Olympic.or.id — Bosan dengan asisten AI yang cuma bisa ngobrol di cloud? Manus AI, perusahaan agen AI asal China yang kini memindahkan basisnya ke Singapura, baru saja meluncurkan senjata rahasia baru yang bakal bikin kamu melongo. Namanya fitur “My Computer” , dan percayalah, ini bukan sekadar update biasa.
Jadi, begini ceritanya. Manus memperkenalkan fitur yang memungkinkan agen AI-nya bekerja langsung di komputer pengguna. Bukan di server awan, bukan di dunia maya yang abstrak, tapi nyata di perangkat yang kamu pakai sehari-hari. Dengan langkah berani ini, Mereka meruntuhkan tembok pemisah antara kecerdasan buatan di cloud dan perangkat lokalmu. Mereka benar-benar menjembatani keduanya.

Fitur My Computer ini mulai tersedia secara resmi melalui aplikasi Manus Desktop. Kabar baiknya, kamu yang setia dengan ekosistem MacOS maupun pengguna setia Windows, semuanya bisa kebagian jatah. Manus merancang fitur ini untuk semua kalangan. Mau kamu seorang profesional yang dikejar deadline, kreator yang butuh proses cepat, atau pengguna biasa yang ingin harinya lebih efisien, My Computer hadir untukmu.
Lantas, apa yang membuat My Computer berbeda dari agen AI lain? Jawabannya terletak pada keberaniannya masuk ke “dapur” komputer. Secara teknis, My Computer memberi Manus akses untuk memanfaatkan seluruh rangkaian alat command-line (CLI) dan sumber daya lokal yang selama ini hanya bisa diakses manusia. Bayangkan, melalui aplikasi Manus Desktop, agen AI ini bisa menjalankan instruksi CLI langsung di terminal komputermu. Kamu cukup mengetikkan perintah, dan Manus akan langsung bergerak. Simpel, cepat, dan revolusioner.
Dengan pendekatan ini, dunia baru terbuka lebar. Kamu bisa meminta untuk membaca dokumen panjang, menganalisis data rumit, mengedit file, bahkan menjalankan dan mengontrol aplikasi lokal. Pendekatan berbasis command line ini juga membuka pintu bagi otomatisasi tingkat dewa. Pengelolaan file yang membosankan atau eksekusi tugas kompleks kini bisa ia lakukan secara langsung, tanpa perlu kamu membuka satu per satu folder.
Bukan Sekadar Jago Kelola File, Tapi Jago Bikin Aplikasi Juga!
Kehadiran My Computer langsung memicu berbagai skenario penggunaan yang sebelumnya hanya mimpi. Contohnya dalam urusan berantakan di komputer. Kamu punya ribuan foto yang berserakan dalam satu folder? Mungkin koleksi foto buket bunga, tanaman hias, makanan, atau tempat wisata yang menumpuk tak karuan. Nah, saat ingin merapikan semuanya, kamu cukup memberi perintah santai seperti, “Hei Manus, tolong atur foto buket bunga saya.” Tanpa banyak tanya, Manus akan memindai seluruh file, mengenali isi setiap gambar dengan kecerdasannya, membuat kategori yang rapi, dan menyusunnya ke dalam subfolder secara otomatis. Beres dalam sekejap!
Tapi, kemampuannya tidak berhenti di situ. Buat para pengembang aplikasi, ini bakal jadi surga. Manus dapat memanfaatkan berbagai tools seperti Python, Node.js, hingga Swift untuk membantu proses coding. Bahkan, dalam sebuah contoh yang mereka tunjukkan, Manus mampu membuat aplikasi untuk penerjemah rapat secara real-time di perangkat Mac. Prosesnya ia lakukan melalui terminal dan hanya butuh waktu singkat. Bayangkan, sebuah AI yang bisa membuat aplikasi sendiri di komputermu!
Manfaatkan GPU dan Kendali Jarak Jauh: Komputer Diam Jadi Mesin Uang
Fitur My Computer juga cerdas dalam urusan sumber daya. Manus AI bisa memanfaatkan GPU lokal untuk menjalankan tugas berat seperti machine learning atau inferensi AI. Dengan pendekatan ini, perangkat yang jarang kamu sentuh, seperti PC tua atau Mac yang hanya jadi pajangan, bisa difungsikan sebagai sistem komputasi tambahan. Kamu bisa mengubahnya menjadi pekerja keras AI.
Bahkan lebih keren lagi, berdasarkan informasi dari laman resmi, selama perangkat dalam kondisi aktif dan aplikasi Manus Desktop berjalan, kamu bisa memberikan perintah dari perangkat lain. Iya, dari jarak jauh! Kamu di kantor bisa menyuruh komputer di rumah untuk menjalankan tugas berat. Ini benar-benar mengubah cara kita memandang sumber daya komputasi.
Manus juga mengintegrasikan My Computer dengan layanan yang sudah didukung sebelumnya, seperti Gmail dan Google Calendar. Skenarionya jadi mulus. Kamu bisa minta mencari file penting di komputer, lalu mengirimkannya ke emailmu secara otomatis. Semua tanpa kamu harus menyentuh mouse dan keyboard.
Jangan Khawatir, Kamu Tetap Bosnya!
Lalu, muncul pertanyaan besar: apakah ini aman? Apakah AI bisa bertindak semaunya di komputer pribadi? Manus sudah memikirkan hal ini dengan matang. Mereka menjelaskan, meskipun memiliki akses ke komputer lokal, setiap perintah yang ia jalankan tetap memerlukan persetujuan pengguna. Iya, kamu tetap pegang kendali penuh. Kamu bisa memilih untuk menyetujui perintah satu per satu atau memberikan izin otomatis untuk tugas-tugas tertentu yang kamu percayai. Jadi, kendali tetap berada di tanganmu, sang pemilik komputer.
Dengan hadirnya fitur My Computer, Manus secara dramatis memperluas peran agen AI. Mereka tidak lagi sekadar asisten berbasis percakapan yang hanya bisa menjawab pertanyaan. Kini, mereka menjelma menjadi sistem yang dapat mengeksekusi berbagai tugas nyata di perangkatmu. Ini lompatan besar dari sekadar chatbot menjadi cyber assistant yang benar-benar bekerja.
Penasaran bagaimana cara mencobanya? Tenang, langkah-langkahnya mudah kok. Kamu bisa mulai petualangan ini dengan mengikuti panduan berikut:
- Pertama, unduh aplikasi Manus Desktop dan masuk menggunakan akun Manus-mu.
- Kedua, klik fitur “My Computer” yang ada di dalam aplikasi, lalu tambahkan folder lokal yang ingin kamu berdayakan dengan Manus.
- Selanjutnya, pilih dan berikan izin pada folder tersebut. Ingat, kamu yang menentukan!
- Setelah itu, My Computer siap digunakan di perangkat PC atau Mac-mu. Selamat mencoba dan rasakan sendiri sensasi punya asisten AI yang benar-benar tinggal di komputermu!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









