Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Elon Musk Pindah Haluan: Samsung Terpilih untuk Cetak Chip Neuralink Gen-4

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
June 19, 2026
in Teknologi
0
Bawa Sensor 1 Inci dan Perekaman 8K, Insta360 Luna Ultra Kini Bisa Dibeli di Indonesia
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Dunia teknologi sempat terkejut ketika mendengar kabar bahwa Elon Musk secara mengejutkan memutuskan untuk meninggalkan TSMC. Pilihan itu jatuh kepada Samsung, yang kini secara resmi ditunjuk sebagai mitra strategis terbaru untuk memproduksi chip generasi ke-4 dari perangkat canggih buatan Neuralink. Keputusan besar ini tentu saja mengundang banyak tanda tanya sekaligus kekaguman akan langkah berani yang diambil oleh pemilik Tesla dan SpaceX tersebut.

Table of Contents

Toggle
  • Kepercayaan Musk pada Samsung Kian Menguat
  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa
  • Mengapa Memilih Node 4nm yang Sudah Mapan?
  • TSMC Tersisihkan dari Proyek Besar Neuralink
  • Jadwal Produksi dan Target Ambisius Samsung
  • Lompatan Teknologi: Dari Membaca ke Menulis Data ke Otak

Kepercayaan Musk pada Samsung Kian Menguat

Setelah sebelumnya menjalin kesepakatan jangka panjang yang cukup erat dengan raksasa teknologi asal Korea Selatan itu untuk memproduksi chip penggerak otomatis (yang kita kenal dengan nama AI6 dan AI6.5), kepercayaan Musk terhadap Samsung kini kian menguat. Bahkan, ia tidak ragu untuk kembali menggandeng mereka dalam proyek paling ambisiusnya saat ini, yakni menggarap chip Neuralink generasi terbaru yang akan menggunakan teknologi proses paling mutakhir 4nm. Langkah ini menandai eskalasi kerja sama yang serius antara kedua perusahaan di ranah teknologi kesehatan dan semikonduktor.

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

September 17, 2026

Mengapa Memilih Node 4nm yang Sudah Mapan?

Namun, laporan yang dimuat oleh Korea Economic Daily menyebutkan bahwa tidak ada penjelasan resmi mengapa node yang tergolong sudah mapan ini tetap dipilih untuk mengerjakan chip dengan kompleksitas tinggi seperti milik Neuralink. Meskipun begitu, banyak analis menduga bahwa keputusan ini lebih didasarkan pada pertimbangan stabilitas teknis, di mana Samsung dinilai telah mencapai tingkat kematangan dan keandalan yang lebih baik pada proses 4nm dibandingkan dengan proses yang lebih baru sekalipun. Dengan kata lain, mereka lebih mengutamakan stabilitas ketimbang sekadar mengejar angka nanometer yang lebih kecil.

TSMC Tersisihkan dari Proyek Besar Neuralink

Di sisi lain, jika menilik laporan dari WCCFTech, sebelumnya TSMC memang ditunjuk sebagai mitra eksklusif untuk memproduksi massal chip Neuralink generasi ketiga. Namun, seiring dengan diumumkannya kemitraan baru ini, posisi TSMC sebagai pemasok utama perlahan tapi pasti mulai tersisihkan. Bisa dikatakan, TSMC kini harus rela melepas proyek besar tersebut ke tangan Samsung, yang tampaknya semakin serius menggarap lini bisnis foundry-nya.

Jadwal Produksi dan Target Ambisius Samsung

Samsung sendiri menargetkan untuk mulai memproduksi dan mengirimkan batch perdana chip Neuralink uji coba pada semester pertama tahun 2027. Sementara itu, produksi massal dijadwalkan baru bisa bergulir paling cepat pada akhir tahun depan, jika semua tahap pengujian berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh tim Neuralink. Tentu saja, ini menjadi ajang pembuktian besar bagi Samsung untuk menunjukkan kapabilitas manufakturnya di mata dunia.

Lompatan Teknologi: Dari Membaca ke Menulis Data ke Otak

Yang menjadikan versi keempat dari chip ini begitu istimewa adalah adanya lompatan besar dari fungsi pendahulunya. Pada generasi sebelumnya, chip Neuralink hanya berperan untuk membaca sinyal dari otak dan menerjemahkannya menjadi perintah bagi perangkat eksternal, seperti menggerakkan kursor atau lengan robotik. Namun, kini varian terbaru memiliki kemampuan yang jauh lebih kompleks, yaitu tidak hanya membaca tetapi juga menuliskan data dari perangkat ke dalam otak. Dengan teknologi ini, chip baru tersebut dapat mengaktifkan berbagai fungsi fisik secara langsung, salah satu contoh nyatanya adalah upaya mengembalikan penglihatan pasien dengan cara merangsang dan mensimulasikan neuron-neuron otak yang mengalami kerusakan.

