Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Serangan Hacker ke Bank APAC Meningkat Drastis, Akamai Andalkan Edge Computing dan A

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
June 20, 2026
in Teknologi
0
Serangan Hacker ke Bank APAC Meningkat Drastis, Akamai Andalkan Edge Computing dan A
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Sektor perbankan dan lembaga keuangan di kawasan Asia Pasifik (APAC) kini berubah menjadi medan perang digital yang paling panas. Bayangkan saja, hampir setiap hari para peretas dunia maya terus mengincar celah keamanan sistem perbankan, dan frekuensi serangan ini semakin menggila seiring dengan menjamurnya layanan digital serta penggunaan API yang merambah ke mana-mana di industri finansial.

Serangan Hacker ke Bank APAC Meningkat Drastis, Akamai Andalkan Edge Computing dan A

Laporan keamanan terbaru dari raksasa keamanan siber Akamai mengungkap fakta mencengangkan bahwa sekitar 52 persen dari total serangan siber berbentuk distributed denial-of-service (DDoS) ternyata mengarah tepat ke sektor jasa keuangan. Ini bukan angka kecil, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, wilayah APAC telah memegang “gelar” sebagai daerah paling sering diserang selama empat tahun berturut-turut. Sungguh prestasi yang tidak membanggakan sama sekali bagi industri perbankan di kawasan ini.

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Table of Contents

Toggle
    • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
    • Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa
  • Akamai Perkuat Benteng Pertahanan dengan Infrastruktur AI Canggih

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

September 17, 2026

Lantas, bagaimana modus operandi para hacker ini? Serangan DDoS dilakukan dengan cara membanjiri layanan digital menggunakan trafik dalam jumlah yang sangat tidak wajar. Target utama mereka pun jelas, yakni mobile banking yang kita gunakan sehari-hari, portal perbankan online, hingga sistem pembayaran yang menjadi urat nadi transaksi keuangan. Ironisnya, meskipun dibanjiri oleh trafik yang luar biasa besar, para peretas justru mampu mengelabui sistem dengan lalu-lintas data yang tampak seolah-olah normal. Inilah yang membuat serangan ini begitu sulit dideteksi dan diblokir oleh sistem keamanan konvensional.

Tidak hanya volume serangan yang mencengangkan, Akamai juga menyoroti masalah klasik lainnya yaitu meningkatnya kompleksitas sistem digital perbankan itu sendiri. Saat ini, banyak bank yang mengoperasikan layanan berbasis aplikasi, ekosistem fintech yang saling terkait, serta API yang terhubung satu sama lain dalam sebuah jaring yang rumit. Alih-alih memudahkan, kondisi ini justru menciptakan lebih banyak pintu masuk bagi para penyerang, sehingga sistem menjadi semakin “mudah” ditembus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa di APAC, sektor perbankan dan fintech menjadi korban yang paling terdampak dengan masing-masing menyumbang angka 44 persen dan 38 persen dari serangan DDoS Layer 7. Terlebih lagi, sektor perbankan saja sudah mencakup 92 persen dari total serangan jaringan tingkat rendah di kawasan ini. Angka-angka ini jelas menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang membayangi industri keuangan di Asia Pasifik.

Yang lebih meresahkan lagi, Akamai mencatat adanya lonjakan aktivitas bot canggih hingga 147 persen pada akhir tahun 2025. Botnet berbasis kecerdasan buatan (AI) ini disebut semakin mampu meniru perilaku pengguna manusia dengan sangat meyakinkan, sehingga sistem keamanan tradisional kesulitan membedakan mana yang manusia dan mana yang mesin. Dengan kemampuan ini, para peretas dapat dengan mudah menyusup ke dalam sistem tanpa terdeteksi.

Di sisi lain, banyak organisasi keuangan masih belum memiliki visibilitas penuh terhadap API yang mereka gunakan sehari-hari. Kondisi ini jelas menciptakan “blind spot” atau titik buta keamanan yang dengan senang hati dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Jika institusi tidak mengetahui API mana yang sedang berjalan, mana yang mengekspos data sensitif, atau bagaimana perilaku normal dari sistem mereka, maka institusi tersebut sebenarnya sudah beroperasi dengan tingkat risiko yang sangat tinggi.

“Jika sebuah institusi tidak mengetahui API mana yang ada, mana yang mengekspos data sensitif, atau bagaimana perilaku normalnya, maka institusi tersebut sudah beroperasi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi,” tegas Reuben Koh, Director of Security Technology and Strategy APJ di Akamai dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis (18/6/2026). Ia menambahkan bahwa tanpa pemahaman yang jelas terhadap sistem digital yang digunakan, risiko keamanan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan layanan digital perbankan.

