Jakarta, Olympic.or.id – Hayo, siapa di sini yang masih mikir teknologi blockchain dan aset digital cuma sekadar tren sesaat? Coba deh cek fakta terbaru! Pertumbuhan teknologi ini di Asia Tenggara ternyata udah mulai memasuki fase pemakaian nyata di kehidupan sehari-hari masyarakat. Bayangkan saja, mulai dari kirim uang lintas negara tanpa perantara, pembayaran digital yang super cepat, sampai penyimpanan aset pakai stablecoin—semuanya perlahan-lahan berubah menjadi aktivitas finansial yang lumrah kita lakukan setiap hari. Menarik banget, kan?
HACKATHON DIGELAR: Kolaborasi Rise In dan Stellar Siap Guncang Asia Pasifik!

Berangkat dari tren yang nggak bisa dipandang sebelah mata ini, Rise In langsung tancap gas berkolaborasi bareng Stellar Development Foundation. Mereka secara resmi meluncurkan program keren bertajuk APAC Stellar Hackathon 2026, yang ternyata udah dimulai sejak 14 Mei 2026 lalu. Wah, jangan sampai kelewatan ya!
Yang bikin program ini makin seru, mereka menargetkan event ini sebagai salah satu hackathon web3 terbesar se-kawasan Asia Pasifik. Rise In dan Stellar sengaja ngajak para developer, startup founder, sampai para builder dari berbagai negara buat bersama-sama membangun aplikasi keuangan digital berbasis blockchain. Bukan sekadar demo atau konsep doang, tapi aplikasi yang benar-benar bisa dipakai secara nyata oleh masyarakat luas. Keren banget, kan?
Kenapa Asia Tenggara Jadi Incaran Utama? Ini Jawabannya!
Lalu, kenapa sih Asia Tenggara dipilih jadi fokus utama? Jawabannya sederhana: kawasan ini dinilai sebagai salah satu pasar ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Coba bayangkan, regulasi aset digital di sejumlah negara di sekitar kita sekarang mulai berkembang lebih terbuka dan ramah inovasi. Selain itu, masyarakatnya juga makin sadar teknologi—penggunaan blockchain dan transaksi berbasis aset digital pun ikut meningkat pesat.
Indonesia, Vietnam, dan Thailand: Tiga Negara Kunci yang Sedang Panas!
Indonesia jadi salah satu negara yang paling disorot lho. Sejak Januari 2025, pengawasan aset kripto resmi dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini bikin ekosistem kripto di Tanah Air makin jelas dan terpercaya. Di sisi lain, Vietnam dan Thailand juga nggak mau ketinggalan. Kedua negara tersebut mulai membuka ruang regulasi yang lebih lebar bagi inovasi teknologi keuangan digital. Serunya, mereka saling berlomba-lomba menciptakan iklim yang kondusif buat para builder dan developer!
Data Chainalysis Bikin Melongo: Pertumbuhan Aktivitas On-Chain APAC Tercepat di Dunia!
Fakta menarik lainnya diungkap oleh laporan Chainalysis. Ternyata, kawasan APAC menjadi wilayah dengan pertumbuhan aktivitas on-chain tercepat di seluruh dunia, lho! Mereka mencatat volume transaksi kripto di kawasan ini melonjak hingga 69% secara tahunan. Angkanya bikin nggak percaya: mencapai US$2,36 triliun hanya dalam periode 12 bulan sampai Juni 2025. Gilak, kan? Ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata bahwa masyarakat Asia sudah mulai serius menggunakan teknologi blockchain.
Kata Country Lead Rise In Indonesia: “Asia Tenggara Bisa Jadi Pusat Inovasi Fintech Generasi Berikutnya!”
Menanggapi antusiasme yang luar biasa ini, Country Lead Rise In Indonesia, Kenny Rivaldi, dengan percaya diri menyampaikan pandangannya. Menurutnya, Asia Tenggara memiliki peluang besar untuk menjelma menjadi pusat inovasi teknologi finansial generasi berikutnya. Pernyataan itu disampaikannya pada Minggu (24/5/2026).
“Asia Tenggara punya potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan inovasi teknologi keuangan berikutnya,” ujar Kenny dengan penuh semangat. “Kami ingin Hackathon ini menjadi ruang lahirnya solusi-solusi yang tidak hanya menarik secara teknologi, tetapi juga benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Tegasnya, acara ini bukan sekadar ajang pamer coding, tapi lebih dari itu.
Bukan Sekadar Lomba! Program Ini Fokus Membangun Ekosistem Talenta Digital
Lebih lanjut, Kenny menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sekadar kompetisi teknologi biasa. Rise In dan Stellar punya misi besar: membangun ekosistem talenta digital di seluruh kawasan APAC. “Kami berharap semakin banyak developer muda dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara yang berani membangun produk digital dengan dampak nyata,” lanjutnya dengan optimis.
