Olympic.or.id — Kabar gembira datang dari industri kecerdasan buatan! Raksasa chip dan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, baru saja melemparkan “bom” ke tengah persaingan ketat dunia AI. Mereka resmi meluncurkan model AI teranyar mereka pekan ini, dan namanya adalah Nemotron 3 Super. Jangan bayangkan ini sekadar upgrade biasa, karena model ini hadir sebagai anggota terbaru dari keluarga Nemotron 3 yang sebelumnya sudah memperkenalkan diri melalui varian Nemotron 3 Nano pada Desember 2025 lalu.
Dengan kehadiran Nemotron 3 Super, Nvidia secara terang-terangan menyatakan perang. Mereka tidak main-main, karena model ini dirancang sebagai pesaing langsung dua raksasa yang selama ini mendominasi: model GPT milik OpenAI dan Gemini milik Google. Tentu kita semua penasaran, apa sebenarnya yang membuat model ini begitu spesial hingga berani menantang para penguasa lama?
Dirancang untuk Sistem Super Kompleks
Nvidia mendesain Nemotron 3 Super dengan satu tujuan utama: menjalankan sistem kecerdasan buatan kompleks berbasis agen atau yang sering disebut agentic AI dalam skala yang sangat besar. Fokus utama mereka adalah kecepatan dan efisiensi komputasi. Bayangkan sebuah sistem AI yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa mengelola banyak “agen” digital yang bekerja bersama-sama secara simultan—itulah kemampuan yang ditawarkan oleh model ini.
Yang membuat dunia teknologi bergidik adalah spesifikasi teknisnya. Nvidia dengan bangga mengumumkan bahwa model ini memiliki 120 miliar parameter. Sebagai perbandingan, saudara mudanya, Nemotron 3 Nano, “hanya” memiliki sekitar 30 miliar parameter. Lonjakan jumlah parameter ini bukan sekadar angka, melainkan menunjukkan peningkatan dramatis dalam kapasitas belajar dan kompleksitas pemahaman model terhadap berbagai macam data.
Kemampuan Memproses Informasi Raksasa
Tidak hanya unggul dalam jumlah parameter, Nvidia juga membekali Nemotron 3 Super dengan kemampuan luar biasa dalam memproses konteks. Model ini sanggup menangani hingga 1 juta token dalam satu waktu. Apa artinya? Token adalah satuan potongan kata atau kalimat. Dengan kapasitas sebesar ini, Nemotron 3 Super bisa membaca dan memahami buku setebal novel “Dune” atau “Laskar Pelangi” dalam sekali baca, tanpa kehilangan konteks dari awal hingga akhir cerita.
Karena kemampuannya yang jauh lebih mumpuni, Nvidia memosisikan Nemotron 3 Super secara berbeda dari varian “Nano”. Jika Nemotron 3 Nano lebih mereka tujukan untuk tugas-tugas AI yang lebih spesifik dan terfokus, maka Nemotron 3 Super mereka siapkan sebagai model yang mampu menjalankan sistem AI kompleks dengan banyak agen secara bersamaan. Ini adalah perbedaan fundamental yang menunjukkan segmentasi pasar yang jelas.
Teknologi Hybrid Revolusioner di Balik Layar
Rahasia di balik keganasan Nemotron 3 Super terletak pada arsitektur canggih yang mereka gunakan. Nvidia mengadopsi arsitektur hybrid latent mixture-of-experts (MoE) yang dikombinasikan dengan Mamba-Transformer. Bagi kita orang awam, istilah ini mungkin terdengar rumit, tapi dampaknya sangat sederhana dan luar biasa.
Arsitektur inovatif ini memungkinkan model untuk mengakses hingga empat kali lebih banyak “pakar” AI saat proses inferensi—yaitu saat model sedang berpikir dan menghasilkan jawaban—tanpa harus menambah biaya komputasi. Pendekatan hybrid ini juga membantu model memahami konteks percakapan atau instruksi yang panjang lebar tanpa membutuhkan memori yang terlalu besar. Singkatnya, Nvidia berhasil menciptakan mesin pintar yang irit namun sangat powerful.