Dengan adanya kemitraan strategis terbaru ini, Samsung diyakini semakin mendekati momen kebangkitan bisnis foundry-nya yang sempat terpuruk. Bahkan, mereka memproyeksikan bahwa sektor ini akan mencapai titik profitabilitas yang signifikan pada tahun 2028. Ini bukan sekadar perbaikan performa, melainkan sebuah langkah besar untuk kembali menjadi pemain utama di industri semikonduktor global setelah sekian lama tertinggal dari TSMC.

Lalu, apa sebenarnya yang mendorong Elon Musk untuk mengambil keputusan besar ini dan pergi meninggalkan TSMC? Menurut sejumlah sumber, salah satu faktor pemicu utamanya adalah adanya efek domino dari ledakan permintaan di sektor kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi seperti NVIDIA saat ini tengah memborong kapasitas produksi TSMC dalam jumlah yang sangat besar demi memenuhi kebutuhan chip AI mereka. Akibatnya, jalur pasokan TSMC menjadi sangat tersendat dan padat, sehingga sulit untuk mengakomodasi semua pesanan dari klien, termasuk proyek-proyek spesifik seperti Neuralink.

Meskipun TSMC sudah berupaya keras mengatasi situasi ini dengan meningkatkan kapasitas produksi bulanan mereka, terutama untuk litografi 3nm yang kini mencapai angka fantastis, yaitu hingga 175.000 unit wafer per bulan, volume permintaan yang melonjak drastis tetap saja membuat pabrikan asal Taiwan tersebut terus bekerja di bawah tekanan. Hal ini secara tidak langsung memberikan celah besar bagi Samsung untuk menyelinap masuk dan mengambil alih pesanan yang tidak dapat dipenuhi oleh TSMC.

Lebih menariknya lagi, meskipun hasil dari teknologi GAA 2nm milik Samsung masih belum mencapai standar yang memungkinkan untuk menerima pemesanan dalam skala besar dari pelanggan korporat, mereka tetap memiliki strategi jitu dengan memfokuskan diri pada node-node yang sudah matang dan teruji. Inilah yang kemudian menjadi penyelamat bagi Samsung saat ini, karena mereka bisa memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi opsi yang andal, bahkan saat kompetisi di ranah teknologi tercanggih sedang memanas.

Keputusan Elon Musk ini tidak hanya menjadi buah bibir di kalangan teknokrat, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi dan keberanian untuk beralih mitra adalah kunci dalam industri yang dinamis seperti sekarang. Dengan menaruh kepercayaan pada Samsung, Musk seolah mengirim pesan bahwa inovasi tidak harus selalu bergantung pada satu pemasok tunggal. Terlebih lagi, ketika sebuah produk seperti Neuralink memiliki konsekuensi langsung terhadap kehidupan manusia, faktor keandalan dan konsistensi produksi menjadi jauh lebih penting daripada sekadar gengsi teknologi.

Di sisi lain, publik pun mulai bertanya-tanya bagaimana dampak dari perpindahan ini terhadap persaingan di industri semikonduktor global ke depannya. Akan sangat menarik untuk menyaksikan apakah TSMC akan merespons dengan mengoptimalkan kembali kapasitas mereka atau justru membiarkan Samsung mencuri panggung di segmen-chip khusus seperti Neuralink. Yang jelas, peperangan di ranah ini tidak hanya tentang siapa yang memiliki teknologi terkecil, tetapi juga tentang siapa yang paling mampu mempertahankan kepercayaan klien.

Samsung sendiri tentu tidak tinggal diam. Mereka sangat antusias menyambut kepercayaan baru ini, karena ini merupakan pengakuan atas kemampuan manufaktur mereka di level global. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan telah mempersiapkan berbagai lini produksi khusus untuk memastikan bahwa chip generasi keempat ini dapat diproduksi tanpa cacat dan tepat waktu. Mereka sadar betul bahwa ekspektasi yang disematkan oleh Musk dan tim Neuralink sangatlah tinggi.

Sementara itu, Neuralink selaku pengembang utama teknologi ini juga terus bergerak cepat. Setelah berhasil menarik perhatian dunia dengan uji coba pada hewan dan kemudian manusia, kehadiran chip generasi baru yang mampu melakukan bidirectional communication antara otak dan perangkat ini diyakini akan membawa revolusi besar di bidang medis. Bukan hanya untuk mengembalikan penglihatan, tetapi juga untuk membantu pasien dengan kelumpuhan total agar bisa berkomunikasi dan mengendalikan lingkungan sekitarnya menggunakan pikiran.

