Jakarta, Olympic.or.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia kecerdasan buatan! OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, kabarnya sudah menyetujui kesepakatan fantastis dengan startup pembuat chip, Cerebras. Nilainya? Lebih dari USD 20 miliar atau setara Rp 342 triliun! Dana sebesar itu akan mereka gelontorkan selama tiga tahun ke depan. Tujuan utamanya: menyewa server yang ditenagai chip buatan Cerebras.
Berdasarkan laporan The Information, kesepakatan bernilai selangit ini tidak hanya berhenti di situ. Lebih menarik lagi, pembuat ChatGPT tersebut juga berpotensi mendapatkan porsi kepemilikan saham di tubuh Cerebras. Jadi, selain menyewa server, OpenAI juga bisa ikut memiliki perusahaan chip ini. Keren, kan?
OpenAI Memacu Mesin Perang AI-nya
Langkah agresif ini langsung mereka ambil saat persaingan kecerdasan buatan global sedang memanas. OpenAI tengah berjuang keras untuk memimpin perlombaan tersebut. Mereka harus memenuhi lonjakan permintaan yang luar biasa besarnya. Sebagai gambaran, pada Januari lalu, perusahaan sebenarnya sudah menyepakati pembelian kapasitas komputasi hingga 750 megawatt. Nilai kesepakatan awal itu pun sudah fantastis, lebih dari USD 10 miliar.
Namun, komitmen investasi terbaru ini benar-benar memecahkan rekor. Jumlahnya dua kali lipat lebih besar dari kesepakatan awal yang sempat dilaporkan sebelumnya. Lonjakan angka ini dengan jelas menyoroti satu hal: selera industri teknologi terhadap daya komputasi semakin menggebu-gebu. Mereka sangat butuh kekuatan komputasi untuk menjalankan inferensi model AI. Tanpa daya komputasi raksasa, AI secanggih apa pun tidak akan bisa bekerja optimal.
OpenAI Kebagian Saham, Cerebras Dapat Nafas Baru
Melalui kesepakatan anyar yang menggiurkan ini, OpenAI akhirnya akan menerima kepemilikan saham minoritas di Cerebras. Porsi kepemilikan tersebut bahkan berpotensi terus meningkat. Sebab, pengeluaran OpenAI di masa mendatang diprediksi akan terus bertambah. Mereka tidak main-main dalam membangun ekosistem AI sendiri.
Tidak berhenti sampai di situ! OpenAI juga setuju untuk menyuntikkan dana segar sekitar USD 1 miliar. Uang sebesar itu mereka alokasikan khusus untuk mendanai pembangunan pusat data baru. Pusat data inilah yang nantinya akan menjalankan berbagai produk kecerdasan buatan milik OpenAI. Bayangkan, server-chip plus pusat data baru—semuanya mereka siapkan demi mengalahkan Nvidia.
Para analis bahkan memprediksi total pengeluaran OpenAI selama tiga tahun ke depan bisa menembus angka USD 30 miliar. Angka raksasa ini ternyata dapat mereka konversikan menjadi kepemilikan saham. Potensinya mencapai hingga 10 persen saham di startup chip tersebut. Wah, bukan jumlah yang kecil untuk sebuah perusahaan rintisan!
Kemitraan Strategis yang Menguntungkan Kedua Pihak
Kemitraan strategis dengan OpenAI ini diyakini banyak pihak sebagai kunci penting bagi upaya Cerebras untuk segera melantai di bursa saham publik. Perusahaan pembuat chip AI ini sudah menargetkan pencatatan saham perdana (IPO) pada kuartal kedua tahun ini. Dengan dukungan dari OpenAI, kepercayaan investor publik pasti akan melonjak.
Startup yang bermarkas di Sunnyvale, California ini memang punya nilai jual tinggi. Terakhir kali, valuasi mereka tercatat sebesar USD 23,1 miliar. Mereka bahkan berencana meraup dana segar sebesar USD 3 miliar dalam penawaran saham bulan depan. Target valuasinya pun ambisius, yaitu menyentuh angka USD 35 miliar. Luar biasa!
Didirikan pada tahun 2015, Cerebras kini dikenal luas berkat inovasi produk chip andalannya. Mereka mengusung teknologi wafer-scale engine yang berani bersaing langsung dengan Nvidia. Menariknya, bos OpenAI, Sam Altman, rupanya juga tercatat sebagai salah satu investor awal di perusahaan keras ini. Demikian dikutip dari laporan Reuters, Sabtu (18/4/2026).
Persaingan Chip AI Kian Panas
Dengan suntikan dana sebesar Rp 342 triliun plus potensi kepemilikan saham, OpenAI dan Cerebras kini resmi menjadi pasangan strategis yang berbahaya bagi Nvidia. Mereka tidak hanya sekadar menyewa server, tetapi juga membangun aliansi jangka panjang. Sementara itu, rencana IPO Cerebras semakin matang dengan dukungan penuh dari raksasa AI dunia. Satu hal yang pasti: peta persaingan industri chip untuk kecerdasan buatan akan segera berubah. Kita tunggu saja kejutan selanjutnya dari OpenAI dan Cerebras!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










