Olympic.or.id — Dunia teknologi baru saja diguncang sebuah kejutan luar biasa! Bayangkan, sebuah kartu grafis kelas menengah mampu mempermalukan GPU flagship termahal dari Nvidia. Bukan mimpi, ini benar-benar terjadi!
AMD Radeon RX 9060 XT, kartu grafis yang ditujukan untuk kalangan menengah, berhasil mencetak sejarah baru. Dua extreme overclocker asal Amerika Serikat, Bill Alverson yang akrab disapa Sampson dan Allen Golibersuch atau Splave, sukses melakukan aksi nekat. Mereka memacu performa RX 9060 XT hingga melampaui batas kemampuan pabrikan melalui metode overclock ekstrem. Hasilnya? GPU ini secara mengejutkan mengalahkan performa monster Nvidia GeForce RTX 4090!
Percobaan gila ini berlangsung di kantor AMD yang berada di Ontario, Kanada. Sampson dan Splave secara perlahan menaikkan kecepatan clock GPU tersebut. Mereka berdua terus mendorongnya hingga akhirnya jarum kecepatan menyentuh angka mencengangkan: 4.769 MHz atau setara 4,77 GHz!
Coba kita bandingkan dengan spesifikasi standarnya. RX 9060 XT dari pabrikan memiliki base clock 1.700 MHz. Kemudian game clock-nya berada di angka 2.530 MHz, dan boost clock maksimal cuma 3.130 MHz. Dengan kata lain, Sampson dan Splave berhasil melompatkan frekuensi hingga sekitar 52 persen lebih tinggi dari batas tertinggi resminya! Luar biasa, bukan?
Nah, yang bikin heboh, pencapaian 4,77 GHz ini langsung menggeser posisi raja sebelumnya. Rekor dunia kecepatan GPU sebelumnya justru dipegang oleh kartu flagship Nvidia GeForce RTX 4090. Ironisnya, pemecah rekor lama itu juga di-overclock oleh Splave! Pada data SkatterBench, RTX 4090 hanya mentok di kecepatan 4.020 MHz alias 4 GHz. Artinya, RX 9060 XT ini melesat 700 MHz lebih kencang. Sebuah lompatan performa yang benar-benar tidak terduga dari GPU kelas menengah.
Rahasia di Balik Suhu Ekstrem: Nitrogen Cair Jadi Kunci
Mungkin banyak dari kalian bertanya-tanya, bagaimana mungkin GPU biasa bisa sekencang itu? Jawabannya terletak pada metode pendinginan yang tidak biasa. Sampson dan Splave tidak merinci secara detail konfigurasi teknisnya. Mereka juga tidak menyebutkan pengaturan voltase, varian memori GPU (apakah 8 GB atau 16 GB), atau pengujian benchmark untuk validasi. Namun satu hal yang pasti: mereka menggunakan nitrogen cair!
Awalnya, mereka menguji GPU ini menggunakan kipas pendingin biasa atau air cooling. Tujuannya untuk melihat batas awal overclock. Setelah merasa cukup, mereka langsung beralih ke senjata andalan: nitrogen cair atau LN2. Kehadiran LN2 ini benar-benar mengubah segalanya.
Nitrogen cair mampu mendinginkan suhu GPU hingga level yang sangat rendah. Suhu yang adem dan stabil mencegah komponen overheat meski dipacu di kondisi ekstrem. Dengan suhu terjaga, chip bisa bekerja lebih keras tanpa takut rusak. Splave sendiri semula memprediksi clock maksimal GPU ini cuma sekitar 4,4–4,5 GHz. Ternyata, prediksinya meleset! Chip GPU yang mereka gunakan menyimpan ruang peningkatan atau headroom yang jauh lebih besar dari perkiraan.
Hasilnya, mereka terus mendorong dan mendorong hingga akhirnya tembus 4.769 MHz. Rekor dunia pun berhasil mereka rebut dari tangan Nvidia.
Mengalahkan Jagoan Lain: Rekor Ini Semakin Sah
Keberhasilan ini tidak hanya mengalahkan Nvidia. Mereka juga secara tidak langsung mengalahkan rekor GPU terintegrasi milik Intel. Sebelumnya, seorang pengguna asal Belgia bernama Massman berhasil mencatatkan rekor pada 9 Mei 2025. Ia meng-overclock GPU Intel Graphics (Arrow Lake) hingga kecepatan 4.250 MHz, sebagaimana dirangkum dari TechSpot.
Namun kini, rekor tersebut harus rela turun tahta. GPU kelas menengah AMD ini terbang tinggi meninggalkan para pesaingnya. Angka 4.769 MHz menjadi bukti nyata bahwa batas performa sebuah hardware ternyata bisa didobrak jauh melampaui standar pabrikan.
Tentu kita tidak bisa serta-merta menyimpulkan bahwa RX 9060 XT di pasaran nanti akan secanggih ini. Overclock ekstrem dengan nitrogen cair jelas bukan konsumsi sehari-hari. Metode ini hanya untuk tujuan benchmarking dan memecahkan rekor. Biayanya mahal dan risikonya sangat tinggi.
Namun, pencapaian ini memberikan secercah harapan. AMD sepertinya memiliki desain arsitektur yang sangat tangguh di lini kelas menengah mereka. Jika chip standarnya saja punya headroom sebesar itu, bukan tidak mungkin versi pabrikan nanti akan menjadi pemburu nilai terbaik di kelasnya. Nvidia harus mulai waspada. Era di mana harga mahal menjamin performa tertinggi mungkin akan segera berakhir.
Rekor dunia ini membuktikan satu hal: jangan pernah meremehkan yang kelas menengah. Karena dengan sedikit keberanian dan bantuan nitrogen cair, ia bisa menjatuhkan raja sekalipun. Selamat untuk Sampson dan Splave, serta AMD yang telah menciptakan chip luar biasa ini!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id









