Olympic.or.id —Dunia game lagi ramai, bro! Delapan studio game asal Indonesia bikin gebrakan di ajang Tokyo Game Show (TGS) 2025, yang digelar di Makuhari Messe, Chiba, Jepang, pada 25 September 2025. Kerennya, mereka tampil di bawah payung “Games from Indonesia,” hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Indonesia dan Asosiasi Game Indonesia (AGI). Dari game horor penuh misteri sampai aksi kucing petarung, game-game ini bikin pengunjung TGS takjub. Penasaran? Yuk, kita intip satu per satu!
1. Separuh Interactive: Horor Misterius di Desa Terpencil

Pertama, ada Separuh Interactive dari Jakarta yang ngenalin Agni: Village of Calamity, game horor survival yang bikin bulu kuduk merinding. Di game ini, lo bakal jadi Agni, seorang penyelidik yang nyemplung ke desa terpencil penuh rahasia kelam. Belum rilis resmi, tapi udah bisa masuk wishlist di Steam, lho! Bayangin, petualangan seram dengan vibe lokal Indonesia, pasti bikin deg-degan.
2. Khuga Labs: Kucing Lucu, Tapi Galak!

Dari Malang, Khuga Labs bawa Khuga Bash!, game brawler yang udah rilis di Steam sejak 17 Mei 2024. Di sini, lo mainin kucing imut tapi jagoan, yang siap gebuk monster dengan gaya. Harganya cuma sekitar Rp50.000, murah banget buat game seasyik ini! Cocok buat lo yang suka aksi seru dengan sentuhan humor.
3. Gamecom Team: Petualangan Nakal di South Jayakarta
Gamecom Team juga nggak kalah keren dengan Troublemaker 2: Beyond Dream, yang baru rilis 15 September 2025 di Steam. Game ini ngajak lo ikutin petualangan Jordan dan Budi, duo yang bergabung dengan band Beyond Dream dan geng anak nakal Parakacuk di kota fiktif South Jayakarta. Dengan harga di bawah Rp200.000, game ini punya cerita seru dan gameplay yang bikin ketagihan.
4. Vifth Floor: Aksi Hack-n-Slash yang Brutal
Jakarta punya wakil lain, yaitu Vifth Floor, yang pamerkan Asbak, game hack-n-slash dengan aksi brutal. Bayangin ngehajar musuh dengan gaya penuh adrenalin! Game ini jadi salah satu sorotan di booth Indonesia karena gameplay-nya yang intens dan visual yang kece.
Sorotan Lain: Animisme, Xelo Games, Solestia Studios, dan Logic Thizen Studios
Selain keempat studio di atas, ada juga Animisme, Xelo Games, Solestia Studios, dan Logic Thizen Studios yang ikut meramaikan booth “Games from Indonesia.” Meski detail game mereka belum banyak diumbar, kehadiran mereka di TGS 2025 bukti kalau industri game Indonesia makin diperhitungkan di kancah global. Dari visual sampai gameplay, masing-masing studio bawa warna unik yang bikin pengunjung penasaran.
Prestasi Lain: Broomstick Exorcist Masuk Daftar Elite
Nggak cuma soal booth, ada kabar gembira lain dari TGS 2025. Broomstick Exorcist, game buatan studio Bandung, masuk daftar game indie terbaik di ajang ini! Ini prestasi besar buat Indonesia, apalagi game ini bawa nuansa lokal yang kental dengan sentuhan horor dan aksi yang bikin orang nggak bisa berhenti main.
Kenapa TGS 2025 Penting Buat Indonesia?
Tokyo Game Show bukan cuma pameran game biasa. Ini ajang bergengsi yang jadi barometer industri game dunia. Tahun ini, TGS 2025 bahkan catat rekor jumlah partisipan terbesar, jadi kehadiran delapan studio Indonesia di sini adalah langkah besar. Mereka nggak cuma unjuk gigi, tapi juga buktikan bahwa developer lokal bisa bersaing dengan nama-nama besar dari Jepang, Amerika, atau Eropa.
Kolaborasi Ekraf dan AGI juga patut diacungi jempol. Mereka nggak cuma bawa developer ke TGS, tapi juga kasih panggung buat talenta lokal buat go international. Dari game horor kayak Agni sampai aksi kocak di Khuga Bash!, game-game ini nunjukin keragaman kreativitas anak bangsa.
Industri Game Indonesia: Makin Naik Daun!
Industri game Indonesia lagi di jalur cepat. Menurut data dari AGI, jumlah developer game lokal terus bertambah, dan kualitasnya makin ciamik. Game kayak Dreadout 3, yang rencananya rilis 2026, juga jadi bukti kalau studio Indonesia bisa bikin game horor kelas dunia. Kehadiran di TGS 2025 ini kayak bensin buat semangat developer lokal buat terus berkarya.
Buat gamer Indonesia, ini saatnya bangga. Game-game ini nggak cuma buatan lokal, tapi juga bawa elemen budaya Indonesia yang bikin beda. Misalnya, nuansa desa terpencil di Agni atau vibe kota fiktif di Troublemaker 2, semuanya punya sentuhan khas yang bikin kita merasa “ini gue banget!”
kunjungi laman berita terkini di Exposenews.id , temukan berita terbaru dan menarik disana
Kehadiran Indonesia di TGS 2025 bukan akhir, tapi awal dari petualangan yang lebih besar. Dengan makin banyaknya studio lokal yang go global, peluang buat game Indonesia mendunia semakin terbuka. Buat lo yang suka main game, jangan lupa dukung karya anak bangsa. Coba mainin Khuga Bash! atau masukin Agni ke wishlist Steam lo. Siapa tahu, game-game ini bakal jadi hits berikutnya di dunia gaming!
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, dukung developer Indonesia dan pantau terus kiprah mereka di kancah internasional. Indonesia bukan cuma pemain, tapi juga penutup di panggung game dunia. Keren, kan?










