Wednesday, October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Pasca Kontroversi Lagu ‘Like A Prayer’ Versi AI, ARIA Resmi Filter Karya Berbasis Kecerdasan Buatan

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
September 3, 2026
in Berita
0
NVIDIA Gelontorkan Dana Fantastis Rp57 Triliun ke MediaTek, Kemitraan Chip AI Kian Erat
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Australia akhirnya mengambil sikap tegas! mereka secara resmi melarang lagu yang sebagian besar atau sepenuhnya diproduksi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk menembus tangga lagu resmi yang dikelola oleh Australian Recording Industry Association (ARIA). Hanya karya yang “dibuat secara substansial oleh manusia” yang kini berhak menduduki chart resmi negara tersebut.

Keputusan berani ini diambil ARIA untuk mengutamakan nilai humanisme dalam setiap karya musik. Aturan kontroversial ini muncul setelah belakangan ini, sebuah lagu yang diduga kuat banyak dipoles menggunakan teknologi AI berhasil memuncaki berbagai tangga lagu. Bayangkan, lagu yang identik dengan sentuhan mesin itu mampu menggeser karya-karya musisi sungguhan!

Related posts

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

Table of Contents

Toggle
    • Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar
    • Character.AI Resmi Mengajukan Bangkrut: Disney Tawar Rp 360 Miliar atau Platform Ditutup
  • Penggunaan AI untuk Pendukung Masih Boleh
  • Aturan Ketat dan Sanksi Tegas
  • Didukung Penuh oleh Musisi
  • Bukan Hanya Australia

Dua Palet Nvidia RTX 5090 Hilang Misterius di Bandara Brasil, Kerugian Capai Rp 7,8 Miliar

October 21, 2026
Character.AI Resmi Mengajukan Bangkrut: Disney Tawar Rp 360 Miliar atau Platform Ditutup

Character.AI Resmi Mengajukan Bangkrut: Disney Tawar Rp 360 Miliar atau Platform Ditutup

October 20, 2026

Lagu yang menjadi pemicu polemik ini berjudul “Like A Prayer”, yang sebenarnya merupakan tembang lawas milik diva pop Amerika Serikat, Madonna. Josh Fawaz, seorang DJ asal Australia, membawakan ulang lagu tersebut dalam bentuk baru yang mengejutkan industri musik. Yang membuat heboh, Fawaz menggunakan vokal dan drum yang seluruhnya dibuat oleh AI-generatif dalam karyanya!

Akibatnya, di chart resmi ARIA, lagu ini berhasil menduduki posisi pertama dalam kategori “Dance”, dan bahkan menempati posisi kedua di tangga lagu kategori umum (Single) di Australia. Yang lebih mencengangkan, di kategori Single, lagu ini bertengger dengan kokoh hingga 16 minggu berturut-turut!

Popularitas lagu ini tidak berhenti di chart ARIA saja. Sejumlah stasiun radio komersial kabarnya rutin memutar lagu ini seolah-olah karya tersebut adalah karya manusia seutuhnya. Bahkan di platform streaming musik Spotify, lagu ini sudah diputar sebanyak 48 juta kali – angka yang fantastis untuk sebuah lagu yang vokalnya dibuat oleh mesin!

Menariknya, Fawaz akhirnya menambahkan kredit penggunaan AI generatif pada lagu tersebut setelah menuai kritik pedas dari berbagai kalangan musisi dan pengamat industri. Langkah ini terpaksa diambil untuk menjawab tudingan bahwa ia telah menipu pendengar dan industri musik.

Penggunaan AI untuk Pendukung Masih Boleh

ARIA tidak serta-merta melarang total penggunaan AI dalam proses kreatif. Mereka menegaskan bahwa aturan ini ada untuk menekankan nilai manusia dalam setiap karya musik. ARIA menyatakan tidak tertarik mempromosikan atau merayakan kesuksesan musik yang dibuat menggunakan AI tanpa mengandung karya manusia yang substansial.

Oleh karena itu, pemanfaatan AI untuk alat bantu masih diperbolehkan dengan syarat ketat. Manusia harus menjadi pihak yang menulis lagu, membawakan vokal utama, dan memainkan instrumen utama. Tanpa kehadiran manusia di posisi-posisi krusial tersebut, sebuah lagu tidak akan dianggap layak masuk chart.

AI juga masih boleh digunakan untuk proses mastering lagu, termasuk dalam penggunaan drum machine dan auto-tune. Dengan kata lain, teknologi tetap menjadi alat pembantu yang sah, bukan pengganti peran utama manusia dalam berkarya.

CEO ARIA Annabelle Herd menjelaskan bahwa perubahan ini mencerminkan niat mereka untuk tetap dinamis dan mengedepankan sifat kemanusiaan dalam berkarya di tengah perkembangan bidang yang berlangsung sangat cepat. “Para artis sudah menggunakan tools AI dalam karya mereka. Tangga lagu bisa dan memang seharusnya berkembang untuk tetap memberikan ruang bagi hal tersebut,” ungkap Herd.

Namun, Herd dengan tegas membedakan antara penggunaan AI sebagai alat dan penggunaan AI sebagai pencipta utama. “Musik yang sepenuhnya dihasilkan oleh platform yang dibangun menggunakan rekaman karya para musisi, merupakan persoalan yang berbeda,” lanjutnya sambil menyinggung soal maraknya karya musisi yang “dicuri” untuk melatih AI.

