Tuesday, September 29, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
September 29, 2026
in Berita
0
Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Sebuah startup cybersecurity asal Amerika Serikat, Hacktron AI, sukses mencetak sejarah yang menggemparkan di dunia teknologi. Secara mengejutkan, para peneliti ahli ini berhasil menemukan sekaligus menembus celah keamanan kritis pada sistem OpenAI. Lebih gilanya lagi, mereka justru memakai chatbot Claude buatan Anthropic, yang notabene kompetitor utama, untuk melancarkan aksi peretasan tingkat tinggi tersebut. Alhasil, keberhasilan ini membuktikan secara nyata bahwa teknologi rival pun bisa menjadi senjata ampuh untuk menguji ketahanan sebuah sistem.

Meskipun sepintas terdengar layaknya kejahatan siber, nyatanya pengujian sistem ini mereka lakukan secara sangat etis dan legal. Pasalnya, tim Hacktron AI mendaftarkan diri secara resmi melalui program bug bounty yang OpenAI gelar untuk publik. Oleh karena itu, berkat kepakaran keamanan yang mereka pamerkan, OpenAI justru mengganjar temuan krusial tersebut dengan hadiah uang yang fantastis. Sebagai hasilnya, para peretas topi putih (white-hat hacker) ini sukses mengantongi uang tunai senilai 6.500 dolar AS, atau mencapai sekitar Rp 115,7 juta.

Related posts

Soroti Risiko Senjata Digital, Bill Gates Desak Pembuat Hukum Buat Aturan Ketat untuk AI

Table of Contents

Toggle
  • Soroti Risiko Senjata Digital, Bill Gates Desak Pembuat Hukum Buat Aturan Ketat untuk AI
  • Kunci Lisensi Teknologi iPhone, Qualcomm dan Apple Sepakati Kontrak Baru Mulai 2027
  • Kecerdasan Buatan Bikin Aksi Hacker Makin Gampang dan Cepat!
  • Pedang Bermata Dua: Ancaman Mengerikan AI di Tangan yang Salah

Soroti Risiko Senjata Digital, Bill Gates Desak Pembuat Hukum Buat Aturan Ketat untuk AI

September 28, 2026
Meta Resmi Kenalkan Meta VR Glasses, Kacamata VR Ringan Penantang Apple Vision Pro

Kunci Lisensi Teknologi iPhone, Qualcomm dan Apple Sepakati Kontrak Baru Mulai 2027

September 27, 2026

Kemudian, mari kita bedah bagaimana proses peretasan super brilian ini mereka jalankan selangkah demi selangkah. Pertama-tama, tim spesialis Hacktron AI memaksimalkan kecerdasan Claude untuk membantu mereka meretas akses menuju akun ChatGPT milik karyawan inti OpenAI. Selanjutnya, mereka menjadikan sebuah forum diskusi internal staf pada platform Discourse sebagai titik masuk awal serangan. Alhasil, strategi taktis ini membuktikan secara gamblang betapa rentannya ekosistem komunikasi internal sebuah perusahaan raksasa apabila pengawasannya sedikit saja kendur.

Sesudah mereka sukses mengamankan akses masuk internal yang amat berharga tersebut, para peneliti keamanan ini langsung bermanuver cerdik. Secara spesifik, mereka membuat sebuah pull request palsu layaknya seorang developer internal sungguhan. Selanjutnya, manuver ini mereka rancang khusus untuk menyuntikkan serta menggabungkan perubahan kode baru ke dalam ruang repositori perusahaan. Pada akhirnya, taktik berani ini mengarah tajam ke salah satu layanan vital OpenAI yang mereka jalankan melalui ekosistem GitHub.

Menanggapi rasa penasaran komunitas cyber, pihak Hacktron AI buru-buru menegaskan komitmen profesionalisme mereka sebagai peretas beretika. Tegasnya, mereka mendesain perubahan kode palsu tersebut supaya sama sekali tidak membahayakan sistem operasional atau merusak basis data pengguna. Selain itu, mereka langsung menyusun laporan audit komprehensif lalu mengirimkannya ke manajemen OpenAI melalui jalur program bug bounty. Di samping itu, mereka memang memegang kendali akses penuh terhadap source code repositori tersebut, namun mereka konsisten menjaga integritas dengan tidak mengunduh data sensitif itu.

