Olympic.or.id – Baru-baru ini, jagat ekonomi global mendadak heboh. Sosok bernama “Claude Mythos” kini menjadi buah bibir paling panas di kalangan pemimpin keuangan dunia. Bukan tanpa alasan, model kecerdasan buatan (AI) terbaru bentukan Anthropic ini bukan sekadar gadget canggih biasa. Faktanya, AI ini sudah memicu kekhawatiran luar biasa di hati para menteri keuangan, bankir, hingga pelaku industri finansial global. Mengapa? Sebab, para ahli menilai kemampuannya berpotensi mengoyak stabilitas sistem keuangan dunia. Lebih lanjut, kekhawatiran ini bahkan bergaung sampai ke forum internasional paling bergengsi, termasuk pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada April lalu. Di sana, Mythos menjadi topik paling krusial yang diperdebatkan para pemimpin ekonomi dunia.
Lantas, sebenarnya apa sih Claude Mythos itu? Kemampuan macam apa yang membuatnya begitu ditakuti? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Mythos? “Super Hacker” AI!

Menurut laporan The Guardian, Mythos merupakan model AI canggih yang menjadi fondasi berbagai alat, termasuk chatbot. Namun, jangan salah! Anthropic dengan gamblang menyebutnya sebagai ancaman serius bagi keamanan siber organisasi mana pun. Anthropic secara resmi mengumumkan keberadaan Mythos pada 7 April lalu. Akan tetapi, mereka menegaskan bahwa model ini tidak akan dirilis ke publik. Alasannya? Karena kemampuannya mengidentifikasi celah-celah tersembunyi dalam sistem IT yang bisa dieksploitasi peretas.
Yang lebih bikin bulu kuduk merinding, Mythos diklaim mampu mengidentifikasi sekaligus mengeksploitasi celah “zero-day”. Celah jenis ini merupakan kelemahan yang sama sekali belum diketahui pengembang maupun organisasi terdampak. Parahnya lagi, AI ini bisa melakukannya pada berbagai sistem operasi dan browser penting. Pihak Anthropic bahkan melaporkan bahwa beberapa celah yang ditemukan oleh Mythos sudah ada selama puluhan tahun tanpa pernah terdeteksi. Karena itu, mereka menyebut penemuan ini sebagai “momen bersejarah bagi keamanan siber”.
Seberapa Besar Ancaman Menurut Para Ahli? Jangan Panik Dulu!
Lembaga keamanan AI milik Inggris, AI Security Institute (AISI), sudah mengevaluasi Mythos. Mereka menyimpulkan bahwa model ini merupakan “peningkatan signifikan” dibanding model-model sebelumnya. Dalam uji coba yang dirancang AISI, Mythos berhasil menyelesaikan simulasi serangan siber 32 langkah secara utuh. Pencapaian ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan oleh model AI mana pun.
Meski demikian, sejumlah ahli mengingatkan kita agar tidak keburu panik. Perusahaan keamanan AI bernama Aisle menemukan fakta mengejutkan: model-model lain yang jauh lebih murah pun ternyata mampu mengidentifikasi celah serupa. Para ahli juga mengingatkan bahwa sebagian besar pelanggaran keamanan saat ini masih bersumber dari kelemahan konvensional, seperti autentikasi lemah atau celah lama yang belum ditambal. Banyak pihak bahkan mencurigai adanya unsur hype dalam cara Anthropic (startup yang ditaksir bernilai sekitar 800 miliar dolar AS) mempresentasikan kemampuan Mythos ke publik.
Respon Bank dan Regulator: Langsung Gerak Cepat!
Meskipun ada sindiran hype, kekhawatiran yang diungkap The Guardian nyatanya sudah mendapat respons konkret dari kalangan bankir dan regulator. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, langsung memanggil para bos bank-bank besar Amerika, termasuk Goldman Sachs dan Citi. Mereka menggelar rapat khusus untuk membahas risiko siber dari Mythos. Di Inggris, regulator juga dengan sigap memasukkan isu ini ke dalam agenda pertemuan Cross Market Operational Resilience Group. Forum tingkat tinggi ini melibatkan pejabat senior dari Treasury, Bank of England, Financial Conduct Authority, dan National Cyber Security Centre.
Menariknya, melalui inisiatif bernama Project Glasswing, sekitar 40 perusahaan besar diberikan akses awal untuk menguji model ini. Raksasa teknologi seperti Apple, Google, JP Morgan, Goldman Sachs, Amazon Web Services, Microsoft, dan Nvidia turut serta. Mereka menggunakan Mythos sebagai bagian dari sistem pertahanan siber mereka. Sayangnya, tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut memberikan pernyataan rinci tentang temuan mereka. Semua masih diselimuti misteri!
Begini Cara Kerja Mythos yang Bikin Bankir Ketar-Ketir!
Lalu, apa sih yang membuat mereka begitu cemas? Mythos merupakan bagian dari ekosistem AI Claude milik Anthropic. Perusahaan menyebutnya sebagai model paling mumpuni yang pernah mereka kembangkan. Menurut laporan, Mythos tidak hanya mampu menemukan bug lama. Lebih dari itu, AI ini bisa melakukan simulasi hingga eksekusi serangan siber secara otomatis dalam skala masif. Jika pihak jahat menyalahgunakan kemampuannya, serangan bisa berlangsung lebih cepat, lebih masif, dan jauh lebih sulit dideteksi dibanding metode konvensional.
CEO Barclays, CS Venkatakrishnan, mengakui bahwa risiko ini cukup serius. Para bankir harus segera memahami kerentanan yang mungkin terekspos oleh AI ini. Senada dengan itu, Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, juga memberikan pernyataan tegas. Menurutnya, perkembangan ini harus ditanggapi sangat serius karena berpotensi meningkatkan ancaman kejahatan siber secara signifikan.
Guncangan di Pasar Saham Keamanan Siber: Rontok! Rontok! Rontok!
Dampak Mythos tidak berhenti di ruang rapat para regulator. Faktanya, setelah informasi soal kemampuan model ini beredar luas, pasar saham langsung berguncang hebat. Kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan keamanan siber menyusut sekitar 14,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 248 triliun) hanya dalam satu hari! Para investor mulai mempertanyakan relevansi model bisnis perusahaan keamanan siber konvensional. Mereka khawatir AI ofensif akan terus berkembang lebih cepat dari solusi pertahanan yang ada.
Akibatnya, sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar tercatat anjlok signifikan pada akhir Maret 2026 saat kabar Mythos mulai beredar. Palo Alto Networks anjlok 6 hingga 7,5 persen. CrowdStrike melemah 5 hingga 7,2 persen. Zscaler ambles hingga 8 persen. SentinelOne juga turun sekitar 8 persen, sementara Fortinet melemah 2,4 hingga 4,8 persen. Sungguh pemandangan yang mencekam di lantai bursa!
Bocor! Akses Ilegal Bikin Kekhawatiran Makin Nyata
Di tengah semua kegaduhan itu, insiden paling mengkhawatirkan justru datang dari dalam tubuh Anthropic sendiri. Pada Rabu (22/4), Anthropic secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki laporan serius. Diduga, segelintir pengguna di sebuah forum online privat berhasil mendapatkan akses tidak sah ke Mythos. Kabar bocornya akses ini sontak membuat kekhawatiran publik semakin menjadi-jadi. Jika “monster AI” ini jatuh ke tangan yang salah, bencana siber global mungkin bukan sekadar mimpi buruk lagi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










