Monday, October 5, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Amerika Resmi Ubah Istilah AI Menjadi ‘Super Intelligence’ di Seluruh Lembaga AS

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
October 5, 2026
in Berita
0
Amerika Resmi Ubah Istilah AI Menjadi ‘Super Intelligence’ di Seluruh Lembaga AS
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id — Keputusan menggemparkan baru saja meluncur dari Istana Kepresidenan Amerika Serikat, di mana Presiden Donald Trump secara resmi menghapus panggilan legendaris Artificial Intelligence (AI) dan menggantinya dengan nama baru yang jauh lebih garang, yaitu Super Intelligence (SI), untuk digunakan di seluruh jajaran birokrasi federal Negeri Paman Sam.

Langkah drastis ini disahkan langsung oleh Trump melalui penandatanganan sebuah Perintah Eksekutif (Executive Order) yang sangat menghebohkan publik pada hari Selasa, 29 September 2026.

Related posts

PANDI Hadirkan AI SIRT: Wadah Konsultasi dan Penanganan Insiden AI di Indonesia

Table of Contents

Toggle
    • PANDI Hadirkan AI SIRT: Wadah Konsultasi dan Penanganan Insiden AI di Indonesia
    • Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li
  • Bikin Penasaran! Mengapa Istilah AI Mendadak Dibuang dan Diganti Menjadi Super Intelligence?
  • Gebrakan Baru! Pemerintah Amerika Serikat Mulai Menyusun Definisi Hukum Baku untuk Super Intelligence

PANDI Hadirkan AI SIRT: Wadah Konsultasi dan Penanganan Insiden AI di Indonesia

October 4, 2026
Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li

Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li

October 1, 2026

Melalui instruksi mutlak tersebut, seluruh departemen, kementerian, hingga lembaga pemerintah AS kini mendapatkan arahan tegas untuk membuang jauh-jauh sebutan “Artificial Intelligence” maupun singkatan “AI”, lalu menggantikannya dengan frasa “Super Intelligence” dan akronim “SI” dalam setiap naskah dinas, rilis pers, serta dokumen komunikasi resmi kenegaraan.

Kendati demikian, pergeseran terminologi yang bikin melotot ini sebenarnya sama sekali tidak mengubah fondasi legal maupun spesifikasi teknis dari sistem kecerdasan itu sendiri, lantaran otoritas AS tetap mengacu pada koridor dan batasan hukum teknologi yang sudah tercantum rapi dalam perundang-undangan federal saat ini.

Oleh sebab itu, dalam payung aturan yang baru diluncurkan ini, frasa “Super Intelligence” beserta akronim “SI” untuk sementara waktu mendefinisikan kelompok teknologi yang identik dengan payung hukum Section 9401(3), Title 15, United States Code.

Di sisi lain, naskah perintah eksekutif tersebut secara gamblang menegaskan alasan di balik manuver spektakuler ini, yakni karena label “super intelligence” dianggap jauh lebih mumpuni dalam mengekspresikan lompatan eksponensial kemampuan teknologi modern yang kini bertindak jauh melampaui batas sekadar menirukan atau mengotomatisasi pekerjaan rutin manusia.

“Seiring kemampuan inovasi ini yang terus melesat tanpa henti, teknologi canggih tersebut semakin membuktikan secara nyata bahwa kita tidak lagi berhadapan dengan sekadar kecerdasan buatan biasa, melainkan sedang melangkah mantap memasuki fajar era baru Super Intelligence,” bunyi petikan tegas dalam lembaran dokumen perintah eksekutif tersebut.

Terlebih lagi, saat memberikan keterangan resmi di hadapan para wartawan media massa, Trump menegaskan dengan penuh percaya diri bahwa terminologi yang dipakai oleh Pemerintah Federal sudah sepatutnya memancarkan kekuatan transformatif dari teknologi ini serta membuka peluang tanpa batas bagi seluruh rakyat Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari laporan Politico.

“Kita semua tentu menyepakati satu hal penting, yaitu bahwa kecerdasan luar biasa ini bukanlah sesuatu yang artifisial atau buatan belaka,” lanjut Trump secara mantap untuk memperkuat argumennya.

Bikin Penasaran! Mengapa Istilah AI Mendadak Dibuang dan Diganti Menjadi Super Intelligence?

Menjawab rasa penasaran publik, pihak Istana Gedung Putih secara terbuka menjelaskan bahwa label Artificial Intelligence kini sudah dianggap usang serta tidak lagi memadai untuk menggambarkan kehebatan dan lompatan performa sistem kecerdasan generasi paling mutakhir.

Menurut pandangan objektif para pejabat tinggi pemerintah AS, deretan sistem kecerdasan terkini tidak cuma bertugas meniru atau mengotomatisasi kemampuan manusia dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu, melainkan sudah menjelma menjadi mesin pendorong yang mampu memperluas kapasitas berpikir manusia serta memantik lahirnya bentuk-bentuk kreativitas baru di ranah riset sains ilmiah dan bidang kedokteran modern.

Maka dari itu, jajaran pemerintahan Trump menyimpulkan bahwa terminologi Super Intelligence menjadi sebutan yang jauh lebih presisi, dramatis, dan proporsional untuk memotret realitas pesatnya perkembangan teknologi masa kini.

Di samping itu, pengadopsian frasa Super Intelligence juga menjadi bagian integral dari agenda strategis pemerintahan Trump dalam mempertahankan posisi tawar Amerika Serikat sebagai pemimpin tunggal dalam peta persaingan dan adopsi teknologi dunia, mengingat Gedung Putih selalu memosisikan AS sebagai pelopor terdepan dalam pengembangan teknologi masa depan.

