olympic.or.id — Hei, pembaca setia OLYMPIC.OR.ID! Di era digital kayak sekarang, siapa sih yang nggak pernah was-was saat belanja online atau scrolling medsos? Bayangin aja, tiba-tiba ada pesan masuk bilang kamu menang undian, atau tawaran diskon gila-gilaan yang bikin mata melotot. Nah, kabar baik nih, Shopee Indonesia bareng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) plus Siberkreasi baru aja ngerilis buku super praktis buat ngebantu kita semua hindari jebakan penipuan daring. Buku ini namanya AMAN, singkatan dari Antisipasi Modus Penipuan. Penasaran kan gimana buku ini bisa jadi senjata ampuh melawan scammer? Yuk, kita bahas bareng!
Peluncuran buku ini digelar di Jakarta kemarin, Rabu, dan jadi bagian dari kampanye keren bertajuk #TakKenalMakaTakAman. Kampanye ini nggak cuma omong doang, tapi bener-bener ngajak semua pihak buat tingkatin kesadaran soal ancaman digital. Rizki Ameliah, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital dari Komdigi, bilang kalau tantangan sekarang nggak cuma soal teknologi aja. “Kita harus bangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, platform digital, influencer, dan komunitas supaya visi kita sama dalam ngasih edukasi literasi digital ke masyarakat,” ujarnya. Pokoknya, ini langkah kolaboratif yang bikin kita semua lebih aman di dunia maya.

Dari pihak Shopee, Satrya Pinandita selaku Head of Corporate Affairs, nggak mau ketinggalan nyampaikan komitmen mereka. “Kami pengen setiap pengguna bisa belanja, jualan, atau interaksi di platform kami dengan tenang dan nyaman,” katanya. Buku AMAN ini dirancang khusus dengan desain eye-catching dan bahasa yang gampang dicerna, bahkan buat yang awam sekalipun. Plus, formatnya shareable banget, jadi bisa langsung dibagikan lewat WA, IG, atau platform lain. Kamu bisa akses buku ini gratis di portal Shopee Xtra Aman. Praktis kan? Nggak perlu repot cari-cari, tinggal klik dan baca.

Isi buku ini fokus ke tiga hal utama yang bener-bener relatable buat kita sehari-hari. Pertama, cara jaga data pribadi seperti kode OTP atau password. Bayangin, kalau data ini bocor, bisa-bisa akun kita dihack dan duit ludes. Kedua, mengenali berbagai modus penipuan yang lagi tren, mulai dari phishing via email sampe tawaran palsu di medsos. Ketiga, penjelasan fitur-fitur Shopee yang bisa bantu, seperti ‘Cek Fakta’ buat verifikasi info dan Customer Service yang siap 24/7 nanganin keluhan penipuan. Donny Budi Utoyo, Ketua Umum Siberkreasi, nambahin kalau literasi digital itu nggak cuma bisa pakai gadget doang. “Harus ada kesadaran kritis buat saring info, supaya nggak gampang ketipu dan nyebarin info yang bener,” imbuhnya. Buku ini jadi alat edukasi yang pas buat bekalin masyarakat langkah-langkah sederhana hindari scam.
Ngomongin soal data, serem banget nih! Menurut laporan ‘State of Scams in Southeast Asia 2025’ dari Global Anti-Scam Alliance, 66 persen orang Indonesia jadi target penipuan dalam 12 bulan terakhir. Modusnya paling sering lewat pesan singkat (67 persen), telepon (64 persen), dan SMS (59 persen). Belum lagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) catat kerugian gara-gara ini capai Rp6,1 triliun dari November 2024 sampe September 2025. Wow, angka segitu bisa buat bangun stadion olahraga gede lho! Ini bukti kalau penipuan online lagi jadi momok besar, terutama di tengah maraknya transaksi digital pasca-pandemi.
Kolaborasi ini nggak muncul tiba-tiba. Shopee sebagai salah satu e-commerce raksasa di Indonesia, udah lama concern soal keamanan. Mereka punya tim khusus yang monitor transaksi mencurigakan, dan sekarang tambah inisiatif edukasi kayak buku AMAN ini. Komdigi dan Siberkreasi juga aktif banget promoin literasi digital, dari workshop sampe kampanye online. Bayangin kalau semua orang paham cara hindari scam, pasti ekosistem digital Indonesia bakal lebih sehat. Nggak cuma buat belanja, tapi juga buat aktivitas lain kayak banking online atau bahkan ikut event olahraga virtual.
Buat kamu yang suka olahraga, ini relevan banget lho. Misalnya, saat beli tiket pertandingan atau jersey resmi lewat online, jangan sampe kena tipu. Buku AMAN bisa jadi panduan buat cek keaslian seller atau hindari link palsu yang ngaku-ngaku dari sponsor resmi. Di OLYMPIC.OR.ID, kita sering bahas event olahraga, tapi keamanan digital juga penting supaya fans bisa nikmatin konten tanpa khawatir.
Kunjungi laman berita terkini di Exposenews.id
Selain itu, kampanye #TakKenalMakaTakAman ini bisa jadi inspirasi buat komunitas olahraga. Bayangin kalau atlet atau klub olahraga ikut promoin literasi digital, pasti dampaknya lebih luas. Misalnya, share tips hindari scam saat donasi buat tim nasional atau beli merchandise. Ini bisa bantu kurangi kasus penipuan yang sering manfaatin event besar kayak Olimpiade atau SEA Games.
Pemerintah juga lagi gencar dorong transformasi digital, tapi tanpa edukasi, malah bisa jadi bumerang. Rizki Ameliah bilang, ekosistem literasi digital yang kuat adalah kunci. Shopee, dengan jutaan penggunanya, punya peran besar di sini. Mereka nggak cuma jualan, tapi juga edukasi. Donny dari Siberkreasi tekankan pentingnya tanggung jawab dalam nyebar info, supaya nggak ada hoax yang bikin orang rugi.
Intinya, buku AMAN ini bukan cuma baca-bacaan biasa, tapi toolkit nyata buat kita semua. Mulai dari anak muda yang hobi online shopping sampe orang tua yang baru belajar pakai app. Yuk, download sekarang di Shopee Xtra Aman dan share ke temen-temen. Siapa tahu, dengan ini kita bisa kurangi angka kerugian triliunan itu. Tetap aman di dunia maya, ya! Kalau ada pengalaman kena scam, share di kolom komentar OLYMPIC.OR.ID biar kita bisa saling ingetin.