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam yang Hacktron AI jabarkan, celah kerentanan ini ternyata membuka ruang eksploitasi internal yang luar biasa luas. Ironisnya, walaupun mereka mengandalkan analitik Claude pada tahap awal pembobolan, sebuah fakta unik justru terungkap. Pada tahapan uji penetrasi selanjutnya, proses eksploitasi lanjutan justru mereka jalankan dengan memakai model AI milik OpenAI sendiri. Dengan kata lain, para hacker andal ini sukses “memakan tuan” dengan menggunakan produk target untuk menjebol sisa pertahanannya.

Merespons rentetan insiden berharga ini, perwakilan manajemen OpenAI akhirnya mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut ke hadapan publik. Selanjutnya, mereka bergerak kilat dan memastikan tim insinyur internal telah menambal lubang keamanan kritis itu secara permanen. “Secara khusus, kami sangat berterima kasih kepada para peneliti karena mereka telah menghubungi kami secara proaktif serta membagikan temuan berharga mereka,” ungkap juru bicara utama OpenAI.

Kecerdasan Buatan Bikin Aksi Hacker Makin Gampang dan Cepat!

Menyikapi fenomena peretasan ini dari kacamata kepakaran, Hacktron AI menilai kemajuan pesat teknologi AI saat ini telah menyederhanakan proses pengujian keamanan yang sebelumnya sangat rumit. Padahal, prosedur audit pertahanan semacam ini pada masa lalu senantiasa menuntut penguasaan teknis yang teramat kompleks. Akibatnya, kehadiran asisten AI canggih kini benar-benar mendobrak batasan dan secara radikal mengubah standar keamanan siber modern.

Sebagai perbandingan nyata, industri keamanan dulunya selalu membutuhkan pengerahan tim cyber besar yang menguras sumber daya berlimpah demi melacak satu celah. Bahkan, mereka harus menghabiskan waktu berbulan-bulan lamanya. Sebaliknya, berkat sokongan perangkat kecerdasan buatan, para peretas modern kini mampu menuntaskan pekerjaan segunung itu hanya dalam hitungan hari. Tentunya, efisiensi waktu yang gila-gilaan ini mendisrupsi cara kerja penetration testing selamanya.

Lebih lanjut, mari kita soroti peran spesifik yang Claude mainkan dalam drama peretasan super canggih ini. Pada praktiknya, para peneliti terus menginstruksikan Claude untuk membedah logika kelemahan sistem sekaligus memintanya merumuskan skrip serangan. Selanjutnya, chatbot andalan Anthropic ini berhasil menghasilkan barisan kode pemrograman presisi yang peneliti butuhkan selama proses uji keamanan terhadap server OpenAI berlangsung.

Walaupun aksi peretasan ini terbilang ekstrem, pihak Hacktron AI kembali menekankan posisi etis mereka kepada masyarakat. Sekali lagi, mereka menjamin bahwa keseluruhan rantai proses peretasan ini mereka eksekusi murni di dalam koridor hukum program bug bounty. Terakhir, mereka mengompilasi hasil pengujian tersebut lalu melaporkannya penuh tanggung jawab kepada jajaran elit pengembang OpenAI demi perbaikan ekosistem kecerdasan buatan.

Pedang Bermata Dua: Ancaman Mengerikan AI di Tangan yang Salah

Melihat dampak bombastisnya, kasus fenomenal ini otomatis mencatatkan diri sebagai salah satu contoh paling segar tentang bagaimana pakar keamanan memanfaatkan model AI. Namun bersamaan dengan itu, peristiwa ini turut memperlihatkan potensi risiko malapetaka digital yang skalanya sangat masif. Pasalnya, ancaman ini bisa memicu kehancuran siber berskala global apabila teknologi secanggih ini jatuh ke tangan penjahat siber yang memiliki niat jahat.

Menengok memori sedikit ke belakang, OpenAI sebelumnya juga pernah mengungkap sebuah fakta yang tak kalah mencengangkan ke publik. Waktu itu, mereka menyebutkan bahwa beberapa pihak pernah menggunakan teknologi AI OpenAI untuk melakukan uji coba serangan siber tingkat lanjut. Hebatnya, serangan otomatis tersebut sukses menembus pertahanan startup AI populer bernama Hugging Face, dengan mengerahkan agen AI atau swarm yang sanggup mengeksekusi tugas peretasan secara mandiri.

Di sisi lain, merespons rentetan kejadian peretasan yang tak terkendali ini, manajemen Anthropic kembali bersuara sangat lantang. Mengutip laporan resmi yang The Guardian terbitkan, mereka secara vokal menyerukan urgensi penting untuk segera memperlambat laju pengembangan kecerdasan buatan dunia. Tentunya, seruan tegas dari otoritas kepakaran terdepan ini secara signifikan menambah kredibilitas kekhawatiran global menyangkut masa depan teknologi tanpa pengaman.

