Olympic.or.id – Para pemakai browser Google Chrome wajib buru-buru memeriksa kapasitas penyimpanan laptop atau PC mereka. Pasalnya, Chrome diam-diam mengunduh file model kecerdasan buatan (AI) milik Google yang bernama Gemini Nano berukuran sekitar 4 GB. Yang lebih mengkhawatirkan, proses ini berlangsung tanpa pemberitahuan sedikit pun dan jelas-jelas tanpa izin dari pengguna.
Peneliti privasi kenamaan, Alexander Hanff, untuk pertama kalinya mengungkap temuan mencengangkan ini. Ia secara tidak sengaja menemukan sebuah file mencurigakan bernama “weights.bin” yang tersimpan rapi di folder khusus Chrome. Ukurannya? Wah, jangan kaget—mencapai sekitar 4 GB! Bayangkan, sebesar itu tanpa sepengetahuan kita.
Lalu, file sebesar itu sebenarnya apa? Ternyata, file tersebut tidak lain merupakan model AI Gemini Nano versi lokal (on-device) yang Google pakai untuk menjalankan sejumlah fitur AI di browser Chrome. Jadi, Google sudah menggelar “tamu tak diundang” di laptop kita.
Begini Cara Praktis Mengeceknya di Windows:
Pertama, tekan tombol Windows + R di keyboard kamu. Kemudian, ketik %LOCALAPPDATA% dan tekan enter. Setelah itu, ikuti petualangan kecil mencari folder “Google\Chrome\User Data\OptGuideOnDeviceModel”. Nah, di dalam sana, segera cek apakah ada file bernama “weights.bin” dengan ukuran sekitar 4 GB. Jika ada, berarti laptop kamu jadi “korban” diam-diam Google.
Selain di Windows, keberadaan file serupa juga muncul di perangkat Mac berbasis Apple Silicon dan komputer Linux Ubuntu. Jadi, pengguna Mac jangan senang dulu, ya! Untuk kamu yang pakai Mac, buka Terminal dan masukkan perintah berikut ini:du -sh ~/Library/Application\ Support/Google/Chrome/Default/OptGuideOnDeviceModel/
Proses unduhan berlangsung diam-diam di latar belakang tanpa satu pun notifikasi atau peringatan kepada pengguna. Menurut laporan yang beredar, unduhan otomatis ini aktif begitu fitur AI Chrome menyala. Ironisnya, fitur tersebut secara default sudah dalam posisi “on” di versi terbaru Chrome. Jadi, tanpa sadar, kita sudah memberi “tiket masuk” bagi file raksasa ini.
Ukuran file 4 GB jelas cukup membebani banyak pengguna. Apalagi bagi pemilik laptop dengan kapasitas penyimpanan kecil, misalnya 256 GB, atau mereka yang berlangganan internet dengan kuota terbatas. Satu file ini bisa menghabiskan ruang berharga dan menguras kuota tanpa izin. Namun, masalahnya bukan cuma soal penyimpanan dan kuota. Yang lebih parah adalah minimnya informasi yang Google berikan kepada kita, para pengguna, tentang fungsi sebenarnya dari model AI tersebut.
Chrome versi terbaru, tepatnya versi 147, memang menghadirkan tombol keren “AI Mode” di address bar. Banyak dari kita mengira fitur AI itu berjalan memanfaatkan model Gemini Nano lokal yang sudah diunduh ke perangkat. Ternyata dugaan itu meleset! Menurut temuan Hanff yang mencengangkan, fitur AI Mode tetap mengirimkan semua permintaan pengguna ke server Google. Sementara model Gemini Nano lokal yang membuang-buang ruang itu justru dipakai untuk fitur lain seperti “Help me write” atau “Bantu saya menulis”. Jadi, jelas ada kesenjangan informasi di sini.
Tidak berhenti di situ, Hanff juga menuding Google berpotensi besar melanggar aturan privasi Uni Eropa, khususnya ePrivacy Directive. Pasalnya, Google menyimpan data di perangkat pengguna tanpa persetujuan eksplisit. Ini pelanggaran serius di kawasan yang sangat melindungi data warganya.
Google Akhirnya Buka Suara
Setelah ramai diperbincangkan, Google pun memberikan tanggapan resmi. Perusahaan raksasa itu mengatakan bahwa Gemini Nano sudah tersedia di Chrome sejak tahun 2024 sebagai model AI ringan yang dirancang berjalan langsung di perangkat (on-device). Menurut Google, model tersebut dipakai untuk mendukung fitur keamanan seperti deteksi penipuan dan API pengembang. Dengan cara ini, Google mengklaim tidak perlu mengirim data sensitif pengguna ke cloud.
Google juga menambahkan klausul menarik: model AI itu akan otomatis terhapus jika perangkat kekurangan ruang penyimpanan. Namun, apakah kita mau menunggu sampai laptop kita kehabisan memori baru file ini hilang? Tentu tidak.
Lebih lanjut, Google menyatakan, “Pada Februari, kami mulai meluncurkan kemampuan bagi pengguna untuk mematikan dan menghapus model langsung dari pengaturan Chrome. Setelah dinonaktifkan, model tidak akan lagi diunduh atau diperbarui.” Nah, ini baru namanya solusi.
Cara Mematikan dan Menghapusnya dengan Mudah
Pengguna juga bisa menonaktifkan fitur tersebut secara manual melalui menu chrome://flags. Setelah masuk, cari opsi bertuliskan “on-device optimization guide”, lalu ubah pengaturannya menjadi “disabled”. Selesai! Selain itu, bagi pengguna Windows, terdapat cara lebih teknis, yaitu memblokir unduhan permanen lewat pengaturan registry. Cara ini direkomendasikan bagi mereka yang benar-benar tidak ingin Google “iseng” lagi di masa depan, sebagaimana dirangkum dari laporan Android Headlines.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera cek laptop atau PC kamu sekarang juga. Jika menemukan file “weights.bin” sebesar 4 GB, segera hapus dan nonaktifkan fitur tersembunyi ini. Jangan biarkan Google diam-diam menggerogoti ruang penyimpanan dan kuota internetmu tanpa izin. Tetap waspada dan kendalikan perangkatmu sendiri!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