Hasil Benchmark yang Mencengangkan
Tentu kita tidak bisa hanya percaya pada klaim pemasaran. Karena itu, mari kita lihat bagaimana performa Nemotron 3 Super dalam berbagai pengujian benchmark. Lembaga analisis AI terkemuka, Artificial Analysis, baru saja merilis hasil pengujian mereka dan hasilnya cukup menarik.
Dalam pengujian tersebut, Nemotron 3 Super berhasil meraih skor kecerdasan 36 poin. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan model open-weight milik OpenAI yang bernama gpt-oss-120B yang “hanya” mendapat 33 poin. Kemenangan tipis atas OpenAI ini membuktikan bahwa Nvidia benar-benar serius dalam urusan kecerdasan buatan.
Namun, kita juga harus fair dalam melihat fakta. Nemotron 3 Super masih harus mengakui keunggulan model-model papan atas yang sudah lebih dulu matang. Gemini 3.1 Pro dan GPT-5.4 masih bercokol di puncak dengan skor sekitar 57 poin. Jadi, meskipun Nvidia berhasil menyalip di kelas menengah, perjalanan menuju puncak klasemen masih panjang.
Raja Kecepatan di Kelasnya
Tapi jangan buru-buru meremehkan! Nemotron 3 Super menyimpan satu kartu as yang tidak dimiliki kompetitornya: kecepatan. Dalam hal kecepatan generasi teks, model ini benar-benar menjadi raja. Nvidia mengklaim Nemotron 3 Super mampu menghasilkan sekitar 478 token dalam satu detik. Angka ini membuatnya menjadi salah satu model AI tercepat di kelasnya.
Sebagai perbandingan yang lebih konkret, mari kita lihat kompetitornya. Model gpt-oss-120B dari OpenAI hanya mampu memproduksi sekitar 264 token per detik. Artinya, Nemotron 3 Super hampir dua kali lebih cepat! Bayangkan produktivitas yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan model ini untuk menulis artikel, membuat kode program, atau menghasilkan konten dalam jumlah besar.
Ketersediaan Luas di Berbagai Platform
Kabar baiknya, Nvidia tidak membuat model ini eksklusif untuk segelintir perusahaan besar. Mereka justru membuka akses seluas-luasnya. Nemotron 3 Super kini sudah bisa Anda akses di berbagai platform pengembangan AI ternama seperti build.nvidia.com, Perplexity, OpenRouter, dan Hugging Face. Jadi, para pengembang dan peneliti AI di Indonesia pun bisa langsung mencoba kemampuan monster ini.
Tidak hanya untuk pengembang individu, Nvidia juga serius menyasar pasar korporasi. Mereka menghadirkan Nemotron 3 Super di berbagai layanan cloud terkemuka dunia. Google Cloud sudah menyediakannya melalui Vertex AI. Oracle juga mengintegrasikannya ke Oracle Cloud Infrastructure. Sementara itu, Amazon dan Microsoft tidak mau ketinggalan—Amazon Bedrock dan Azure akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Bagi perusahaan yang memiliki persyaratan keamanan data ketat atau ingin menjalankan model secara mandiri, Nvidia juga menyediakan opsi untuk menjalankan model ini secara lokal. Anda bisa menggunakannya sebagai Nvidia NIM (Nvidia Inference Microservices), tentunya dengan syarat memiliki perangkat keras atau hardware yang memadai untuk menjalankan mesin sebesar ini, seperti yang dilansir dari TheNewStack.
Dengan segala kelebihan dan gebrakannya, Nvidia Nemotron 3 Super membuktikan bahwa persaingan di dunia AI semakin panas dan menarik untuk diikuti! Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Kita tunggu saja babak selanjutnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









