olympic.or.id — Wah, guys, bayangin lagi asyik scroll IG atau video call keluarga, tiba-tiba sinyal HP ilang total. Nightmare banget, kan? Itu yang lagi dialamin warga Sumatera Utara akhir-akhir ini gara-gara banjir bandang dan longsor yang datangnya kayak musim hujan ekstrem versi horor. Mulai Senin kemarin (24/11/2025), daerah seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, sampe Aceh dan Sumbar kena getahnya parah. Listrik padam, jalan rusak, dan yang paling bikin panik: jaringan telekomunikasi ambruk. Tapi tenang, Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) nggak tinggal diam. Mereka lagi kolplay bareng buat ngebalikin semuanya secepat kilat. Kita kupas yuk, biar lo pada update dan nggak panik lagi!

Oke, dulu cerita dulu soal bencana ini. Banjir bandang ini bukan main-main, bro. Hujan deras berhari-hari bikin sungai meluap, longsor datang silih berganti, dan air naik sampe atap rumah. Di Sumatera Utara aja, data dari Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kementerian Kominfo bilang ada 495 site Base Transceiver Station (BTS) yang mati suri. Itu loh, 5,15% dari total 9.612 BTS di provinsi itu! Bayangin, hampir 500 titik sinyal yang biasa bantu lo nelpon, kirim WA, atau streaming Netflix, tiba-tiba blackout. Dampaknya? Warga susah banget komunikasiin keadaan keluarga, minta bantuan, atau bahkan koordinasi evakuasi. Di Aceh dan Sumbar juga kena, dengan puluhan site down karena listrik dari PLN putus total. Hasilnya, kualitas jaringan turun drastis – dari yang biasa 4G/5G mulus, jadi cuma E atau bahkan nol bar. Parahnya, ini nggak cuma ganggu hiburan, tapi juga urusan darurat seperti laporan medis atau info update dari BMKG.

Nah, di tengah chaos ini, Telkomsel langsung gerak cepat kayak superhero. Mereka nggak cuma janji doang, tapi langsung kerahkan tim teknis ke lapangan. Bayangin, bro, timnya nyebrang sungai banjir, bawa genset dan baterai cadangan buat nyalain BTS yang mati. Sampai Kamis kemarin (27/11), udah 71,68% site di Sumut yang balik normal. Sisanya? Masih diprioritaskan, termasuk perbaikan fiber optik yang putus gara-gara longsor. Nurdianto, GM Region Network Operations & Productivity Area Sumbagut Telkomsel, bilang langsung ke media: “Kami ikut prihatin banget sama bencana ini. Maaf ya ke pelanggan atas gangguan sinyalnya. Tapi tim kami lagi full gas koordinasi sama pemerintah dan mitra buat pulihin jaringan secepat mungkin, biar lo pada bisa komunikasi lancar lagi.” Keren, kan? Mereka juga lagi pantau 24/7 lewat PMT Kominfo, pastiin nggak ada site yang kelewat. Buat lo pengguna Telkomsel di daerah rawan, coba cek coverage map di app mereka – biasanya ada update real-time soal status jaringan.

Sementara itu, IOH – alias Indosat yang udah merger sama Hutchison – juga nggak kalah sigap. Mereka fokus ke perbaikan jalur transport telekomunikasi, yang artinya kabel-kabel bawah tanah atau udara yang rusak akibat longsor. Tim teknisnya lagi nyebar sumber daya portable, seperti mobile BTS atau power bank raksasa buat site-site darurat. Agus Sulistio, EVP Head of Circle Sumatera IOH, cerita: “Kami empati banget sama saudara-saudara di sana. Tim kami lagi percepat perbaikan, termasuk operasionalin peralatan sementara di spot-spot kritis. Komitmen kami: layanan tetep jalan, dukung komunikasi pelanggan di masa sulit ini.” Hasilnya? Di Tapanuli Tengah dan sekitarnya, sinyal IOH mulai pulih, meski masih ada area yang butuh waktu extra karena akses jalan susah. Mereka juga kolab sama PLN buat prioritasin listrik ke infrastruktur telekom, biar nggak ada blackout ulang.
coba kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id
Yang bikin cerita ini makin inspiring: kolaborasi antara Telkomsel dan IOH. Biasanya kompetitor, tapi saat bencana, mereka join forces! Ini bagian dari arahan Menkomdigi Meutya Hafid, yang kemarin rapat darurat minta semua operator percepat pemulihan. “Jaringan telekom itu tulang punggung komunikasi nasional, apalagi di bencana,” katanya. Hasilnya, selain dua raksasa ini, Telkom Group juga ikut andil dengan perbaikan 4 STO di Sumut dan 13 di Aceh. Total, ratusan teknisi lagi kerja bakti, bawa drone buat survei, sampe helikopter kalau perlu. Estimasi? Sebagian besar site diprediksi normal dalam 48-72 jam ke depan, tergantung cuaca. Tapi, kalau hujan deras lagi, ya bisa molor – makanya, warga disarankan siapin plan B seperti radio darurat atau WiFi sharing.
Gimana dampaknya ke kehidupan sehari-hari? Bayangin aja, di Sibolga, anak muda yang biasa live streaming atau belajar online via Zoom, sekarang harus rela ke warnet jauh atau pinjem sinyal tetangga. Pedagang online di Tapsel susah update stok barang, sementara relawan SAR kesulitan koordinasi karena WA grup mati. Tapi, justru di saat kayak gini, telekomunikasi jadi penyelamat. Telkomsel dan IOH nggak cuma pulihin jaringan, tapi juga dukung program sosial seperti donasi pulsa gratis buat korban atau hotline bencana. Buat lo di luar Sumut, ini reminder buat kita: selain doa, yuk kontribusi. Bisa via Baznas atau langsung ke posko BNPB.
Ke depan, apa pelajarannya? Operator kayak Telkomsel dan IOH lagi dorong investasi infrastruktur tahan bencana, seperti BTS solar-powered atau kabel bawah tanah anti-longsor. Pemerintah juga lagi bahas regulasi baru buat prioritasin telekom di daerah rawan. Jadi, harapannya, kejadian kayak gini nggak bikin lumpuh total lagi. Sampai saat ini, update terbaru: 80% jaringan di Sumut udah stabil, dan tim masih on duty. Buat warga terdampak, stay safe ya, guys. Pantau berita resmi, jangan hoax, dan kalau sinyal balik, langsung kabarin keluarga.









