Jakarta, Olympic.or.id – Siapa sangka, komponen yang selama ini dianggap “second thought” kini menjelma menjadi biang keladi mahalnya harga ponsel masa kini. Carl Pei, pendiri sekaligus CEO Nothing, baru saja mengungkap fakta mengejutkan yang bakal bikin para pecinta gadget geleng-geleng kepala. Menurut pria visioner ini, memori kini resmi menyandang predikat sebagai komponen termahal dalam proses produksi smartphone, bahkan berhasil menggeser posisi chipset yang selama ini dianggap sebagai komponen paling penting di sebuah ponsel. Sungguh sebuah perubahan dramatis yang terjadi begitu cepat di industri teknologi!

RAM dan Storage Kini Kuasai Separuh Biaya Produksi Ponsel
Lewat unggahannya di media sosial X (dulu Twitter) beberapa waktu lalu, Carl Pei, CEO Nothing dengan blak-blakan membeberkan realita pahit yang kini membelenggu para produsen ponsel. Ia menjelaskan bahwa biaya RAM dan storage saat ini telah menyantap lebih dari separuh total biaya material atau yang biasa dikenal dengan istilah bill of materials (BOM). Bayangkan, komponen yang dulu mungkin hanya menjadi pelengkap, kini telah berubah menjadi monster yang menggerogoti kantong para vendor ponsel. Sungguh kondisi yang sulit dibayangkan terjadi dalam waktu singkat!
Yang lebih mencengangkan lagi, lonjakan harga memori terjadi dengan kecepatan kilat dalam beberapa bulan terakhir. Saat Nothing tengah memproduksi Nothing Phone (4a) misalnya, biaya komponen memori disebut telah meroket hingga dua kali lipat. Dan celakanya, setelah peluncuran produk tersebut, harga komponen memori kembali melonjak dua kali lipat lagi. Betapa sulitnya situasi yang dihadapi para produsen ponsel saat ini, di mana mereka harus berjuang mati-matian untuk mempertahankan harga jual di tengah tekanan biaya produksi yang terus membengkak.
“Kini RAM dan storage dapat membentuk lebih dari 50 persen biaya material sebuah smartphone,” tulis Pei dalam cuitannya yang langsung viral. Saya pun terkaget-kaget membaca pernyataan ini, karena selama ini kita semua mengira chipsetlah yang memakan biaya terbesar. Ternyata asumsi kita selama ini keliru, dan fakta di lapangan menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda. Perubahan ini terjadi begitu cepat, membuat banyak pihak terkejut termasuk para analis industri sekalipun.
Ledakan AI Jadi Biang Kerok Melambungnya Harga Memori

Apa penyebab utama dari kenaikan harga yang begitu ekstrem ini? Ternyata, industri kecerdasan buatan (AI) menjadi biang keladi utamanya. Permintaan chip memori yang melonjak tinggi dari sektor AI telah menciptakan kelangkaan pasokan yang parah. Akibatnya, produsen smartphone harus saling sikut dan bersaing dengan sengit untuk mendapatkan kuota dari para pemasok. Ini seperti perang saudara di antara para vendor ponsel, di mana mereka harus berjuang keras demi memperebutkan jatah memori yang semakin terbatas.
Dalam kondisi yang serba sulit ini, para vendor ponsel tidak lagi bisa seenaknya membeli komponen sesuai kebutuhan mereka. Pasokan yang tersedia amat terbatas, sehingga mereka harus rela membayar harga yang jauh lebih tinggi untuk memperoleh memori yang dibutuhkan. Sungguh sebuah situasi di mana permintaan tinggi, namun pasokan terbatas, menciptakan jurang harga yang sangat dalam. Para produsen ponsel pun terpaksa harus merelakan sebagian keuntungan mereka demi tetap bisa memproduksi perangkat.
Carl Pei juga memprediksi bahwa tren kenaikan biaya komponen ini telah memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap harga jual smartphone baru. Sejak Februari 2026, banyak ponsel yang dirilis dengan harga sekitar 100 dollar AS atau setara Rp 1,8 juta lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya. Sungguh lonjakan harga yang terasa menyakitkan bagi kantong para konsumen, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.
Para pengamat industri pun turut mencatat fenomena serupa, di mana harga DRAM mengalami kenaikan yang sangat tajam sepanjang 2026. Ledakan kebutuhan AI benar-benar telah mengubah lanskap industri semikonduktor secara fundamental. Kenaikan tersebut diperkirakan menambah biaya produksi smartphone sekitar 10 hingga 30 persen tergantung pada spesifikasi perangkat, sebagaimana dirangkum dari Gizmochina. Ini berarti semakin tinggi spesifikasi memori yang digunakan, semakin besar pula kenaikan biaya yang harus ditanggung.
Jangan Tunda Beli Ponsel, Harga Bakal Makin Terbang!
Nothing sendiri menjadi salah satu vendor yang sudah terpaksa menaikkan harga produknya. Carl Pei memperkirakan dengan nada pesimistis, tren kenaikan harga smartphone masih akan berlanjut jika biaya komponen memori terus meningkat seperti saat ini. Para konsumen harus bersiap menghadapi kenyataan pahit bahwa ponsel impian mereka mungkin akan semakin sulit dijangkau di masa mendatang. Sungguh kabar buruk bagi kita semua yang gemar mengoleksi gadget terbaru.
Menyikapi kondisi yang mencemaskan ini, Carl Pei memberikan saran yang cukup mengejutkan kepada para konsumen. Ia menyarankan agar mereka yang berencana mengganti ponsel tidak menunda pembelian terlalu lama. Menurut dia, menunggu lebih lama justru berpotensi membuat konsumen harus membayar harga yang lebih mahal. Selain itu, mereka juga berisiko kehilangan berbagai program diskon yang sebelumnya umum ditawarkan oleh produsen maupun peritel.
Saya pribadi merasa rekomendasi Pei ini cukup masuk akal mengingat situasi yang terus memburuk. Jika tren kenaikan harga memori terus berlanjut, maka tidak ada kata yang lebih tepat selain “sekarang atau tidak sama sekali” bagi para konsumen yang ingin membeli ponsel baru. Program diskon dan promo yang dulu sering kita jumpai mungkin akan semakin langka di masa depan, seiring dengan meningkatnya biaya produksi yang harus ditanggung oleh para vendor.
Akhirnya, kita semua harus menerima kenyataan bahwa industri smartphone sedang menghadapi salah satu tantangan terbesarnya. Kenaikan harga memori yang dipicu oleh booming AI telah menciptakan efek domino yang dirasakan dari hulu ke hilir. Semoga situasi ini cepat membaik, sehingga kita bisa kembali menikmati ponsel berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat. Namun hingga saat itu tiba, kita harus bijak dalam merencanakan pembelian gadget dan tidak menunda terlalu lama jika memang benar-benar membutuhkannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