Ia menekankan bahwa chart yang memberi penghargaan pada hasil karya AI yang mengambil data dari musisi lain akan merusak dasar industri musik rekaman. Ini bukan sekadar masalah etika, tetapi juga kelangsungan hidup industri musik secara keseluruhan!

Aturan Ketat dan Sanksi Tegas

Setelah aturan ini berlaku, musisi wajib mengungkap penggunaan AI ketika mereka menyodorkan lagu untuk masuk ke chart. Transparansi menjadi kunci dalam sistem baru ini.

Jika kemudian diketahui bahwa sebuah lagu ternyata sebagian besar dibuat menggunakan AI, ARIA dapat mengubah posisi lagu tersebut di tangga lagu secara retroaktif atau berlaku surut. Bayangkan, sebuah lagu yang sudah menduduki puncak chart bisa saja digeser mundur setelah diketahui menggunakan AI secara berlebihan!

Jika lagu itu pernah menduduki posisi nomor satu, ARIA bahkan dapat meminta penghargaan yang diberikan karena mencapai posisi tersebut untuk dikembalikan. Sanksi ini menunjukkan keseriusan ARIA dalam melindungi integritas industri musik.

Namun, artis dan perwakilannya tetap memiliki kesempatan untuk menggugat keputusan tersebut. Mereka bisa mengajukan banding jika merasa keputusan ARIA tidak adil atau keliru.

Didukung Penuh oleh Musisi

Aturan ini mendapat respons positif yang luar biasa dari para musisi tanah air. Salah satunya adalah grup musik elektronik asal Australia, Peking Duk. Adam Hyde, salah satu member Peking Duk, dengan blak-blakan menyatakan bahwa musik yang dibuat oleh AI menghilangkan pengalaman manusia dari kehidupan. Baginya, musik bukan sekadar bunyi, tetapi ekspresi jiwa yang tidak bisa ditiru oleh mesin mana pun.

Pemerintah Australia juga berjanji akan memberi perhatian khusus untuk fenomena ini. Bulan Juli lalu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menjanjikan “proteksi sekuat mungkin” bagi pekerja kreatif Australia dari dampak AI. Ini adalah bentuk dukungan pemerintah yang nyata terhadap industri kreatif!

Albanese berjanji penulis dan musisi akan memiliki hak untuk menentukan apakah dan bagaimana karya mereka digunakan dalam proses pelatihan AI. Menurutnya, penggunaan tersebut dapat dianggap sebagai “pencurian” jika para pekerja kreatif kehilangan kendali atas karya mereka dan tidak mendapatkan bayaran yang layak.

Bukan Hanya Australia

Selain Australia, beberapa negara sudah mengambil langkah serupa untuk melindungi industri musik mereka dari invasi AI. Di Swedia, yang merupakan tempat kantor pusat Spotify berada, sebuah lagu dilarang masuk ke chart resmi negara karena terbukti dibuat oleh AI. Langkah ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap dominasi AI dalam industri musik bersifat global.

International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), organisasi global yang mewakili industri rekaman musik di seluruh dunia, juga akan memberlakukan pedoman mengenai penggunaan AI dalam lagu yang masuk tangga lagu di negara-negara wilayah Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara. Ini adalah langkah besar untuk melindungi karya manusia di seluruh dunia!

Dengan langkah berani ini, Australia telah menjadi pelopor dalam melindungi hak-hak musisi dan menjaga esensi kemanusiaan dalam berkarya. Pertanyaannya sekarang, apakah negara-negara lain akan menyusul langkah serupa? Yang jelas, pertarungan antara kreativitas manusia dan kecerdasan buatan di industri musik baru saja dimulai!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: aiTeknologi
Previous Post

JBL Perkenalkan Dua Headset Gaming Anyar, Quantum 520X dan 120, dengan Audio Super Detail

Next Post

Arc X1 Targetkan Pasar India, Qualcomm Siap Pasok Teknologi untuk Konsol Genggam In

Next Post
NVIDIA Gelontorkan Dana Fantastis Rp57 Triliun ke MediaTek, Kemitraan Chip AI Kian Erat

Arc X1 Targetkan Pasar India, Qualcomm Siap Pasok Teknologi untuk Konsol Genggam In

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Ini Dia AMD Ryzen AI 400: Prosesor Desktop dan Laptop Anyar dengan Kemampuan AI Canggih

Ini Dia AMD Ryzen AI 400: Prosesor Desktop dan Laptop Anyar dengan Kemampuan AI Canggih

8 months ago
Divisi Reality Labs Terkena PHK Lagi, Meta Kian Serius Tinggalkan Metaverse?

Divisi Reality Labs Terkena PHK Lagi, Meta Kian Serius Tinggalkan Metaverse?

8 months ago
Google Tambah Kemampuan AI Mode: Buka Link di Samping Hasil Pencarian, Plus Gabungkan Banyak Tab

Mengenal Lume, Robot Lampu Karya Syncere yang Dapat Melipat Pakaian dan Merapikan Bantal Secara Otomatis

6 months ago
Globalstar Resmi Diakuisisi Amazon, Layanan Emergency SOS di iPhone Tetap Berjalan

Globalstar Resmi Diakuisisi Amazon, Layanan Emergency SOS di iPhone Tetap Berjalan

6 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo
  • Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

October 21, 2026
Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In