Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Mengenang Kisah Internet Explorer, Browser yang Pernah Menguasai 90% Pasar

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
December 23, 2025
in Teknologi
0
Mengenang Kisah Internet Explorer, Browser yang Pernah Menguasai 90% Pasar
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Coba ingat-ingat lagi, logo biru kecil bertuliskan “e” yang dulu selalu lo buka pertama kali pas nyalain komputer! Ya, Internet Explorer pernah menjadi raja tak terbantahkan di dunia maya, menjadi ikon sekaligus sahabat setia jutaan pengguna saat pertama kali merasakan “surfing” di era internet dial-up yang lelet dan laman web yang super sederhana. Kehadirannya bahkan terasa sangat dominan, bak satu-satunya pintu ajaib menuju hutan belantara informasi di awal tahun 2000-an.

Namun, zaman pun berubah dengan cepat. Teknologi berkembang pesat, standar keamanan menuntut lebih, dan munculnya browser-browser modern yang lebih cepat serta efisien secara perlahan namun pasti melengserkan sang legenda dari takhtanya. Akhirnya, Microsoft dengan berat hati memutuskan untuk mengakhiri perjalanan panjang si “e” biru ini dengan menghentikan dukungan dan memensiunkannya lebih cepat dari perkiraan banyak orang! Kini, Internet Explorer memang sudah menjadi kenangan, tetapi kita tidak boleh melupakan bahwa jejaknya tetap melekat kuat sebagai salah satu pionir paling berpengaruh dalam sejarah peradaban web. Yuk, simak perjalanan rollercoaster Internet Explorer, dari puncak kejayaan hingga masa pensiunnya!

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Table of Contents

Toggle
  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa
      • Dari Browser Gratis yang Jadi Penguasa 90% Dunia
      • Kalah Telak Saat Zaman Berubah: Keamanan Bobol dan Lawan Tangguh

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

September 17, 2026
Dari Browser Gratis yang Jadi Penguasa 90% Dunia

Mari kita mundur ke masa kejayaannya! Internet Explorer (IE) sebenarnya adalah salah satu nama paling ikonik yang pernah menghiasi sejarah web. Pertama kali dirilis pada 1995 sebagai bagian paket Windows 95, IE muncul tepat saat akses internet mulai meledak dan jumlah pengguna komputer personal makin meroket. Kala itu, Microsoft dengan cerdik membeli lisensi teknologi dari browser Mosaic milik Spyglass, lalu mereka mentransformasikannya menjadi Internet Explorer yang akhirnya menjadi gerbang utama bagi jutaan orang untuk menyelami dunia maya. Memasuki akhir 1990-an, Internet Explorer dengan gagah berani menantang Netscape Navigator.

Strategi Microsoft yang mengintegrasikan IE langsung ke dalam sistem operasi Windows ternyata sukses besar, membuat browser ini menyebar bagai virus dan akhirnya menguasai pasar. Bahkan, menjelang periode 2001–2005, IE berhasil mencapai puncak kejayaannya dengan meraup pangsa pasar fantastis hingga 90 persen! Angka yang nyaris mustahil untuk ditandingi siapapun pada zamannya. Terutama, IE 6 yang hadir bersama Windows XP sering kita anggap sebagai puncak pencapaian terbesarnya. Browser legendaris ini membawa berbagai fitur canggih masa itu seperti kontrol konten, resize gambar otomatis, integrasi dengan Windows Messenger, dan menetapkan standar baru dalam berselancar. Pada era keemasannya itu, Internet Explorer bukan sekadar perangkat lunak, melainkan sebuah simbol dominasi mutlak Microsoft di dunia komputasi.

Kalah Telak Saat Zaman Berubah: Keamanan Bobol dan Lawan Tangguh

Sayangnya, masa keemasan itu tidak bertahan selamanya. Dunia internet terus berlari kencang, situs web menjadi semakin kompleks, dan tentu saja, standar keamanan harus ditingkatkan. Ironisnya, IE 6 justru mendapat banyak hujatan karena dianggap sangat rentan terhadap serangan malware dan exploit keamanan, sehingga memaksa banyak pengguna untuk berpaling mencari alternatif yang lebih aman. Di sisi lain, kemunculan Mozilla Firefox pada 2002 menjadi pukulan telak pertama untuk sang raja. Firefox yang membawa DNA Netscape tampil dengan wajah baru: lebih ringan, terbuka, dan gesit. Buktinya, hanya dalam waktu tiga tahun, Firefox sudah berhasil merebut 10 persen pasar! Namun, pemain yang benar-benar menghancurkan dominasi IE adalah Google Chrome.

Setelah diluncurkan pada 2008, Chrome langsung memukau dengan kecepatan loadingnya yang ngebut, antarmuka yang sederhana, dukungan penuh terhadap web modern, serta integrasi yang mulus dengan ekosistem Google. Belum cukup, era smartphone kemudian datang memberikan pukulan terakhir. Ketika Safari sudah terpasang otomatis di setiap iPhone dan Chrome berkuasa di Android, akses internet pun bergeser secara masif dari desktop ke genggaman tangan. Statistik tahun 2016 dari StatCounter dengan jelas mencatat bahwa untuk pertama kalinya, penggunaan internet mobile berhasil menyalip desktop. Pada momen yang sama, Chrome sudah menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar global. Bahkan, jika kita gabungkan penggunaan Internet Explorer dengan penerusnya, Microsoft Edge, angkanya masih kalah dari Firefox! Posisi IE benar-benar runtuh berantakan.