Sebagai penutup analisis kita, seruan peringatan dari Anthropic tersebut sejatinya sangat berkaitan erat dengan kekhawatiran para pakar akan risiko yang bisa meledak kapan saja. Terlebih lagi, ancaman ini pasti akan bertransformasi menjadi mimpi buruk nyata apabila perusahaan raksasa terus mengembangkan AI tanpa menyematkan lapis pengamanan siber yang teruji. Akhir kata, kita wajib memastikan setiap pengembangan kecerdasan buatan selalu berjalan beriringan dengan standar keamanan yang benar-benar solid.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Claudeopenai
Previous Post

Sinyal iPad mini 8 Makin Jelas: Hadirkan Chip A20 Pro dan Kamera Baru, Upgrade Layar OLED Masih Dinanti

Next Post

Atomos Rilis Shogun AV-19M, Monitor Hibrida 4K HDR 19 Inci untuk Kebutuhan Siaran dan Studio

Next Post
Atomos Rilis Shogun AV-19M, Monitor Hibrida 4K HDR 19 Inci untuk Kebutuhan Siaran dan Studio

Atomos Rilis Shogun AV-19M, Monitor Hibrida 4K HDR 19 Inci untuk Kebutuhan Siaran dan Studio

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Oppo A7 Pro Max Muncul di Database TKDN, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Snapdragon 4 Gen 5

Oppo A7 Pro Max Muncul di Database TKDN, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Snapdragon 4 Gen 5

2 weeks ago
Pangsa Pasar 46%, Apple Tak Tergoyahkan di Industri Smartwatch Global

Honor Play 11T Resmi Dirilis, Bawa Baterai 7.500 mAh dengan Klaim Ketahanan 6 Tahun”

1 month ago
Pengguna Chrome Disarankan Periksa Folder Tersembunyi, Ada File AI 4 GB yang Muncul Tanpa Izin

Pengguna Chrome Disarankan Periksa Folder Tersembunyi, Ada File AI 4 GB yang Muncul Tanpa Izin

5 months ago
Masa Depan Komputasi Ada di Langit!, Mengapa Elon Musk Ingin Pindahkan Pusat Data AI ke Orbit?

Masa Depan Komputasi Ada di Langit!, Mengapa Elon Musk Ingin Pindahkan Pusat Data AI ke Orbit?

