Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Demi Efisiensi dan Kemandirian, Meta Bikin Sendiri 4 Chip Khusus AI

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
March 14, 2026
in Teknologi
0
Oracle Kurangi Karyawan Gegara AI: Begini Penjelasan Resmi Perusahaan
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Meta akhirnya buka-bukaan soal strategi besarnya di dunia kecerdasan buatan. Raksasa teknologi ini resmi mengumumkan kehadiran empat chip AI anyar buatan mereka sendiri pada Rabu (11/3/2026) waktu Amerika Serikat. Langkah ini jelas jadi sinyal keras bahwa Meta serius mau memangkas ketergantungannya pada pemasok chip pihak ketiga seperti Nvidia.

Table of Contents

Toggle
  • Bukan Sekadar Ikut-Ikutan, Tapi Buat Efisiensi Jangka Panjang
    • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
    • Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa
  • Tiga Chip Canggih Siap Guncang Data Center, Satu Lainnya Jadi Andalan Baru
  • Berani Tantang Nvidia? Ternyata Bukan Cuma Meta yang Gerilya

Bukan Sekadar Ikut-Ikutan, Tapi Buat Efisiensi Jangka Panjang

Keempat chip anyar ini masuk dalam keluarga Meta Training and Inference Accelerator (MTIA) yang pertama kali mereka perkenalkan ke publik pada tahun 2023. Meta menamai chip terbarunya ini dengan sebutan MTIA 300, MTIA 400, MTIA 450, dan MTIA 500. Semuanya dirancang untuk mendukung berbagai tugas berat terkait AI sekaligus menjadi tulang punggung ekspansi besar-besaran data center perusahaan.

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

September 17, 2026

Lantas kenapa Meta nekat bikin chip sendiri? Jawabannya sederhana: efisiensi dan kemandirian. Meta secara gamblang menyatakan bahwa dengan mengembangkan chip secara mandiri, mereka bisa memaksimalkan rasio harga terhadap performa di pusat data mereka. Dibandingkan hanya mengandalkan vendor pihak ketiga, cara ini jauh lebih menguntungkan.

“Kami juga mendapatkan lebih banyak keragaman dalam hal pasokan silikon. Hal ini sekaligus melindungi kami dari perubahan harga sampai batas tertentu,” ungkap Vice President of Engineering Meta, Yee Jiun Song, dengan percaya diri.

Tiga Chip Canggih Siap Guncang Data Center, Satu Lainnya Jadi Andalan Baru

MTIA 300 ternyata sudah lebih dulu meluncur beberapa pekan lalu. Chip ini didesain khusus untuk melatih model AI sederhana yang mengakomodasi tugas sehari-hari seperti sistem rekomendasi Meta. Song menjelaskan bahwa tugas-tugasnya mencakup hal-hal krusial seperti menampilkan konten yang relevan bagi pengguna. Selain itu, chip ini juga bertugas menayangkan iklan online ke orang-orang yang ada di platform naungan Meta, termasuk Facebook dan Instagram.

Sementara itu tiga saudaranya yang lain, yakni MTIA 400, MTIA 450, dan MTIA 500, bakal menyusul diluncurkan di waktu mendatang. Ketiga chip ini didesain untuk menangani tugas AI yang lebih canggih. Kemampuannya mencakup pembuatan gambar dan video berdasarkan perintah teks dari pengguna. Namun perlu dicatat, deretan chip ini tidak dipakai untuk melatih model AI dari awal.

MTIA 400 saat ini sedang dalam tahap final pengujian. Meta mengklaim chip ini bakal segera diterapkan di data center mereka. Sementara dua chip lainnya dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Ketiga chip terbaru ini akan dibekali bandwidth tinggi atau yang dikenal dengan high-bandwidth memory (HBM). Teknologi ini bertujuan menunjang tugas inferensi terkait AI generatif.

Soal kelangkaan komponen, Song mengklaim timnya telah mengamankan pasokan memori di tengah situasi global yang sulit. Namun ia masih enggan memberikan rincian lebih lanjut soal strategi pengadaannya. “Kami sangat khawatir terkait pasokan HBM. Tapi kami kira, kami telah mengamankan pasokan untuk proyek yang kami rencanakan,” ujar Song meyakinkan.