Akamai Perkuat Benteng Pertahanan dengan Infrastruktur AI Canggih

Di tengah badai ancaman siber yang kian mengganas, Akamai tidak tinggal diam. Perusahaan ini justru memperkuat strategi bisnisnya di kawasan Asia Pasifik dengan fokus utama pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi edge. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan akan keamanan yang lebih adaptif dan responsif terhadap serangan yang semakin canggih.

Pencapaian Akamai di kawasan APAC pun terbilang impresif dengan mencatatkan pendapatan tahunan lebih dari 1 miliar dollar AS pada tahun 2025. Capaian ini menjadi titik penting dalam ekspansi perusahaan di kawasan tersebut dan menunjukkan kepercayaan pasar terhadap solusi keamanan yang ditawarkan.

Salah satu terobosan yang digencarkan Akamai adalah mendorong penggunaan AI yang lebih dekat dengan pengguna melalui pendekatan inferensi di edge. Ini berarti pemrosesan data dilakukan lebih dekat ke sumber data untuk mengurangi latensi dan meningkatkan kecepatan respons. Dengan cara ini, sistem dapat merespons ancaman secara lebih cepat dan efisien.

“Tantangan sesungguhnya pada saat ini adalah memastikan bahwa AI dapat berfungsi dengan baik di lingkungan nyata di mana latensi, skalabilitas, dan keandalan secara langsung memengaruhi pendapatan dan pengalaman pelanggan,” ujar Sean Li, Senior Vice President of Sales sekaligus Managing Director APAC Akamai. Menurutnya, dengan membawa proses AI lebih dekat ke pengguna, perusahaan dapat meningkatkan performa layanan seperti sistem rekomendasi, analisis video langsung, hingga layanan digital berbasis AI lainnya yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Namun, perjalanan menuju keamanan berbasis AI tidaklah mulus. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan arsitektur cloud tradisional yang tidak dirancang untuk pemrosesan AI real-time dalam skala besar. Oleh karena itu, pendekatan edge computing menjadi solusi yang dinilai lebih efektif untuk menjawab kebutuhan ini. Dengan infrastruktur yang tepat, pemrosesan AI dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman.

Untuk mewujudkan visi ini, Akamai mengandalkan jaringan cloud terdistribusi dan infrastruktur edge globalnya guna mendukung pemrosesan AI sekaligus meningkatkan keamanan secara menyeluruh. Strategi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang tidak hanya cepat tetapi juga aman dari berbagai ancaman siber yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Akamai menegaskan bahwa strategi ini juga mencakup penguatan keamanan pada beban kerja AI agar performa dan perlindungan dapat berjalan bersamaan. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu mengorbankan kecepatan demi keamanan, atau sebaliknya. Keduanya dapat berjalan selaras dalam satu kesatuan sistem yang kokoh.

“Saat AI mentransformasi cara bisnis beroperasi, Akamai merancang infrastruktur cerdas yang dibutuhkan untuk web agentik, membantu perusahaan membangun sistem yang tidak hanya berjalan secara teori, tetapi juga mampu bekerja dalam kondisi dunia nyata,” pungkas Li. Pernyataan ini menegaskan komitmen Akamai untuk terus berinovasi dalam melindungi sektor keuangan dari ancaman siber yang semakin kompleks dan berbahaya.

Dengan pendekatan yang mengombinasikan kecerdasan buatan dan komputasi edge, Akamai berharap dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif bagi bank-bank di Asia Pasifik, sehingga nasabah dapat bertransaksi dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus khawatir data mereka jatuh ke tangan yang salah.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Teknologi
Previous Post

Bos Nothing: Harga Komponen Memori Naik 2 Kali Lipat, HP Ikut Melambung

Next Post

Resmi Dirilis di China, OnePlus Pad 3 Pro Tawarkan Chipset Kelas Atas dan Konfigurasi RAM hingga 16 GB

Next Post
Serangan Hacker ke Bank APAC Meningkat Drastis, Akamai Andalkan Edge Computing dan A

Resmi Dirilis di China, OnePlus Pad 3 Pro Tawarkan Chipset Kelas Atas dan Konfigurasi RAM hingga 16 GB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Resmi Dirilis, Laptop Gaming 3D Lenovo Legion 9i Gen 10 Dijual Rp 99,9 Juta di Indonesia

Resmi Dirilis, Laptop Gaming 3D Lenovo Legion 9i Gen 10 Dijual Rp 99,9 Juta di Indonesia

9 months ago
OnePlus Perkenalkan Tablet Baru, Pad Go 2 Hadir dengan Layar Lebih Luas dan Baterai Lebih Tangguh

OnePlus Perkenalkan Tablet Baru, Pad Go 2 Hadir dengan Layar Lebih Luas dan Baterai Lebih Tangguh

9 months ago

Starlink Jatuh Tiap Hari, Bahaya Nggak Sih?

12 months ago
China Dominasi Olimpiade Robot Humanoid di Dunia

China Dominasi Olimpiade Robot Humanoid di Dunia

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In