Thursday, October 22, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Aplikasi

Influencer Wajib Sertifikat? Indonesia Tengah Kaji!!

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
November 1, 2025
in Aplikasi, Berita
0
Influencer Wajib Sertifikat? Indonesia Tengah Kaji!!
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

olympic.or.id — Hei, sobat digital! Bayangin aja, lagi asyik scroll TikTok atau Instagram, tiba-tiba konten favoritmu soal kesehatan atau hukum hilang gara-gara pembuatnya nggak punya ‘lisensi’ resmi. Kedengarannya seperti plot film distopia, ya? Nah, ini bukan fiksi, tapi kenyataan baru di China yang lagi bikin heboh. Dan kabarnya, pemerintah Indonesia lagi serius ngebahas kemungkinan ikut-ikutan. Penasaran? Yuk, kita kupas tuntas!

Baru-baru ini, pemerintah China nge-drop aturan super ketat buat para influencer dan content creator. Mulai 10 Oktober 2025, mereka wajib punya ijazah atau sertifikasi akademik sebelum bisa bahas topik-topik ‘serius’ seperti kedokteran, hukum, keuangan, pendidikan, dan kesehatan. Alasannya? Biar nggak ada lagi info salah atau hoaks yang nyebar kayak virus di dunia maya. Platform seperti Douyin (versi China-nya TikTok), Bilibili, dan Weibo sekarang harus verifikasi dulu kualifikasi si pembuat konten sebelum postingan mereka tayang. Kalau melanggar? Siap-siap kena denda sampe 100.000 yuan – itu sekitar Rp230 juta, loh! Atau lebih parah, akun langsung ditutup. Ini bagian dari kampanye besar China buat jaga kualitas info online, terutama di sektor yang rawan salah paham.

Related posts

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

Table of Contents

Toggle
  • Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar
  • Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

October 21, 2026
Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

Wajibkan Pembaruan Sistem Operasi, WhatsApp Mulai Batasi Login Pengguna HP Jadul

October 20, 2026

Nah, berita ini langsung nyantol di radar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Indonesia. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, bilang kalau timnya lagi asyik diskusi internal soal ini. “Informasi ini masih fresh banget, kami lagi kaji dulu. Bahkan di grup WA kami lagi rame bahas, ‘Eh, ada negara yang keluarin kebijakan baru nih, gimana ya?'” cerita Bonifasius santai saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Bonifasius jelasin kalau Kemkomdigi emang hobi pantau kebijakan digital dari negara lain. Misalnya, mereka belajar dari Australia yang batasi akses medsos buat anak di bawah umur. Hasilnya? Indonesia nerbitin Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau yang biasa disebut PP Tunas. “Kita selalu liat-liat best practice dari luar, tapi disesuaikan sama kondisi kita,” tambahnya.

Kenapa sih Indonesia tertarik kaji aturan ini? Intinya, buat cegah misinformasi tanpa bikin orang kehilangan kebebasan berekspresi. Di era sekarang, konten creator lagi meledak jumlahnya. Dari remaja yang bikin tutorial makeup sampe tante-tante yang bagi tips parenting, semuanya bisa viral dalam sekejap. Tapi, kalau kontennya salah atau misleading, bisa bahaya banget, apalagi soal kesehatan atau keuangan. “Kita perlu jaga ekosistem digital, tapi jangan sampe kelewat ketat. Kompetensi itu penting, biar nggak ada yang bikin konten asal-asalan,” ujar Bonifasius.

Tapi tenang dulu, guys! Pemerintah belum mutusin apa-apa. Masih tahap analisis dan diskusi. Bonifasius tegas bilang kalau mereka bakal dengerin masukan dari semua pihak – mulai dari influencer, masyarakat sipil, sampe pakar digital. “Kita harus open ear. Kalau emang perlu diterapin, oke, tapi gimana bentuknya? Harus ada level-levelnya, kan? Siapa aja yang disasar? Soalnya sekarang content creator itu banyak banget, dari yang pro sampe amatir,” katanya.

Bayangin kalau aturan serupa diterapin di Indonesia. Influencer yang biasa bahas investasi saham harus punya sertifikat keuangan dulu? Atau dokter palsu yang kasih saran obat-obatan bakal langsung di-block? Pasti bakal bikin dunia digital lebih aman, tapi juga bisa bikin ribet buat yang baru mulai. Di sisi lain, ini bisa dorong content creator buat upgrade skill mereka. Misalnya, ikut kursus online atau dapat sertifikasi resmi. Bisa jadi peluang baru, kan?

