effect, lensa Horizon ini diklaim sangat cocok. Mulai dari proses keying, tracking, hingga integrasi CGI, semuanya akan berjalan lebih lancar. ZEISS berhasil menekan distorsi pada level yang sangat rendah. Selain itu, reproduksi warna juga stabil dan minim aberasi. Karena itulah, rumah produksi yang sering mengerjakan proyek VFX pasti akan melirik lensa ini dengan serius.
5. Ekosistem dan Metadata yang Siap untuk Masa Depan
ZEISS tidak main main dalam urusan data dan ekosistem. Mereka membenamkan pemrosesan bawaan dan memori on board di setiap lensa. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengembangan ke depan. Contohnya, kompatibilitas dengan ekosistem yang lebih luas, kemampuan metadata yang diperluas, hingga kemungkinan integrasi autofokus di masa mendatang. Selain itu, dukungan terhadap CinCraft eXtended Data juga disertakan. Fitur ini sangat berguna untuk produksi virtual dan kebutuhan pasca produksi yang kompleks.
Harga dan Ketersediaan: Siapkan Dompet dari Sekarang
Kabar baiknya, tiga focal length pertama yaitu 40mm, 50mm, dan 75mm akan mulai tersedia pada September 2026. Kalian bisa mendapatkannya melalui dealer resmi ZEISS sinema. Kemudian, empat focal length berikutnya yaitu 35mm, 100mm, 150mm, dan 200mm akan menyusul sepanjang tahun 2026 dan 2027. Sayangnya, ZEISS belum mengumumkan harga resmi untuk seluruh seri ini. Namun satu hal yang perlu kalian camkan: untuk sebuah lensa sinema yang menyandang merek ZEISS, produk ini dipastikan tidak akan murah. Jadi, siapkan dompet kalian dari sekarang.
Kesan Pertama: Akankah Ini Menjadi Revolusi?
Setelah mencermati seluruh fitur yang ditawarkan, ZEISS Horizon Anamorphic terasa sebagai produk yang benar benar unik. Sejauh ini, belum ada lensa sinema full frame 2x yang memiliki spesifikasi mirip seperti ini. Apalagi jika melihat cakupan tujuh focal length dari 35mm hingga 200mm dengan bukaan T2.3. Ditambah lagi dengan adanya motor terintegrasi dan look element yang bisa ditukar. Hal ini belum pernah ditawarkan oleh produsen lensa sinema lainnya.
Tentu ada dua pertanyaan besar yang paling menarik untuk dibuktikan di lapangan. Pertama, apakah motor bawaan pada lensa ini benar benar cukup untuk menggantikan setup Preston atau ARRI WCU yang sudah menjadi standar industri produksi besar selama ini? Kedua, seberapa jauh perbedaan visual yang bisa ditawarkan oleh look element yang bisa ditukar tersebut? Apakah perbedaannya signifikan atau hanya sekadar gimmik pemasaran? Hanya uji coba langsung di lapangan yang bisa menjawab semua pertanyaan ini.
Meskipun harganya belum diumumkan secara resmi, para pelaku industri sinematografi sudah mulai memasukkan produk ini ke dalam radar mereka. Jika performanya sesuai dengan janji yang disampaikan ZEISS, maka lensa Horizon Anamorphic ini berpotensi menjadi game changer bagi industri sinematografi global. Karena itu, tunggu saja aksi nyatanya di Cine Gear Expo nanti. Siapa tahu, lensa ini bisa menjadi investasi terbaik untuk produksi film kalian di masa mendatang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