“Target kami bukan hanya menghasilkan proyek selama Hackathon berlangsung, tetapi juga membuka jalan agar solusi-solusi terbaiknya bisa terus berkembang setelah program selesai,” tutup Kenny. Pesan ini menunjukkan bahwa mereka serius mendukung keberlanjutan inovasi, bukan sekadar euforia sesaat.
Mau Bangun Aplikasi Pembayaran? Dompet Digital? DeFi? Semua Boleh!
Dalam hackathon seru ini, para peserta ditantang untuk mengembangkan berbagai solusi finansial berbasis blockchain yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan pengguna. Kategori apa saja yang menjadi fokus? Cuss, kita bahas satu per satu!
Pertama, ada aplikasi pembayaran lintas negara yang bisa memangkas biaya dan waktu transaksi. Kedua, dompet digital yang aman dan mudah digunakan sehari-hari. Ketiga, layanan remitansi atau kirim uang ke luar negeri tanpa ribet. Keempat, sistem penggajian berbasis stablecoin yang transparan dan anti-main mata. Kelima, aplikasi decentralized finance (DeFi) buat yang mau eksplorasi keuangan tanpa bank. Terakhir, berbagai solusi finansial berbasis mobile lainnya yang bisa memudahkan hidup masyarakat.
Peserta Wajib Terhubung dengan Ekosistem Stellar: Siap-siap Pakai Dompet Digital dan DeFi!
Nah, buat kalian yang berminat ikut, ada catatan penting nih. Rise In dan Stellar secara khusus mendorong peserta untuk membangun aplikasi yang terhubung dengan ekosistem blockchain Stellar. Jadi, kalian bisa memanfaatkan berbagai fasilitas canggih yang sudah tersedia, seperti dompet digital, protokol DeFi, hingga infrastruktur pembayaran yang sudah matang. Serunya, semua itu bisa langsung dipakai tanpa perlu membangun dari nol!
Siapa Saja Boleh Daftar: Developer, Mahasiswa, Startup Founder, hingga Masyarakat Umum!
Kabar baiknya, program ini terbuka untuk siapa saja, lho! Tidak hanya developer web3 profesional, mahasiswa yang penasaran sama blockchain juga dipersilakan mendaftar. Startup founder yang lagi mencari tantangan baru, engineer handal, sampai masyarakat umum yang tertarik membangun solusi teknologi finansial berbasis blockchain—semuanya punya kesempatan yang sama. Jadi, jangan ragu buat ikut serta!
Hadiahnya Bikin Melek: Total USD 60.000 atau Setara Rp970 Juta!
Nah, ini dia bagian paling seru! Selain kesempatan membangun jaringan internasional dengan para builder dari berbagai negara, peserta juga berpeluang mendapatkan total hadiah fantastis hingga USD 60.000. Hitung kasar dalam rupiah, angkanya sekitar Rp970 juta! Wah, hampir tembus 1 milyar, kan? Bayangkan, uang sebesar itu bisa menjadi modal awal yang luar biasa buat mengembangkan proyek kalian lebih lanjut.
Bukan Hanya Duit: Mentorship, Pelatihan, Sertifikasi, Sampai Grant Pengembangan Juga Disiapkan!
Tapi tunggu dulu, hadiah uang ternyata bukan satu-satunya keuntungan yang ditawarkan. Peserta terbaik nantinya akan memperoleh mentorship langsung dari para ahli di ekosistem Stellar. Mereka juga bakal dikasih pelatihan teknis yang mendalam, workshop developer bersama praktisi berpengalaman, serta sertifikasi resmi dari Rise In. Yang paling menarik: ada peluang mendapatkan dukungan lanjutan dan grant pengembangan proyek setelah hackathon usai. Jadi, karier kalian di dunia web3 bisa terus melesat!
Format Acara: Online Dulu, Offline di Tiga Negara!
Buat kalian yang khawatir lokasi, tenang saja. Hackathon ini akan berlangsung secara daring dengan rangkaian acara yang super lengkap. Panitia telah menyiapkan workshop seru, meetup komunitas yang hangat, hingga aktivasi kampus di tiga negara: Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Serunya lagi, program ini kemudian ditutup melalui final offline yang digelar serentak di ketiga negara tersebut. Jadi, kalian bisa merasakan sensasi kompetisi langsung tatap muka!
Sebelumnya Juga Sukses: Hack Pera Hackathon di Istanbul Libatkan Lebih dari 400 Developer!
Buat yang masih ragu dengan kredibilitas acara ini, perlu diketahui bahwa kolaborasi Rise In dan Stellar bukanlah kali pertama mereka beraksi. Sebelumnya, mereka telah melahirkan berbagai program developer di sejumlah negara. Salah satu yang paling sukses adalah Hack Pera Hackathon di Istanbul. Dalam event tersebut, mereka berhasil melibatkan lebih dari 400 developer dan menghasilkan puluhan proyek berbasis Stellar yang inovatif. Jadi, pengalaman mereka dalam menggelar hackathon berskala besar sudah teruji, ya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