Microsoft sebenarnya sudah lama memberi kode bahwa IE akan segera pensiun. Tepatnya, sejak 17 Agustus 2021, browser tua ini resmi berhenti mendapat dukungan untuk Microsoft 365. Puncaknya, pada 15 Juni 2022, Microsoft secara resmi menghentikan seluruh dukungan dan mengakhiri perjalanan panjang IE di versi terakhirnya, Internet Explorer 11. Artinya, tidak akan ada lagi pembaruan fitur atau tambalan keamanan untuknya. Sebagai gantinya, Microsoft mengarahkan seluruh pengguna setianya untuk beralih ke Microsoft Edge yang sudah mereka luncurkan sejak 2015. Meski begitu, Microsoft masih menyediakan “IE mode” di dalam Edge untuk kebutuhan kompatibilitas dengan aplikasi atau situs web lawas, terutama di kalangan perusahaan. Namun secara resmi, sebagai browser untuk publik, IE telah ditutup dan dimuseumkan.

Kepergian Internet Explorer ini terasa cukup ironis ketika kita bandingkan dengan beberapa browser sezamannya yang justru masih bertahan hingga sekarang: Opera, yang rilis pertama pada tahun yang sama dengan IE, 1995, membuktikan bahwa usia tidak menghalangi inovasi. Walau pasarannya tak sebesar Chrome, Opera tetap punya basis pengguna loyal dan terus menghadirkan inovasi UI serta fitur built-in VPN yang khas.

Mozilla Firefox, yang berkembang dari reruntuhan Netscape, masih tegak berdiri sebagai alternatif utama selain Chrome dan Safari. Fokus kuat mereka pada privasi dan keterbukaan berhasil mempertahankan relevansinya di tengah persaingan ketat. Sementara itu, Safari besutan Apple tidak hanya bertahan, malah menjadi raja di ekosistemnya sendiri. Sebagai browser default di setiap iPhone dan Mac, Safari dengan leluasa menguasai pangsa pasar yang besar, menjadikannya browser terbesar kedua di dunia setelah Chrome.

Jadi, meski masa pensiunnya datang lebih cepat dibandingkan para veteran lainnya, kita harus akui bahwa Internet Explorer meninggalkan warisan yang sangat besar. Dialah yang membentuk pengalaman berselancar pertama bagi generasi awal pengguna internet, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital selama lebih dari dua dekade. IE juga turut membentuk standar antarmuka web yang kita gunakan sehari-hari, menginspirasi banyak fitur di browser modern, dan yang terpenting, membuka jalan bagi Microsoft Edge untuk bisa bersaing hari ini. Jadi, lain kali kamu membuka Edge, Chrome, atau Firefox, ingatlah sedikit tentang si “e” biru yang dulu telah membuka jalan bagi kita semua untuk mengenal dunia tanpa batas ini. Selamat jalan, Internet Explorer – jasamu akan selalu jadi kenangan!

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id

Tags: BrowserIEInternet Explorer
Previous Post

Traveler Tenang! Grab Garansi “Jaminan On Time” ke Bandara, Nilai Ganti Rugi Capai Rp3,3 Juta

Next Post

Desain Lebih Kompak, ASUS Luncurkan Varian EVO dari RTX 5060 Ti 16GB dengan Heatsink yang Dirombak

Next Post
Desain Lebih Kompak, ASUS Luncurkan Varian EVO dari RTX 5060 Ti 16GB dengan Heatsink yang Dirombak

Desain Lebih Kompak, ASUS Luncurkan Varian EVO dari RTX 5060 Ti 16GB dengan Heatsink yang Dirombak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Layar 13,2 Inci dan RAM 12 GB, OnePlus Pad 4 Resmi Meluncur dengan Dua Pilihan Warna

Kepatuhan pada PP Tunas, Roblox Mulai Terapkan Verifikasi Usia di Indonesia

5 months ago
Integrasi AI Claude hingga Fitur Club Messaging, Strava Siapkan Pengalaman Baru untuk Pengguna Aktif

Anthropic Siapkan Kapasitas Komputasi 2 GW demi Genjot Kinerja Claude

2 months ago
Kurangi Ketergantungan pada Nvidia, Microsoft Luncurkan Chip AI Maia 200, Dibangun dengan Proses 3nm TSMC

Kurangi Ketergantungan pada Nvidia, Microsoft Luncurkan Chip AI Maia 200, Dibangun dengan Proses 3nm TSMC

8 months ago
Fitur Running Mode Resmi Hadir di Spotify, Bantu Pelari Temukan Playlist Sesuai Kecepatan dan Durasi Latihan

Honor X6e Resmi Meluncur, Tawarkan Baterai 7.500 mAh di Kelas Harga Rp 3 Jutaan

2 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In