Olympic.or.id – Meskipun tekanan harga komponen dan kelangkaan memori global sedang melanda, Asus tetap percaya diri mempertahankan posisinya sebagai raksasa industri laptop di Indonesia. Pabrikan asal Taipei ini bahkan mengklaim bahwa mereka masih kokoh menjadi salah satu pemain utama, baik di segmen gaming maupun consumer Tanah Air.
Pangsa Pasar Asus Tembus Angka Impresif
Head of PR & Digital Asus Indonesia, Brama Setyadi, membeberkan data yang cukup mencengangkan. Menurut dia, pada kuartal kedua tahun 2026 yang mencakup periode April hingga Juni, pangsa pasar di segmen consumer gaming berhasil menyentuh angka 39 persen.
“Kemudian market share kami di pasar consumer notebook Indonesia ada di angka 38 persen,” jelas Brama sambil mengutip data dari lembaga riset terkemuka, Growht from Knowledge (GfK), di sela acara peluncuran Asus TUF Gaming 16 (2026) di Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Sementara itu, Country Manager Asus Indonesia, Lenny Lin, menambahkan bahwa kini resmi menjadi pemimpin pasar gaming di Indonesia. Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi besar lini TUF Gaming yang berhasil menguasai 33 persen pangsa pasar berdasarkan data GfK per Februari 2026.
“TUF Gaming memang kami posisikan sebagai laptop gaming yang mengutamakan durabilitas dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan lini premium ROG (Republic of Gamers),” ungkap Lenny dalam kesempatan yang sama.
Mengapa Indonesia Begitu Spesial bagi Asus?
Lenny tidak menyembunyikan fakta bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat krusial bagi bisnis gaming Asus. Karena itulah, perusahaan tidak hanya fokus menghadirkan perangkat dengan performa kencang untuk bermain game, tetapi juga memastikan laptop tersebut mumpuni untuk mendukung produktivitas kerja dan bertahan dalam jangka panjang.
“Menjadi nomor satu bukan hanya tentang memberikan performance. Kami juga perlu memberikan kepada pengguna apa yang mereka inginkan dan pedulikan, kualitas, durabilitas, dan service,” tegas Lenny.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, mereka mengandalkan hardware dengan ketahanan berstandar militer serta layanan purnajual yang luas. Saat ini, perusahaan telah memiliki lebih dari 140 titik service center yang tersebar di seluruh Indonesia.
Strategi Jitu Asus di Tengah Krisis Komponen
Di sisi lain, Brama tidak memungkiri bahwa kelangkaan memori dan kenaikan harga komponen secara global turut berdampak pada harga laptop Asus di Indonesia. Menurutnya, kenaikan harga merupakan konsekuensi yang sulit dihindari karena tekanan harga komponen dirasakan oleh seluruh industri, bukan hanya Asus.
Meskipun demikian, Brama menjelaskan bahwa persentase kenaikan harga tidak akan seragam untuk setiap lini laptop. Model-model terbaru yang menggunakan komponen generasi terkini, seperti memori DDR5, berpotensi mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi dibandingkan produk generasi lama.
“Setiap lini itu beda-beda. Semakin laptop pakai komponen yang baru dan paling canggih, kenaikannya agak lebih tinggi. Karena memori ada DDR5, DDR4, yang baru-baru itu memang naiknya agak lebih tinggi,” papar Brama.
Value Assurance: Solusi Cerdas Asus
Menghadapi kondisi harga memori yang melonjak, Asus menerapkan konsep value assurance sebagai strategi utama. Pendekatan ini bertujuan memberikan nilai lebih agar sebuah laptop dapat digunakan dalam waktu yang lebih panjang, sehingga konsumen tetap merasa puas meskipun harga komponen sedang tidak bersahabat.
“Kalau beli sekarang, laptop Asus mungkin bisa dipakai tiga atau empat tahun lagi. Itu value yang kami tawarkan,” lanjut Brama.
Salah satu implementasi nyata dari konsep ini terlihat pada TUF Gaming 16 (FX610) yang baru saja dirilis. Laptop ini telah lolos serangkaian pengujian ketahanan berstandar militer MIL-STD-810H yang mencakup kondisi ekstrem seperti guncangan, getaran, suhu tinggi dan rendah, hingga pengujian ketinggian.
Bukti Ketahanan: Laptop Diinjak Beban 80 Kg!
Untuk membuktikan ketangguhan produknya, Asus melakukan demonstrasi yang cukup dramatis. Mereka mengajak dua peserta dengan bobot sekitar 60 kg dan 80 kg untuk naik ke panggung dan menginjak laptop TUF Gaming 16 selama kurang lebih 10 detik.
Hasilnya? Meskipun harus menahan beban hingga 80 kilogram, laptop ini tidak penyok, tidak rusak, layarnya tidak tergores, bahkan tetap menyala dan berfungsi dengan normal! Ini menjadi bukti konkret bahwa Asus serius menghadirkan produk yang benar-benar tahan banting.
Upgrade Mudah, Masa Pakai Lebih Lama
Selain mengandalkan durabilitas fisik, Asus juga memberikan kemudahan upgrade sebagai bagian dari strategi memperpanjang umur perangkat. TUF Gaming 16 dilengkapi dengan dua slot RAM DDR5 dan dua slot SSD M.2 PCIe, memungkinkan pengguna menambah kapasitas memori dan penyimpanan di kemudian hari tanpa harus mengganti laptop.
Fitur ini sangat berguna ketika kebutuhan pengguna meningkat, misalnya saat koleksi game semakin banyak. Pengguna cukup memasang SSD tambahan tanpa perlu repot-repot membeli perangkat baru.
“Pendekatan ini kami rancang agar laptop dapat mengikuti kebutuhan pengguna dari masa kuliah hingga masuk dunia kerja,” jelas Brama.
Layanan Purnajual: Senjata Ampuh Asus
Terakhir, Asus juga mengandalkan layanan purnajual sebagai pembeda di tengah pasar yang semakin kompetitif. Perusahaan memperluas jaringan service center dan menyediakan perlindungan terhadap kerusakan yang tidak disengaja.
Menurut Brama, strategi ini menjadi sangat penting karena spesifikasi laptop antarprodusen kini semakin mirip. Oleh karena itu, Asus mencoba menawarkan nilai tambahan dari sisi umur pakai perangkat dan layanan setelah pembelian.
Dengan kombinasi performa, ketahanan, kemudahan upgrade, dan layanan purnajual yang mumpuni, bukan tanpa alasan jika Asus mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar laptop di Indonesia. Apakah Anda siap untuk merasakan pengalaman laptop yang tahan lama dan berkualitas?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










