Wednesday, October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Paten HEVC Jadi Masalah, Asus dan Acer Dilarang Jualan di Jerman

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
February 21, 2026
in Teknologi
0
Paten HEVC Jadi Masalah, Asus dan Acer Dilarang Jualan di Jerman
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Pabrikan laptop kenamaan asal Taiwan, Asus dan Acer, kini harus angkat kaki dari pasar Jerman. Bayangkan, dua raksasa teknologi ini mendadak dilarang berjualan di negara Eropa tersebut. Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata, keputusan kontroversial ini bermula dari meja hijau Pengadilan Regional Munich I yang memvonis kedua perusahaan melakukan pelanggaran paten.

Lebih detailnya, pengadilan memutuskan bahwa Acer dan Asus secara tidak sengaja telah menginjak-injak hak paten milik raksasa telekomunikasi asal Finlandia, Nokia. Paten yang dipermasalahkan ini berkaitan erat dengan teknologi canggih di balik codec video H.265 atau yang lebih dikenal dengan HEVC.

Related posts

Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

Table of Contents

Toggle
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB
  • HP EliteBoard G2a: Komputer Ringkas Berbentuk Keyboard dengan Chip Ryzen AI Pro
    • Rak Toko Online Langsung Dikosongkan
    • Ritel Pihak Ketiga Masih Bisa Jualan

Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

October 21, 2026
HP EliteBoard G2a: Komputer Ringkas Berbentuk Keyboard dengan Chip Ryzen AI Pro

HP EliteBoard G2a: Komputer Ringkas Berbentuk Keyboard dengan Chip Ryzen AI Pro

October 20, 2026

Kita semua tentu menikmati video jernih di laptop, bukan? Nah, codec HEVC inilah yang menjadi tulang punggung kompresi video resolusi tinggi seperti 4K dan 8K. Tanpa teknologi ini, file video akan membengkak dan sulit untuk diputar mulus. Teknologi ini bahkan sudah menyatu erat dengan prosesor dan sistem grafis modern yang dipasang di hampir semua laptop dan desktop masa kini. Jadi, bisa dibilang ini adalah jantung dari perangkat multimedia modern.

Sebenarnya, kisruh hukum ini bukan barang baru. Nokia pertama kali melayangkan gugatan pada tahun 2025, tidak hanya kepada Acer dan Asus, tetapi juga menyertakan Hisense. Namun, jalan cerita berubah ketika Hisense memilih untuk berdamai. Mereka segera melakukan perjanjian lisensi dengan Nokia, dan sebagai hasilnya, tuntutan terhadap perusahaan asal China tersebut resmi dicabut. Mereka memilih jalan aman dengan membayar lisensi.

Lalu, bagaimana dengan Asus dan Acer? Keduanya terlihat enggan menempuh jalur serupa. Hingga saat ini, mereka belum juga menunjukkan itikad untuk mendapatkan lisensi resmi dari Nokia. Sikap inilah yang membuat pengadilan Jerman akhirnya angkat bicara. Majelis hakim menegaskan bahwa Asus dan Acer melanggar paten karena mereka dengan nyaman menggunakan dukungan HEVC di perangkat mereka, tetapi tanpa membayar sepeser pun melalui skema lisensi yang adil. Skema yang dimaksud adalah FRAND, singkatan dari fair, reasonable, and non-discriminatory, yang menjamin pemilik paten memberikan lisensi dengan syarat yang wajar.

Akibatnya, otoritas hukum Jerman langsung bergerak cepat. Mereka mengabulkan permintahan Nokia untuk menerbitkan perintah blokir sementara. Ini adalah tamparan keras bagi kedua vendor Taiwan tersebut. Mereka tidak punya pilihan selain menghentikan segala aktivitas penjualan yang melibatkan produk bermasalah di Jerman.

Rak Toko Online Langsung Dikosongkan

Keputusan ini jelas bukan main-main. Implikasinya, Asus dan Acer tidak diperbolehkan mengimpor, menjual, atau mendistribusikan satu pun perangkat yang diduga melanggar paten di wilayah Jerman. Mengingat dukungan HEVC sudah terintegrasi secara luas di berbagai komponen perangkat keras dan lunak modern, maka potensi produk yang terkena imbas sangatlah besar. Bisa dibilang, hampir semua jajaran laptop dan desktop terbaru keluaran Acer dan Asus masuk dalam daftar hitam ini.