Lebih lanjut, regulasi eksekutif ini mencakup spektrum komunikasi yang sangat luas di lingkungan kerja pemerintah federal, di mana seluruh departemen dan instansi diwajibkan menyisipkan istilah “Super Intelligence” dan “SI” dalam persuratan resmi, pidato publik, situs web kenegaraan, laporan berkala, dokumen arah kebijakan, hingga berkas-berkas nonstatutori lainnya.

Bahkan, instruksi tersebut juga melarang keras para birokrat untuk menggunakan kembali istilah “Artificial Intelligence” maupun “AI” dalam setiap konteks pekerjaan formal yang masuk ke dalam ruang lingkup perintah eksekutif ini.

Namun begitu, pemerintah memberikan pengecualian khusus untuk dokumen-dokumen yang sudah terbit sebelum aturan ini disahkan—seperti lembaran regulasi terdahulu, naskah kontrak kerja sama, berkas hibah, serta arsip dokumen bersejarah—yang dinyatakan tetap berlaku tanpa perlu mengalami revisi kata.

Dengan kata lain, perombakan istilah berskala nasional ini pada dasarnya hanya mengikat jajaran eksekutif di internal pemerintah AS semata, sementara perusahaan-perusahaan teknologi swasta maupun masyarakat awam sama sekali tidak diwajibkan untuk ikut mengganti sebutan AI menjadi SI.

Gebrakan Baru! Pemerintah Amerika Serikat Mulai Menyusun Definisi Hukum Baku untuk Super Intelligence

Tidak berhenti pada perombakan istilah di atas kertas saja, Presiden Trump juga langsung memerintahkan pejabat Assistant to the President for Science and Technology (APST) untuk segera merumuskan draf usulan definisi federal resmi bagi istilah Super Intelligence dan SI.

Draf proposal formulasi definisi baru tersebut wajib diserahkan oleh tim APST secara langsung kepada presiden dalam tenggat waktu yang sangat singkat, yakni paling lambat 60 hari terhitung sejak perintah eksekutif resmi ditandatangani.

Selanjutnya, tim pemerintah akan mengevaluasi secara mendalam apakah definisi anyar tersebut memerlukan amandemen terhadap definisi AI yang sudah mengikat dalam undang-undang federal, termasuk membuka opsi penyesuaian pada berbagai pasal regulasi yang masih memakai sebutan Artificial Intelligence atau AI.

Langkah taktis ini memperlihatkan secara gamblang bahwa keputusan merilis istilah baru tersebut bukan sekadar permainan kata-kata atau gimik komunikasi publik dari jajaran birokrasi pemerintah.

Sebaliknya, pemerintahan Trump benar-benar membuka peluang lebar untuk membangun tatanan definisi federal baru yang secara khusus dan sah mengadopsi frasa Super Intelligence dalam sistem hukum mereka.

Bahkan, tepat pada hari diluncurkannya aturan tersebut, Trump langsung menggelar hajatan besar berupa jamuan makan malam eksklusif bersama para petinggi dan CEO perusahaan teknologi terkemuka di Gedung Putih dengan mengusung tema utama “Super Intelligence”.

Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa agenda pertemuan kelas atas ini merupakan bagian dari langkah nyata pemerintah untuk memicu akselerasi serta mendominasi perkembangan teknologi masa depan di tanah air mereka, sebagaimana dihimpun dari laporan media Politico.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: aiASSuper Intelligence
Previous Post

Resmi Diluncurkan, Poco C95 Pro Jadi Kembaran Redmi 17 4G Berbaterai Jumbo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Cloudflare Bakal ‘Mati’ di RI? Ancaman Komdigi

Cloudflare Bakal ‘Mati’ di RI? Ancaman Komdigi

11 months ago
Hapus Cache HP Android: Data Hilang atau HP Malah Mati?

Hapus Cache HP Android: Data Hilang atau HP Malah Mati?

11 months ago
Diduga Diculik Usai Berkenalan di Roblox, Dua Remaja Florida Diselamatkan di Georgia

Diduga Diculik Usai Berkenalan di Roblox, Dua Remaja Florida Diselamatkan di Georgia

8 months ago
Izin Impor Chip Nvidia H200 dari AS Sudah Turun, 10 Perusahaan China Malah Urungkan Niat

Izin Impor Chip Nvidia H200 dari AS Sudah Turun, 10 Perusahaan China Malah Urungkan Niat

5 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Amerika Resmi Ubah Istilah AI Menjadi ‘Super Intelligence’ di Seluruh Lembaga AS
  • Resmi Diluncurkan, Poco C95 Pro Jadi Kembaran Redmi 17 4G Berbaterai Jumbo
  • Bisa Coba Pakaian Sebelum Beli, ChatGPT Resmi Hadirkan Fitur Uji Coba Busana Virtual

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Amerika Resmi Ubah Istilah AI Menjadi ‘Super Intelligence’ di Seluruh Lembaga AS

Amerika Resmi Ubah Istilah AI Menjadi ‘Super Intelligence’ di Seluruh Lembaga AS

October 5, 2026
Resmi Diluncurkan, Poco C95 Pro Jadi Kembaran Redmi 17 4G Berbaterai Jumbo

Resmi Diluncurkan, Poco C95 Pro Jadi Kembaran Redmi 17 4G Berbaterai Jumbo

October 5, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In