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Strategi Adaptif Dragon Hatch Produk PG Soft Mendorong Saldo Dana Cair Evaluasi Komprehensif 5 Lions Megaways dari Pragmatic Play Buat Saldo Riset Algoritma Caishen Wins Besutan PG Soft Bikin Saldo Dana Observasi Probabilitas Buffalo King Megaways dari Pragmatic Play Mendorong Saldo Teknik Membaca Fluktuasi Ganesha Fortune Karya PG Soft Buat Saldo Analisis Kejutan Sugar Rush Xmas Milik Pragmatic Play Bikin Saldo Strategi Riset Treasures of Aztec Produk PG Soft Mendorong Saldo Menyelami Desain Visual PGSoft Rahasia Grafis 3D yang Memikat Pemain 7 Game PGSoft dengan Tema Nusantara yang Wajib Dicoba PANDUAN Memilih Slot pgsoft Berdasarkan Volatilitas dan Gaya Bermain Inovasi Fitur Megaways dan Cluster di Game PGSoft Apa Bedanya PGSoft Di Era mobile Mengapa tampilannya Semakin Ringan Dan Cepat Dari Aztec Hingga samurai Perjalanan tema Legendaris Dalam Slot PGSoft Tips Mengenali Game pgsoft Berkualitas dari Animasi Suara Dan Simbol Rahasia Di Balik simbol Scatter dan Bonus Buy Di PGSoft Tren Slot 2026 judul PGSoft yang Diprediksi Paling Banyak Dicari Bermain PGSoft SECARA bertanggung Jawab batasan Waktu Budget Dan Hiburan Mahjong Ways dari PG Soft Analisis Game Puzzle Wild West Gold Pragmatic Play Nuansa Game Koboi Gates of Olympus Game Multiplier Mekanisme Permainan Sweet Bonanza Game Match Style Penuh Warna Starlight Princess Pragmatic Play Game Fantasi Mahjong Wins 3 PG Soft Game Puzzle Modern Lucky Neko Game Arcade dan Puzzle Sugar Rush 1000 Konsep Match Style Dinamis Sweet Bonanza Xmas Tema Musiman Match Style Wild Bounty Showdown Tema Wild West Multiplier Mahjong Ways 2 PG Soft Struktur Game Puzzle Baccarat Online Game Kartu Klasik Ragam Game Digital PG Soft Pragmatic Play Dari Mahjong Hingga Game Multiplier Tren Permainan PG Soft Pragmatic Play Beragam Genre Game Online Perbedaan Game Puzzle Match Style Kartu Multiplier Mahjong Ways Lucky Neko Sweet Bonanza Tren Game Online 2026 Wild West Gold Starlight Princess Analisis Sistem Transaksi Game PG Soft Pragmatic Play Puzzle Arcade Match Style Hingga Game Kartu Di Balik Layar PGSoft Rahasia Animasi UX yang Bikin Game Terasa Hidup Membedah Formula Kreatif PGSoft Tema Karakter dan Narasi yang Menonjol PGSoft Dan Revolusi Mobile First Kenapa tampilannya Ringan di HP Anatomi Game PGSoft Memahami RTP Volatilitas dan Fitur Bonus dari Sisi Desain Dari Mahjong Ways ke Wild Bandito Evolusi Tema Populer di PGSoft PGSoft Vs Provider global Siapa Lebih Inovatif Dalam Grafis dan Mekanisme Tren Mekanik Di pgsoft Cluster Pays Megaways Dan Fitur interaktif Lainnya Psikologi Gamifikasi PGSoft Kenapa Game Mereka Mudah Dipahami Pemain Baru Kelebihan dan Kekurangan PGSoft Ulasan Netral untuk Konten Edukasi Masa Depan PGSoft AI VR dan Personalisasi dalam Industri Game Digital Mengupas Bahasa VISUAL PGSoft Warna Simbol dan Hierarki Informasi Di Layar Kecil Sound Design PGSoft Rahasia Musik dan Efek Suara yang Membuat Game Terasa Imersif Desain UI Mobile PGSoft Navigasi Cepat Tombol Responsif dan Aksesibilitas Pemain Baru Matematika di Balik PGSoft Probabilitas Frekuensi Kemenangan dan Pola Kejutan Lokalisasi Budaya dalam Game PGSoft Strategi Menembus Pasar Asia hingga Global Bedah Fitur Buy Free Spins PGSoft Daya Tarik Instan vs Tantangan Desain Turnamen dan Kompetisi di PGSoft Membangun Interaksi Sosial yang Sehat Dari Sketsa ke Rilis Alur Kerja Desain Game PGSoft di Balik Satu Judul UX Retensi PGSoft Elemen yang Membuat Pemain Ingin Kembali Lagi PGSoft dan Tren Game Vertikal Peluang dan Tantangan di Era Mobile First Animasi dan Timing Seni Membangun Antisipasi di Setiap Putaran PGSoft Psikologi warna PGSoft Membaca Emosi Pemain lewat Palet Dan Kontras Mikrointeraksi dan Haptics Sentuhan Kecil yang Membuat UI PGSoft Terasa Hidup Dari Data ke Desain Analitik Perilaku dan Iterasi Cepat di Game PGSoft Volatilitas sebagai Narasi Mengatur Sensasi Hasil ala PGSoft Maskot dan Dunia Visual Membangun IP yang Mudah Diingat dari Game PGSoft Onboarding Detik Cara PGSoft Mengajarkan Mekanik Tanpa Terasa Menggurui Live Ops dan Event Musiman Strategi PGSoft Menjaga Permainan Tetap Segar RNG Audit dan Transparansi Menjaga Kepercayaan di Balik Layar PGSoft Performa di HP Kelas Bawah Tantangan Optimasi Grafis dan Koneksi PGSoft
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lini Laptop Bisnis Terbaru, ASUS ExpertBook P3 G1 Hadirkan Intel Core Ultra H dan Fleksibilitas Upgrade
  • Solusi Mudah Beli Game, Sony Patenkan Controller PlayStation Berfitur NFC
  • Atomos Rilis Shogun AV-19M, Monitor Hibrida 4K HDR 19 Inci untuk Kebutuhan Siaran dan Studio

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Lini Laptop Bisnis Terbaru, ASUS ExpertBook P3 G1 Hadirkan Intel Core Ultra H dan Fleksibilitas Upgrade

Lini Laptop Bisnis Terbaru, ASUS ExpertBook P3 G1 Hadirkan Intel Core Ultra H dan Fleksibilitas Upgrade

September 29, 2026
Solusi Mudah Beli Game, Sony Patenkan Controller PlayStation Berfitur NFC

Solusi Mudah Beli Game, Sony Patenkan Controller PlayStation Berfitur NFC

September 29, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In