Olympic.or.id – Raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, mendadak membuat jagat teknologi gempar luar biasa setelah secara resmi meluncurkan inovasi kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang bernama MiMo-V2.6 pada pekan ini. Oleh karena itu, kehadiran model AI berkonsep open source (terbuka) ini langsung menyedot perhatian dunia industri lantaran para insinyur merancangnya secara khusus untuk mengeksekusi berbagai tugas super kompleks, termasuk mengendalikan sistem robotika canggih secara otomatis.
Bahkan, dalam klaim resminya di blog perusahaan, Xiaomi secara percaya diri memamerkan kehebatan MiMo-V2.6 yang sanggup mengoperasikan lengan robotik presisi buatan perusahaan papan atas asal Jerman, Franka Robotics. Selanjutnya, robot canggih ini bekerja dengan cara menangkap serta menerima seluruh rekaman data visual secara real-time dari deretan kamera sensorik yang terpasang di sekelilingnya.
Setelah data visual tersebut masuk, AI pintar ini akan langsung memproses seluruh informasi gambar itu secara instan untuk menyelesaikan berbagai tugas mekanis sehari-hari, mulai dari mengambil barang, memilah serta mencocokkan susunan warna, hingga memosisikan obyek pada lokasi target yang sangat spesifik.
Nah, agar sistem sanggup mengomandoi pergerakan fisik robot sekaligus menuntaskan tugas-tugas rumit tanpa kendala, tim ahli Xiaomi lantas menyuntikkan teknik reinforcement learning (RL) berskala raksasa ke dalam tubuh MiMo-V2.6.
Secara mendasar, reinforcement learning sendiri merupakan metode gemblengan khusus pada teknologi AI yang memaksa sang model untuk belajar secara mandiri berkat evaluasi berkesinambungan dari tiap tindakan yang telah dilakukannya.
Hasilnya, sistem akan langsung memberikan reward atau ganjaran nilai tinggi setiap kali sang AI berhasil menuntaskan instruksi secara akurat, sementara angka atau skor evaluasi yang lebih rendah akan diberikan saat hasilnya melenceng dari target.
Di samping itu, guna mematangkan kecerdasan ini, para peneliti di Xiaomi mengeksekusi sekitar 750.000 trajectory, yaitu rangkaian alur navigasi atau tahapan tindakan konkret yang mesti dilalui AI demi menuntaskan sebuah tantangan.
Menariknya, seluruh proses simulasi intensif tersebut dipadatkan ke dalam 30 tahapan RL yang berlangsung sangat kilat, yakni selesai hanya dalam kurun waktu kurang dari enam hari saja!
Oleh sebab itu, lewat pemrosesan secepat kilat ini, sang model sanggup mempelajari pola keputusan mana yang memicu hasil paling optimal serta terus menyesuaikan strateginya secara otomatis pada percobaan-percobaan berikutnya.
Bukan Cuma Mengontrol Robot, AI Ini Bisa Koding Otomatis Hingga Bikin Objek 3D Fantastis!
Ternyata, kehebatannya tidak berhenti pada urusan menggerakkan perangkat fisik robotik saja. Sebab, Xiaomi juga membekali AI serbabisa ini dengan keahlian luar biasa untuk mengeksekusi baris kode pemograman (coding) sekaligus merancang objek 3D yang sangat detail.
Sebagai buktinya, saat menjalani uji kemampuan coding dan software engineering pada standar DeepSWE v1.1, varian MiMo-V2.6 versi “Pro” sukses mencetak skor fantastis sebesar 71,9 poin, sementara varian gesitnya yang dijuluki “Flash” berhasil menyusul dengan raihan 67,9 poin.
Selain itu, ketika diuji pada ajang simulasi otomasi AutomationBench v1.0.6 serta pengujian ketahanan keamanan siber CyberGym, MiMo-V2.6-Pro kembali membuktikan dominasinya dengan mengantongi skor benchmark masing-masing sebesar 53,1 poin dan 95,1 poin.
Lebih canggihnya lagi, pada ranah pemrosesan grafik tiga dimensi, MiMo-V2.6 terbukti mampu menciptakan model objek 3D yang sangat kompleks menggunakan perangkat lunak Blender, hanya berbekal perintah teks sederhana ataupun gambar referensi biasa.
Alhasil, fleksibilitas kemampuan pemodelan ini tentu bisa dimanfaatkan oleh para profesional untuk memenuhi beragam kebutuhan industri kreatif, mulai dari proses pengembangan gim video, produksi film animasi, hingga kebutuhan pencetakan 3D (3D printing).
Bahkan, teknologi revolusioner ini juga diklaim sanggup merancang desain antarmuka frontend sebuah aplikasi, menyusun file presentasi yang memukau, menciptakan elemen web interaktif, hingga memproduksi konten video secara serba otomatis.
Lalu, ketika diajak memproduksi konten video, MiMo-V2.6 sanggup menangani seluruh tahapan rumit secara mandiri, yang dimulai dari perancangan visual awal, penyusunan tata letak adegan, hingga penyelarasan alunan musik agar pas dengan tempo video.
Tidak berhenti di situ, Xiaomi pun turut memamerkan demonstrasi memukau saat MiMo-V2.6-Pro dimanfaatkan untuk mendukung riset sains bahan material, pemindaian literatur ilmiah, hingga menyederhanakan deretan formula matematika yang amat rumit menjadi sangat mudah dipahami.
Berapa Harganya dan Di Mana Bisa Dicoba? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!
Mengenai ketersediaannya, Xiaomi sengaja menghadirkan MiMo-V2.6 dalam varian MiMo-V2.6-Pro yang dikhususkan untuk menuntaskan pekerjaan komputasi kelas berat, serta varian V2.6-Flash yang lebih menonjolkan efisiensi dan kecepatan respons tinggi.
Di luar dua opsi utama tersebut, Xiaomi juga menyiagakan varian super MiMo-V2.6-Pro-UltraSpeed yang diklaim memiliki performa dahsyat dalam memproduksi output hingga 20 kali lipat lebih cepat jika kita bandingkan dengan versi Pro standar.
Kini, para pengembang bisa mengakses layanan MiMo-V2.6-Pro dan MiMo-V2.6-Flash melalui AI Studio, MiMo Code, MiMo Desktop, MiMo API Platform, serta OpenRouter, sedangkan varian MiMo-V2.6-Pro-UltraSpeed dipasarkan secara khusus lewat platform MiMo Desktop dan API saja.
Mengenai masalah biaya, tarif layanan API untuk lini ini rupanya disamakan dengan tarif generasi V2.5 terdahulu, di mana varian MiMo-V2.6-Flash dibanderol sebesar 0,14 dollar AS (sekitar Rp2.500) per 1 juta token input tanpa cache serta 0,28 dollar AS (sekitar Rp5.000) untuk pemrosesan output.
Selanjutnya, untuk varian MiMo-V2.6-Pro, biaya penggunaan ditetapkan senilai 0,435 dollar AS (sekitar Rp7.600) untuk pemrosesan input tanpa cache dan sebesar 0,87 dollar AS (sekitar Rp15.500) per 1 juta token untuk output.
Sementara itu, varian tercepat MiMo-V2.6-Pro-UltraSpeed dipatok dengan harga 4,35 dollar AS (sekitar Rp77.700) per 1 juta token input tanpa cache dan 8,7 dollar AS (sekitar Rp155.000) untuk output, sebagaimana informasi resmi ini berhasil dihimpun dari Xiaomi pada Selasa (22/9/2026).
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