Merespons situasi darurat ini, Asus langsung mengambil tindakan drastis. Mereka membatasi akses ke sebagian situs web mereka di Jerman. Saat konsumen Jerman mencoba membuka beberapa halaman produk, yang muncul hanya tulisan “tidak tersedia” atau halaman tersebut malah mati total. Ini seperti toko yang tiba-tiba menutup paksa tokonya di tengah hiruk-pikuk pasar.

Acer pun tak kalah sigap. Mereka secara sepihak menghapus seluruh katalog PC dari toko online resmi mereka di Jerman. Jika penggemar Acer di Jerman membuka situs tersebut, mereka hanya akan disambut oleh deretan perangkat periferal seperti monitor. Laptop dan desktop lenyap dalam sekejap. Namun, ada secercah kabar baik di tengah kabut pekat ini. Kedua perusahaan memastikan bahwa layanan purna jual seperti garansi, perbaikan, dan dukungan pelanggan di Jerman tetap beroperasi normal. Konsumen yang sudah membeli produk tidak perlu panik karena perangkat mereka tetap bisa diperbaiki.

Ritel Pihak Ketiga Masih Bisa Jualan

Namun, ada satu fakta menarik yang patut dicermati. Perintah pengadilan ini hanya menyasar langsung ke tubuh Asus dan Acer sebagai korporasi. Artinya, perintah ini tidak berdampak pada ritel pihak ketiga seperti Amazon, MediaMarkt, dan pengecer lokal lainnya. Para raksasa ritel ini masih diizinkan untuk menjual stok laptop atau desktop Asus dan Acer yang sudah mereka miliki.

Jadi, bagi konsumen Jerman yang masih ngotot ingin membeli laptop Asus atau Acer, mereka masih bisa berburu di toko-toko tersebut hingga stok benar-benar terkuras. Ini adalah kesempatan terakhir sebelum produk benar-benar lenyap dari pasaran. Sayangnya, begitu stok ritel habis, situasi akan berubah drastis. Kemungkinan besar akan butuh waktu lama untuk mengisi ulang pasokan, setidaknya sampai sengketa lisensi antara kedua vendor dengan Nokia menemukan titik terang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan Acer dan Asus akan menyelesaikan masalah rumit ini. Yang pasti, kedua vendor ini diperkirakan tidak akan tinggal diam. Mereka hampir pasti akan mengajukan banding atas putusan pengadilan tersebut, seperti dihimpun dari laporan Gizmochina. Akankah mereka mampu membalikkan keadaan? Ataukah ini awal dari akhir dominasi mereka di pasar Jerman? Kita tunggu saja babak selanjutnya dari drama hukum ini.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Tags: AcerAsuslaptopTeknologi
Previous Post

Warzone Mobile Resmi Tumbang, Server Akan Ditutup 2 Bulan Lagi

Next Post

Realme Perkenalkan Teknologi LumaColor Image untuk Pertama Kalinya di Seri 16

Next Post
Paten HEVC Jadi Masalah, Asus dan Acer Dilarang Jualan di Jerman

Realme Perkenalkan Teknologi LumaColor Image untuk Pertama Kalinya di Seri 16

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Huawei Mate X8: RAM 20GB yang Bikin Ponsel Lipat?

Huawei Mate X8: RAM 20GB yang Bikin Ponsel Lipat?

11 months ago
Alphabet Mengucurkan Dana Rp 670 Triliun ke Anthropic, Perkuat Posisi di Industri AI

Alphabet Mengucurkan Dana Rp 670 Triliun ke Anthropic, Perkuat Posisi di Industri AI

6 months ago

OpenAI Investasi Ratusan Miliar untuk Startup yang Baru Berusia 2 Tahun

9 months ago
Nintendo Akhiri Penjualan Tiga Varian Switch Pertama Mulai Februari 2027

Masih Rumor! Simak Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8 yang Beredar

3 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo
  • Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian
  • Manajemen RAM Windows 11 Dirombak, Microsoft Bidik Pengguna Laptop 8 GB

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy F70 5G, Bawa Kamera 50 MP OIS dan Baterai Jumbo

October 21, 2026
Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

Mengenal Bee Frontier dan Bee Eclipse, Aksesori Pintar Amazon yang Siap Jadi Asisten Obrolan Harian

October 21, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In