Olympic.or.id – China kembali memamerkan terobosan yang sangat mencengangkan dunia dalam mengatasi rumitnya akses transportasi di kawasan terpencil. Oleh karena itu, demi mempermudah mobilitas harian warganya, terutama anak-anak sekolah yang terbiasa menantang bahaya di kawasan bertebing amat curam, Negeri Tirai Bambu ini nekat membangun lift kaca raksasa setinggi 288 meter.
Menariknya, wahana transportasi spektakuler bernama Fuyao Ladder ini terpasang memanjat tegak lurus pada dinding tebing vertikal yang sangat ganas di area Ngarai Besar Nizhuhe, Provinsi Yunnan, China.
Hebatnya, jalur vertikal lift modern tersebut sanggup melontarkan para penumpang dari dasar ngarai yang dalam hingga mencapai puncak tebing hanya dalam kurun waktu sekitar 50 detik saja.
Selanjutnya, lift Fuyao ini resmi memulai operasinya pada akhir Juli 2026. Selain menyajikan pergerakan yang amat cepat, para insinyur merancang kabin lift ini berukuran sangat luas sehingga mampu mengangkut total 81 penumpang sekaligus dalam sekali jalan.
Bahkan, Cai Xiong selaku ketua perusahaan konstruksi di balik proyek raksasa tersebut menegaskan bahwa Fuyao meluncur jauh lebih cepat sekaligus mengusung kapasitas hampir dua kali lipat dibanding lift lama yang sudah beroperasi sebelumnya di lokasi tersebut.
Tak hanya itu, Fuyao ternyata bukanlah satu-satunya wahana ekstrem yang berdiri kokoh di dinding Ngarai Besar Nizhuhe, sebab tepat di sampingnya terdapat lift Qingyun setinggi 268 meter yang sudah melayani warga lebih dulu sejak tahun 2022.
Kemudian, kedua lift megah ini saling terintegrasi dengan jaringan kereta gantung yang menghubungkan pemukiman Desa Nizhuhe di dasar ngarai hingga sampai ke kawasan dataran tinggi.
Dari Pertaruhan Nyawa 3 Jam Menjadi Perjalanan Santai 30 Menit!
Luar biasanya, warga setempat beserta para pelajar memanfaatkan kehadiran lift Fuyao dan Qingyun sebagai urat nadi transportasi harian mereka untuk menyeberangi jurang terjal.
Secara teknis, sarana transportasi ini mempermudah mobilitas masyarakat di sekitar wilayah Kota Xuanwei, tempat Sekolah Dasar Desa Guanzhai berdiri megah di ketinggian sekitar 1.650 meter di atas permukaan laut.
Sementara itu, lokasi Desa Nizhuhe sendiri berada sangat jauh tersembunyi, yakni lebih dari 500 meter di bawah bibir ngarai yang curam.
Padahal sebelum adanya lift ini, sekitar 20 anak sekolah dari desa-desa di sekeliling wilayah tersebut terpaksa harus merayap melintasi rute pegunungan terbuka yang sangat berbahaya demi mencapai sekolah, sampai-sampai sebagian dari mereka terpaksa harus menetap sebagai siswa asrama.
Memang, satu-satunya rute akses untuk menaiki bagian atas tebing pada masa lalu hanyalah jalan setapak pegunungan yang sangat curam, sempit, serta berkelok-kelok di atas jurang maut.
Bahkan di beberapa titik lintasan, para warga memahat pijakan tebing secara manual pada batu keras dengan pagar pengaman yang hanya mengandalkan rantai besi seadanya.
Akibat rute yang sangat menyiksa tersebut, perjalanan anak-anak sekolah sebelumnya membutuhkan waktu hingga lebih dari tiga jam. Namun setelah lift raksasa ini berdiri, waktu tempuh menuju sekolah kini dapat terpangkas secara drastis menjadi sekitar 30 menit saja.
Adapun skema rute perjalanan baru yang melintasi jalur ini dimulai dengan berjalan kaki santai sekitar 1 km dari rumah menuju area lift. Kemudian, para siswa naik menggunakan lift menuju puncak tebing lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta gantung hingga akhirnya tiba tepat di depan sekolah.
Di antara anak-anak yang kini rutin menggunakan lift Fuyao tersebut adalah Lei Xin (12 tahun), seorang pelajar asal Desa Nizhuhe yang menuntut ilmu di Sekolah Dasar Desa Guanzhai.
Setelah menjajal meluncur dengan lift Fuyao untuk pertama kalinya, Xin secara jujur mengakui bahwa sensasi menaiki lift baru ini terasa jauh berbeda jika dibandingkan dengan lift Qingyun.
“Ternyata lift Fuyao meluncur jauh lebih cepat dan terasa jauh lebih luas jika dibandingkan dengan Qingyun,” tutur Lei Xin mengekspresikan kekagumannya sebagaimana dikutip langsung dari Global People.
Berkah Pariwisata Raksasa: Ekonomi Warga Lokal Melonjak Drastis 4 Kali Lipat!
Di samping menjadi penyelamat akses mobilitas warga lokal, keberadaan lift yang menempel anggun di dinding tebing terjal tersebut rupanya juga sukses menyedot perhatian jutaan wisatawan untuk berkunjung ke Ngarai Besar Nizhuhe.
Bahkan sejak lift Qingyun beroperasi pada tahun 2022, kawasan wisata terpencil ini tercatat telah berhasil menyambut kedatangan lebih dari satu juta pengunjung dari berbagai penjuru.
Kemudian pada tahun 2025, pengelola membangun lift Fuyao yang menawarkan kapasitas ruang yang jauh lebih lapang. Apabila beroperasi secara bersamaan, kombinasi lift Fuyao dan Qingyun ini diklaim sanggup mengangkut total hingga 1.200 orang setiap harinya.
Melihat antusiasme publik yang begitu masif, Cai Xiong memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan ke wahana lift tebing ini bakal melampaui angka 600.000 orang pada tahun depan jika tren positif ini terus berlanjut. Bahkan, potensi pendapatan dari operasional lift diproyeksikan bakal menembus angka fantastis hingga 3 juta yuan (atau setara Rp 7,9 miliar).
Pada akhirnya, lonjakan arus wisatawan ini membuka begitu banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, sampai-sampai pada tahun 2025, angka pendapatan yang dibelanjakan oleh warga Desa Nizhuhe tercatat melonjak tajam hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan periode tahun 2022.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










