Jakarta, olympic.or.id – Roblox, platform game daring populer, pada Rabu (3/9) mengumumkan langkah besar untuk meningkatkan keamanan penggunanya. Mereka berencana memperluas teknologi estimasi usia ke seluruh pengguna dan bekerja sama dengan International Age Rating Coalition (IARC) untuk menghadirkan label usia pada game serta konten di platformnya. Langkah ini menegaskan komitmen Roblox untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Matt Kaufman, Kepala Pejabat Keamanan Roblox, dengan antusias menyatakan, “Kami berfokus membangun platform yang aman sekaligus membantu orang tua membuat pilihan tepat untuk anak-anak mereka.” Ia menambahkan, “Kemitraan dengan IARC ini akan memberikan kejelasan lebih kepada orang tua di seluruh dunia tentang konten yang sesuai untuk usia anak mereka.” Dengan langkah ini, Roblox berharap orang tua merasa lebih yakin saat anak-anak mereka bermain.
Mulai akhir tahun ini, Roblox akan menerapkan sistem estimasi usia untuk semua pengguna yang menggunakan fitur komunikasi, seperti obrolan suara dan teks. Teknologi ini memindai selfie pengguna, menganalisis fitur wajah, dan memperkirakan usia mereka dengan akurat. Menariknya, sistem ini tidak bekerja sendiri. Roblox menggabungkannya dengan verifikasi kartu identitas dan persetujuan orang tua, sehingga menghasilkan pengukuran usia yang jauh lebih presisi dibandingkan metode sederhana seperti memasukkan tahun kelahiran.

Selain itu, Roblox berencana memperketat interaksi antara orang dewasa dan anak di platformnya. Dengan sistem baru ini, mereka memastikan anak-anak bermain di lingkungan yang lebih terkontrol. Misalnya, fitur ini akan membatasi komunikasi yang tidak perlu antara pengguna dewasa dan anak, sehingga risiko interaksi berbahaya semakin kecil.

Melalui kemitraan dengan IARC, Roblox akan mengganti label konten internalnya dengan standar internasional yang diakui. Pengguna di Amerika Serikat akan melihat label dari Entertainment Software Rating Board (ESRB), sementara di Korea Selatan menggunakan Game Rating and Administration Committee (GRAC). Di Jerman, otoritas Unterhaltungssoftware Selbstkontrolle (USK) akan berlaku, sedangkan di Eropa dan Inggris, Pan European Game Information (PEGI) menjadi acuan. Dengan begitu, orang tua dapat dengan mudah memahami apakah suatu game mengandung elemen seperti kekerasan, bahasa dewasa, atau perjudian yang perlu diwaspadai.

Langkah ini sejalan dengan pembaruan keamanan yang Roblox umumkan pada Juli lalu. Mereka memperkenalkan fitur verifikasi usia melalui video selfie untuk mencegah anak di bawah 13 tahun mengakses fitur seperti obrolan suara atau teks tanpa filter. Selain itu, Roblox membatasi pengguna berusia 13 hingga 17 tahun untuk menambahkan “trusted connections” hanya dengan orang yang mereka kenal di dunia nyata. Fitur ini memastikan anak-anak tidak sembarangan berinteraksi dengan orang asing.
Kebijakan baru ini muncul sebagai respons terhadap regulasi ketat di berbagai negara, seperti Online Safety Act di Inggris dan aturan verifikasi usia di Mississippi, Amerika Serikat. Aturan-aturan ini bahkan memaksa beberapa platform media sosial menghentikan operasinya di wilayah tertentu. Namun, Roblox memilih untuk beradaptasi dengan meningkatkan sistem keamanannya.
kunjungi laman berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id
Selama bertahun-tahun, Roblox telah menggelontorkan investasi besar untuk fitur keamanan. Salah satunya adalah Roblox Sentinel, sistem kecerdasan buatan open-source yang mendeteksi potensi ancaman terhadap anak secara dini. Mereka juga menyediakan alat kontrol orang tua, pembatasan komunikasi, dan teknologi untuk menutup server yang melanggar aturan. Meski begitu, tantangan masih ada. Beberapa gugatan hukum di Amerika Serikat menyebutkan bahwa predator anak masih bisa memanfaatkan platform ini. Penelitian independen juga menemukan bahwa anak-anak kadang masih menemukan konten tidak pantas atau interaksi berisiko.
Dengan langkah terbaru ini, Roblox menunjukkan komitmen kuat untuk menjawab kekhawatiran tersebut. Dengan teknologi estimasi usia dan kemitraan dengan IARC, mereka berharap bisa menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman dan menyenangkan untuk semua pengguna, terutama anak-anak. Langkah ini tidak hanya menjawab regulasi global, tetapi juga membangun kepercayaan orang tua di seluruh dunia.