Para peneliti dan ilmuwan saraf pun menyambut baik langkah ini. Mereka menilai bahwa meskipun masih butuh waktu panjang untuk uji klinis yang komprehensif, adanya dorongan dari sektor teknologi swasta seperti yang dilakukan Musk sangat penting untuk mempercepat laju inovasi. Jika semua berjalan sesuai rencana, kita mungkin akan segera melihat babak baru dalam dunia pengobatan saraf yang selama ini hanya ada di film-film fiksi ilmiah.

Tak hanya dari sisi medis, keputusan Musk berpindah ke Samsung juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Industri semikonduktor Korea Selatan langsung merasakan angin segar dengan melonjaknya kepercayaan investor terhadap saham-saham teknologi di negara tersebut. Sebaliknya, TSMC mungkin harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan dominasinya dan memastikan tidak ada klien besar lain yang bernasib sama dengan Neuralink.

Mengingat jadwal produksi uji coba yang sudah ditetapkan pada paruh pertama tahun 2027, maka waktu yang tersisa saat ini menjadi sangat krusial. Kedua belah pihak, baik Samsung maupun Neuralink, harus segera menyelesaikan berbagai tahap desain dan validasi agar proses produksi bisa dimulai tanpa hambatan teknis yang berarti. Tentu saja, kegagalan dalam tahap ini bisa berakibat fatal dan mencoreng reputasi kedua perusahaan.

Meski begitu, keyakinan Musk terhadap Samsung sepertinya tidak mudah goyah. Ia telah melihat sendiri bagaimana mitranya ini mampu menghadirkan solusi untuk chip AI6 dan AI6.5 yang digunakan dalam sistem penggerak otomatis mobil-mobil Tesla. Kini, dengan tantangan yang lebih besar di ranah medis, ia justru terlihat semakin percaya diri dengan keputusannya tersebut.

Di balik semua itu, kita juga tidak bisa mengabaikan faktor geopolitik dan rantai pasok global yang terus berubah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kebijakan insentif manufaktur di berbagai negara, turut mempengaruhi dinamika pemilihan mitra seperti ini. Kehadiran Samsung sebagai opsi yang lebih “netral” secara geopolitik mungkin juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Musk.

Dengan segala dinamika yang terjadi, satu hal yang pasti: industri semikonduktor global sedang berada di titik balik yang sangat menarik. Perpindahan ini bukan hanya sekadar ganti pemasok, tetapi juga merupakan pertaruhan besar bagi masa depan teknologi antarmuka otak-komputer. Dunia pun akan terus mengawasi setiap langkah yang diambil oleh Elon Musk dan Samsung dalam mewujudkan chip canggih ini.

Maka, bersiaplah untuk menyaksikan babak baru dalam persaingan sengit antara dua raksasa semikonduktor dunia. Dan kita pun tidak sabar menunggu apakah chip Neuralink Gen-4 ini benar-benar akan menjadi terobosan yang mengubah hidup jutaan manusia di masa depan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Teknologi
Previous Post

Bawa Sensor 1 Inci dan Perekaman 8K, Insta360 Luna Ultra Kini Bisa Dibeli di Indonesia

Next Post

Lebih Tipis dan Lebih Tangguh, Tecno Spark 50 Pro Kini Resmi Diperkenalkan ke Publik

Next Post
Bawa Sensor 1 Inci dan Perekaman 8K, Insta360 Luna Ultra Kini Bisa Dibeli di Indonesia

Lebih Tipis dan Lebih Tangguh, Tecno Spark 50 Pro Kini Resmi Diperkenalkan ke Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Paten HEVC Jadi Masalah, Asus dan Acer Dilarang Jualan di Jerman

Paten HEVC Jadi Masalah, Asus dan Acer Dilarang Jualan di Jerman

7 months ago
MPL S16:  Derby Onic vs Evos Bikin Panas!

MPL S16: Derby Onic vs Evos Bikin Panas!

11 months ago
Serangan Hacker ke Bank APAC Meningkat Drastis, Akamai Andalkan Edge Computing dan A

Serangan Hacker ke Bank APAC Meningkat Drastis, Akamai Andalkan Edge Computing dan A

3 months ago
Realme P4 Power 5G Resmi Rilis, Bawa Baterai Titan 10.001 mAh dan Harga Terjangkau

Realme P4 Power 5G Resmi Rilis, Bawa Baterai Titan 10.001 mAh dan Harga Terjangkau

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In