Ngomongin konteks lebih luas, tren regulasi digital lagi naik daun di seluruh dunia. Di Eropa, ada GDPR yang ketat soal data privasi. Di AS, lagi rame bahas Section 230 yang lindungi platform dari tanggung jawab konten user. China, dengan populasi internet terbesar, emang sering jadi pionir – atau kontroversial, tergantung sudut pandang. Mereka punya Great Firewall yang blokir situs luar, dan sekarang tambah aturan ini buat jaga ‘integritas informasi’. Bagi Indonesia, yang punya lebih dari 200 juta user internet, ini bisa jadi inspirasi buat bikin regulasi yang lebih matang.

Tapi, ada tantangannya juga. Gimana ngecek sertifikasi secara akurat? Platform seperti Instagram atau YouTube di Indonesia harus ikut verifikasi? Dan yang paling penting, jangan sampe aturan ini jadi alat buat sensor konten kritis. Bonifasius sendiri ngaku kalau pemerintah lagi hati-hati banget. “Kita nggak mau mengekang kebebasan. Tujuannya cuma cegah konten salah yang bisa bikin orang rugi.”

Sementara itu, komunitas influencer di Indonesia lagi mulai rame bahas ini. Beberapa bilang ini bagus buat tingkatkan kredibilitas, tapi yang lain khawatir bakal bikin barrier entry yang tinggi. Misalnya, influencer muda yang belajar otodidak soal pendidikan bisa kesulitan. Atau yang bahas hukum dari pengalaman pribadi, harus punya gelar sarjana hukum dulu?

Buat kalian yang penasaran, pantau terus update dari Kemkomdigi. Mungkin sebentar lagi ada dialog publik atau hearing dengan DPR. Siapa tahu, ini bakal jadi babak baru buat dunia konten kreator di Tanah Air. Yang jelas, era di mana siapa aja bisa jadi ‘pakar’ online lagi diuji. Kamu tim pro atau kontra aturan ini? Share di komentar yuk!

kunjungi laman berita terkini di Exposenews.id

Tags: indonesia
Previous Post

Kampung Internet: Desa Canggih yang Siap ‘Ngegas’ Digital!

Next Post

Penipu Online Pakai AI: Siapkah Kamu ?

Next Post
Penipu Online Pakai AI: Siapkah Kamu ?

Penipu Online Pakai AI: Siapkah Kamu ?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Mengenal Teknologi Hybrid+ pada MG ZS Hybrid+, Solusi Efisiensi dan Performa

Kia PV5 di GIIAS 2026: Bukti Nyata Bahwa Satu Kendaraan Bisa Beradaptasi dengan Berbagai Peran

2 months ago
Berbekal Sensor Sony IMX682, HMD Vibe 2 Pro 5G Resmi Menyapa Pasar India

Berbekal Sensor Sony IMX682, HMD Vibe 2 Pro 5G Resmi Menyapa Pasar India

3 weeks ago
China Mulai Uji Coba Chip AI Berbasis Fotonik Pengganti Listrik

Isu Kerja Sama Apple-Intel Menguat, Trump Sebut Kesepakatan Produksi Chip di AS Telah Tercapai

4 months ago
Bobol AI Grok Pakai Kode Morse, Warga Indonesia Diduga Curi Kripto Rp 3,4 Miliar

Mulai dari Zenbook S14 hingga Vivobook 14 Flip OLED, ASUS Resmi Bawa Laptop AI ke Pasar Indonesia

5 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xbox xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Smartband 400 Ribuan Terbaik? Xiaomi Redmi Band 4 Bawa Daya Tahan Baterai Tiga Minggu
  • Microsoft Hadirkan Fitur Pengawas Agen AI: Batasi Akses Otomatis Saat Risiko Meningkat
  • MacBook Pro Layar Sentuh Perdana Dikabarkan Usung Chip M5 dan Bodi Lebih Tipis

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Smartband 400 Ribuan Terbaik? Xiaomi Redmi Band 4 Bawa Daya Tahan Baterai Tiga Minggu

Smartband 400 Ribuan Terbaik? Xiaomi Redmi Band 4 Bawa Daya Tahan Baterai Tiga Minggu

October 22, 2026
Microsoft Hadirkan Fitur Pengawas Agen AI: Batasi Akses Otomatis Saat Risiko Meningkat

Microsoft Hadirkan Fitur Pengawas Agen AI: Batasi Akses Otomatis Saat Risiko Meningkat

October 22, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In