Olympic.or.id – Tunggu apa lagi? Inilah kesempatan yang bakal bikin paspor Anda paling keren sepanjang masa: liburan ke Bulan! Ya, Anda tidak salah baca. Meskipun perjalanan wisata antariksa ini baru akan dibuka enam tahun lagi, kabar gembiranya, Anda sudah bisa memesan kamar hotelnya mulai sekarang! Startup ambisius GRU Space secara mengejutkan membuka pre-order untuk penginapan di satelit alami Bumi kita.

Lebih menarik lagi, GRU Space tak main-main dengan desainnya. Mereka mengungkap rencana untuk membangun kompleks super canggih di permukaan Bulan. Hebatnya, inspirasi desainnya berasal dari bangunan ikonik Palace of the Fine Arts di San Francisco. Bayangkan, kemegahan arsitektur Bumi akan menghiasi langit Bulan yang kelam!
Tiket Fantastis untuk Sejarah yang Akan Datang
Nah, untuk bisa ikut dalam misi bersejarah ini, Anda harus segera ambil tindakan. Perusahaan tersebut membuka pendaftaran dengan meminta calon wisatawan membayar deposit yang fantastis, yaitu sekitar 250.000 dolar AS (setara Rp 4,2 miliar) hingga 1 juta dolar AS (Rp 16,8 miliar). Dengan kata lain, uang sebesar itu akan mengamankan kursi Anda dalam penerbangan wisata yang akan berlangsung dalam enam tahun ke depan.
Roadmap Ambisius dari 2029 hingga 2032

Di balik visi besar ini, ada sosok muda penuh optimisme, Skyler Chan, sang pendiri GRU Space. Chan dengan percaya diri memaparkan roadmap perusahaannya. Pertama-tama, misi perdana mereka akan diluncurkan pada 2029. Misi ini akan membawa muatan 10 kilogram ke Bulan untuk mendemonstrasikan teknologi struktur tiup dan cara mengubah regolit (debu Bulan) menjadi bata menggunakan geopolimer. Selanjutnya, misi kedua akan menyusul pada 2032. Kali ini, fokusnya adalah menguji struktur yang lebih besar di dalam ‘lunar pit’ atau lubang alami di Bulan. Tak ketinggalan, hotel pertama GRU Space yang mampu menampung empat tamu sekaligus juga ditargetkan meluncur di tahun yang sama. Pada akhirnya, hotel permanen dari bata Bulan pun akan dibangun.
Namun, di balik rencana yang terlihat sempurna ini, ada fakta mengejutkan yang harus Anda simak. Rencana megah ini terancam sangat sulit terwujud. Pasalnya, startup di baliknya per Desember 2025 hanya memiliki satu karyawan, yaitu Skyler Chan sendiri. Terlebih lagi, Chan sendiri baru saja menyelesaikan pendidikannya di University of California, Berkeley pada Mei 2025.
Lantas, apa yang membuat pria muda ini begitu yakin? Chan, yang bercita-cita menjadi astronot, memiliki keyakinan kuat bahwa semua orang bisa hidup di luar angkasa. “Saya sadar bahwa saya lahir di zaman di mana kita benar-benar bisa menjadi penjelajah antarplanet, dan itu mungkin satu-satunya hal paling berdampak yang bisa dilakukan,” ujarnya dengan penuh semangat. Oleh karena itu, dia pun bertekad mempelajari teknik elektro dan ilmu komputer di Berkeley untuk mewujudkan mimpinya. Pengalamannya juga tidak bisa dianggap remeh. Semasa kuliah, Chan bahkan sempat magang di Tesla, perusahaan otomotif otonom milik Elon Musk. Di sana, dia terlibat dalam pembuatan software kendaraan dan mengerjakan proyek printer 3D yang didanai NASA dan akhirnya diluncurkan ke luar angkasa. Dari sinilah, insight berharganya muncul.
Pilar Ketiga: Pariwisata sebagai Kunci Ekspansi
Berdasarkan pengalaman itu, Chan menyadari bahwa sebagian besar aktivitas ke Bulan hanya didukung oleh dua pilar: pemerintah AS dan perusahaan milik miliarder. Akan tetapi, menurut analisanya, diperlukan pilar ketiga, yaitu industri pariwisata luar angkasa komersial. “Kita bisa memperluas pasar yang sudah terbukti ke Bulan, dan membangun hotel pertama di sana. Setelah itu, kita bisa mengembangkan infrastruktur seperti jalan dan pangkalan,” jelasnya. Yang lebih mencengangkan lagi, konsep ini tidak hanya berhenti di Bulan. Chan yakin model yang sama suatu hari nanti bisa diterapkan di planet Mars. Artinya, langkah kecil yang dia mulai hari ini bisa menjadi batu pertama untuk kolonisasi antariksa oleh masyarakat umum.
Jadi, Siapkah Anda Menjadi Pelancong Antariksa?
Jadi, apa Anda tertarik menjadi turis pertama di Bulan? Depositnya sudah jelas, visinya sangat ambisius, tapi tantangannya juga luar biasa besar. Pilihannya sekarang ada di tangan Anda: tetap menjadi penonton, atau menjadi bagian dari sejarah eksplorasi manusia selanjutnya? Satu hal yang pasti, jika rencana ini berhasil, tiket itu akan menjadi investasi pengalaman yang tak ternilai harganya.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id









