Olympic.or.id – Guncangan dahsyat melanda dunia teknologi global! Perusahaan raksasa Oracle secara mengejutkan memangkas puluhan ribu karyawannya dalam gelombang PHK masif yang bikin merinding. Yang lebih mencengangkan lagi, perusahaan mengirimkan surat pemecatan tersebut saat fajar menyingsing, tepatnya jam 5 pagi!
Menurut laporan yang tersebar luas, Oracle memangkas sekitar 30.000 karyawan di seluruh penjuru dunia. Jumlah fantastis ini setara dengan 18 persen dari total tenaga kerja Oracle! Bayangkan, hampir seperlima armada karyawan mereka lenyap dalam sekejap.
Paling tragis, sekitar 12.000 karyawan yang terkena razia PHK ini berada di India. Asian News International (ANI) menjadi sumber yang mengungkap fakta menyedihkan tersebut. Sayangnya, hingga kini Oracle masih bungkam seribu bahasa. Perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi apapun!
Email di Jam Tak Terduga
Sorotan paling tajam jatuh pada metode pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Oracle. Perusahaan memilih cara yang sangat mendadak dan terkesan dingin. Mereka mengirimkan email pemecatan ketika burung-burung pun masih pada tidur!
Karyawan yang terdampak mendadak menerima email antara pukul 5 hingga 6 pagi waktu setempat. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada panggilan dari HR. Bahkan manager mereka pun tampaknya tidak memberi kabar. Sungguh cara yang menyayat hati!
Email tersebut kabarnya langsung dilayangkan oleh “Oracle Leadership”. Isinya lugas dan menusuk: posisi karyawan yang bersangkutan akan segera dihapus. Tanpa basa-basi, tanpa ucapan terima kasih. Dinginnya malam subuh semakin terasa.
Lebih kejam lagi, akses karyawan ke sistem internal perusahaan langsung diputus seketika. Bayangkan, baru saja membaca email pemecatan, kemudian secara otomatis Anda terkunci dari semua platform kerja. Ini sungguh pengalaman yang sangat traumatis!
Jeritan Hati di Media Sosial
Karyawan Oracle yang terkena PHK kemudian meluapkan kegeraman dan kesedihan mereka di media sosial. Reddit dan X (dulu dikenal sebagai Twitter) menjadi saksi bisu atas curahan hati mereka.
“Baru saja dapat e-mail pukul 5 pagi setelah lebih dari 20 tahun bekerja, luar biasa,” tulis seorang pengguna dengan nada getir. Dua puluh tahun pengabdian, sirna hanya dalam sekejap melalui sebuah email subuh!
Pengguna lain turut berbagi kisah pilu, “Saya juga terkena PHK. Tepat pukul 6 pagi, padahal bulan depan genap empat tahun bekerja.” Betapa pahitnya ketika ulang tahun kerja keempat justru dihadiahi surat pemecatan.
Kisah-kisah ini menunjukkan betapa Oracle melakukan pemecatan secara massal tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Mereka memperlakukan karyawan layaknya angka-angka di atas kertas.
Restrukturisasi atau Pembersihan Besar-besaran?
Dalam komunikasi internal yang bocor, Oracle coba menjelaskan langkah kontroversial mereka. Perusahaan mengklaim bahwa pengurangan tenaga kerja ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi.
Oracle beralasan ingin menyederhanakan operasional perusahaan. Akibatnya, berbagai posisi dinilai tidak lagi dibutuhkan. Namun alasan ini terdengar klise dan tidak mampu meredakan amarah karyawan yang terkena PHK.
Seorang pengguna di platform X memberikan informasi yang lebih mengerikan. Ia mengaku mendapat bocoran dari temannya yang menjadi manajer senior di Oracle. Menurut informasi tersebut, pemangkasan terjadi dalam skala besar di tingkat tim.
“Bayangkan, dari 20 anggota tim, enam di antaranya langsung diminta keluar,” tulis pengguna tersebut. Angka ini menunjukkan proporsi yang sangat signifikan!
Paket Pesangon yang Tak Sebanding
Bagi karyawan yang terdampak, Oracle menyediakan paket pesangon. Namun banyak yang menilai kompensasi ini masih jauh dari kata cukup.
Perusahaan memberikan gaji 15 hari untuk setiap tahun masa kerja. Kemudian ada tambahan gaji satu bulan sebagai pengganti pemberitahuan. Perusahaan juga mencairkan cuti yang belum diambil beserta gratifikasi.
Namun ada syarat yang cukup aneh. Terdapat tambahan gaji dua bulan, tetapi paket ini hanya berlaku bagi karyawan yang bersedia mengundurkan diri secara sukarela. Ironis memang, karena mereka sebenarnya di-PHK!
Sumber internal juga menyebutkan kemungkinan adanya gelombang PHK lanjutan dalam satu bulan ke depan. Meskipun belum ada kepastian, kabar ini jelas membuat suasana semakin mencekam. Karyawan yang selamat pun kini hidup dalam ketakutan.
Oracle Ikuti Tren Pindah Haluan ke AI?
PHK besar-besaran ini terjadi di tengah meningkatnya investasi Oracle pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur pusat data. Perusahaan asal Amerika Serikat ini nampaknya sedang bermain di panggung baru.
Oracle dilaporkan tengah menyesuaikan alokasi sumber daya secara besar-besaran. Mereka memprioritaskan pengembangan AI dibandingkan mempertahankan tenaga kerja manusia. Pilihan yang sangat kontroversial!
Tren serupa juga melanda industri teknologi global. Sejumlah perusahaan teknologi seperti Amazon telah memangkas ribuan karyawannya pada awal tahun ini. Mereka juga beralasan ingin memprioritaskan investasi di bidang AI.
Pertanyaannya kini, apakah efisiensi ini benar-benar demi kemajuan? Ataukah hanya kedok untuk memangkas biaya tenaga kerja yang mahal? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Hingga artikel ini ditulis, Oracle masih memilih bungkam. Perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan PHK besar-besaran tersebut. Keheningan ini justru semakin membuat publik bertanya-tanya.
Yang jelas, skala pemecatan dan cara penyampaian yang mendadak ini dinilai sangat tidak manusiawi. Ratusan karyawan di India dan berbagai belahan dunia lainnya kini menghadapi ketidakpastian yang luar biasa.
Mereka yang telah mengabdi puluhan tahun harus menerima kenyataan pahit melalui sebuah email di kala subuh. Sungguh sebuah akhir yang tragis dari perjalanan karir yang panjang.
Dunia teknologi memang tidak pernah tidur. Sayangnya, Oracle memilih waktu ketika karyawannya sedang terlelap untuk menghancurkan mimpi-mimpi mereka. Selamat pagi, selamat berjuang mencari pekerjaan baru!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