Menariknya, meskipun chip ini dikembangkan mandiri oleh Meta, proses produksinya tetap mereka serahkan kepada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Raksasa manufaktur asal Taiwan ini memang jadi mitra andalan banyak perusahaan teknologi untuk urusan fabrikasi chip.

Berani Tantang Nvidia? Ternyata Bukan Cuma Meta yang Gerilya

Selama ini mayoritas perusahaan teknologi termasuk Meta mengandalkan chip AI dari pemain besar seperti Nvidia. Meta sendiri tercatat rutin menggunakan GPU Nvidia untuk melatih model AI andalannya, Llama. Namun induk dari Facebook ini mulai menunjukkan taring dengan mengembangkan chip mandiri. Tujuannya jelas: agar tidak terus-terusan bergantung pada pihak ketiga seperti yang disampaikan Song.

Langkah ini seolah jadi tantangan terbuka bagi dominasi Nvidia di pasar chip AI. Pasalnya, hampir semua perusahaan besar seperti OpenAI dan Microsoft juga mengandalkan GPU Nvidia untuk mendukung kecerdasan buatan mereka. Meta sepertinya ingin membuktikan bahwa mereka bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Tapi Meta bukan satu-satunya yang bergerak ke arah ini. Google dan Amazon juga sudah lebih dulu mengembangkan chip application-specific integrated circuits (ASIC) mandiri untuk mendukung data center mereka. Dibandingkan GPU serbaguna yang umum dipakai untuk komputasi AI, ASIC biasanya berukuran lebih kecil dan lebih murah. Namun konsekuensinya, chip jenis ini hanya mampu menjalankan jenis tugas yang lebih terbatas.

Google tercatat sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan ASIC untuk AI. Mereka meluncurkan chip Tensor Processing Unit (TPU) pertamanya pada tahun 2015. Beberapa tahun kemudian, Amazon mengikuti langkah serupa dengan memperkenalkan chip kustom pertamanya pada 2018. Kedua raksasa ini kemudian mengintegrasikan chip AI buatan mereka ke dalam layanan komputasi awan. Dengan begitu, pelanggan mereka bisa turut memanfaatkan teknologi tersebut.

Meta pun tampaknya tak ingin ketinggalan kereta. Dengan kehadiran empat chip anyar ini, mereka siap bersaing di era baru komputasi AI. Pertanyaannya sekarang, akankah langkah Meta ini mampu menggoyang posisi kokoh Nvidia? Atau justru sebaliknya, mereka akan kesulitan mengejar ketertinggalan? Waktu yang akan menjawab.

Yang jelas, persaingan di industri chip AI bakal semakin memanas. Para raksasa teknologi berlomba-lomba menciptakan solusi mandiri demi efisiensi dan keamanan pasokan. Konsumen seperti kita hanya bisa menunggu gebrakan apa lagi yang bakal mereka hadirkan. Satu hal yang pasti, inovasi di bidang ini tak akan pernah berhenti. Dan Meta jelas ingin memastikan mereka tetap menjadi pemain utama di dalamnya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: ChipmetaTeknologi
Previous Post

Magic Layers Hadir di Canva, Memudahkan Pengguna Edit Gambar Tanpa File Asli

Next Post

TikTok Perkenalkan Fitur Play Full Song Menggunakan Teknologi MusicKit dari Apple

Next Post
Oracle Kurangi Karyawan Gegara AI: Begini Penjelasan Resmi Perusahaan

TikTok Perkenalkan Fitur Play Full Song Menggunakan Teknologi MusicKit dari Apple

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Eskalasi Siber di Timur Tengah, Handala Hack Team Klaim Bobol Data Intelijen Israel

Eskalasi Siber di Timur Tengah, Handala Hack Team Klaim Bobol Data Intelijen Israel

5 months ago
Google Perkenalkan Motion Assist untuk Android, Fitur Andalan Pengendali Mabuk Perjalanan

WhatsApp Sempat Lock Akun Pengguna Indonesia, Meta: Itu Cuma Gangguan Teknis Global

3 weeks ago
Turnamen Honor of Kings IKL Fall 2025! ini Jadwalnya!

Turnamen Honor of Kings IKL Fall 2025! ini Jadwalnya!

1 year ago
Sony Alihkan Produksi Pabrik Cakram PlayStation ke Mikro Optik dengan Investasi Rp 629 M

Sony Alihkan Produksi Pabrik Cakram PlayStation ke Mikro Optik dengan Investasi Rp 629 M

2 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In