OLYMPIC.OR.ID — Bayangin nih, bro: lo lagi asyik scroll IG, tiba-tiba muncul diecast Ferrari SF-23 sekecil telapak tangan, tapi detailnya bikin lo ngerasa lagi berdiri di pit lane Monza. Itu bukan mimpi, itu rencana jahat Bburago buat bikin kultur Formula 1 nempel di DNA anak muda Indonesia!
Di tengah hiruk-pikuk Indonesia Diecast Expo (IDE) 2025 di ICE BSD akhir pekan kemarin, Eris Yang—bos besar Bburago Indonesia—nggak cuma datang buat numpang foto. Dia bawa misi: ubah diecast dari “mainan anak” jadi simbol gaya hidup yang bikin orang rela antre dari subuh.
Pasar Diecast Global Meledak, Indonesia Jadi Incaran

Data SM Research bikin mata melotot: pasar diecast dunia udah nyentuh US$11,2 miliar di 2024, dan diprediksi tembus US$15,9 miliar di 2030. Artinya? Tiap tahun ada tambahan duit segar 6,4% yang ngalir ke industri ini. Sementara segmen mainan & koleksi diecast bakal naik dari US$4,1 miliar (2025) jadi US$6,2 miliar (2035).
“Indonesia itu pasar paling gila di Asia,” kata Eris sambil nyeruput kopi di booth Bburago yang rame banget. “Komunitas kolektor di sini tumbuh kayak jamur di musim hujan. Dari yang dulu cuma segelintir orang di forum Kaskus, sekarang udah jadi gerakan budaya.”
Lisensi Resmi = Senjata Rahasia

Beda sama diecast abal-abal yang cuma mirip 70%, Bburago main di level dewa. Mereka pegang lisensi eksklusif dari Ferrari F1, Red Bull Racing, Mercedes-AMG Petronas, McLaren, sampe Aston Martin. Artinya? Tiap logo, tiap sponsor, tiap detail aero—semuanya 100% sesuai mobil asli yang dipake Charles Leclerc atau Max Verstappen.
“Realisme itu nomor satu,” tegas Eris. “Kita produksi 75 juta unit per tahun, tapi kualitasnya tetep premium. Harganya? Masih masuk kantong anak kuliahan yang nyicil pake GoPay.”
F1 Bukan Lagi Olahraga, Tapi Gaya Hidup
Kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id
Ingat era 2010-an pas F1 cuma ditonton bapak-bapak di kafe? Sekarang beda. TikTok penuh video reaction anak SMP pas Verstappen overtake di lap terakhir. Instagram Story cewek-cewek pada pamer diecast McLaren di feed aesthetic mereka.
“F1 sekarang lebih dari balapan,” ujar Eris sambil nunjuk diecast Red Bull RB20 yang baru rilis. “Ini soal lifestyle. Makanya kita taro foto pebalap di kemasan—biar yang beli bukan cuma fans hardcore, tapi juga yang pengen keliatan keren.”
Strategi Gerilya di Tanah Air
Bburago nggak main cantik doang. Mereka bakal:
- Roadshow komunitas – Dari Jakarta sampe Surabaya, bakal ada meet-up, workshop detailing, sampe lomba custom diecast.
- Kolaborasi lokal – Bayangin Bburago x seniman street art Jakarta bikin edisi spesial “Jakarta Night Race”?
- Retail takeover – Toys Kingdom, Kidz Station, sampe toko mainan di mall tier 3 bakal kebanjiran stok terbaru.
Diecast Bukan Mainan, Tapi Investasi
Eris cerita, ada kolektor yang beli diecast Ferrari F2004 Michael Schumacher tahun 2004 seharga Rp500 ribu. Sekarang? Nilainya udah 5x lipat. “Ini bukan belanja, ini investasi,” katanya sambil ketawa.
Mimpi Besar: F1 Mini di Setiap Rumah
Target Bburago? Dalam 3 tahun, tiap rumah tangga di kota besar punya minimal satu diecast F1 resmi. “Kita mau anak-anak Indonesia kenal F1 bukan dari game doang, tapi dari benda nyata yang bisa mereka pegang, foto, dan ceritain ke temen.”
Kesimpulan: Waktunya Koleksi Sebelum Kehabisan!
IDE 2025 cuma permulaan. Bburago udah nyiapin bom waktu: seriensi terbaru, event bulanan, dan kolaborasi yang bikin dompet lo auto terbuka.
Jadi, bro—masih mau bilang diecast cuma mainan anak kecil? Atau lo mau jadi bagian dari revolusi F1 yang lagi terjadi di rak-rak koleksi Indonesia









