Olympic.or.id – Rumah milyuner teknologi Sam Altman, bos besar di balik kecerdasan buatan ChatGPT, tiba-tiba jadi sasaran serangan teror! Seorang pria muda berusia 20 tahun nekat melemparkan bom molotov ke kediaman sang CEO OpenAI di kawasan elit San Francisco, Amerika Serikat, pada Jumat (10/4/2026) pagi waktu setempat.

Pagar Rumah Terbakar, Pelaku Kabur Bakaran
Akibatnya, pagar luar rumah orang nomor satu di dunia AI itu pun ikut terbakar. Setelah melancarkan aksi gilanya, pelaku langsung kabur bagaikan setan kena air suci. Namun, polisi tidak tinggal diam. Mereka pun sigap meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan awal.
Baca Juga: Fitur Speech Translation Google Meet Resmi Hadir untuk Pengguna Android dan iOS
Menariknya, kurang dari satu jam berselang, pihak kepolisian kembali menerima laporan baru yang tak kalah mencekam. Seseorang diketahui mengancam akan membakar habis kantor pusat OpenAI! Waduh, ada apa gerangan?
Satu Jam Berselang, Ancaman Baru Meluncur ke Kantor OpenAI
Setelah dilakukan pelacakan intensif, polisi berhasil menghubungkan kedua insiden tersebut. Pria yang mengancam gedung OpenAI ternyata adalah orang yang sama dengan si pelempar bom molotov ke rumah Altman. Tanpa buang waktu, polisi pun bergerak cepat menangkap teroris tersebut. Namun, identitas pelaku maupun motif di balik serangan brutal ini masih belum diungkapkan ke publik.
Baca Juga: Tak Perlu Rumit, Google Kini Jual Flashdisk Instalasi ChromeOS Flex untuk PC dan Mac Tua
Pihak OpenAI melalui juru bicaranya dengan cepat mengonfirmasi kebenaran serangan tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa untungnya tidak ada korban luka sedikit pun dalam peristiwa ini. Perusahaan induk chatbot populer ChatGPT ini juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses investigasi yang sedang berjalan.
“Kami sangat mengapresiasi kecepatan respons luar biasa dari Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD) dan dukungan penuh dari kota dalam membantu menjaga keselamatan seluruh karyawan kami,” ungkap OpenAI dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Independent.
Sam Altman Buka Suara: Jangan Remehkan Dampak Retorika!
Sementara itu, Sam Altman sendiri akhirnya angkat bicara secara personal. Melalui blog pribadinya, ia memberikan tanggapan emosional terkait serangan yang menimpa kediaman sekaligus perusahaannya tersebut.
Menurut Altman, selama ini ia mungkin terlalu meremehkan dampak buruk dari narasi dan retorika panas yang berkembang di publik. Ia pun dengan jujur mengakui bahwa beberapa tahun terakhir ini terasa begitu intens, kacau balau, dan penuh tekanan yang luar biasa.
Karena itulah, Altman dengan tegas menyerukan agar semua pihak di industri AI segera menurunkan tensi konflik. Baik dari sisi retorika maupun taktik yang digunakan, semuanya harus dikendalikan demi kebaikan bersama.
Baca Juga: Terafab Resmi Diperkuat Intel, Ambisi Besar Elon Musk di Industri Chip AI Kian Terwujud
“Banyak kritik tajam terhadap industri kami sebenarnya berasal dari kekhawatiran mendalam tentang dampak teknologi. Ini cukup valid dan kami dengan lapang dada menerima kritik maupun debat konstruktif,” ujar Altman dengan nada bijak.
Namun, ia juga tetap optimis bahwa kemajuan teknologi pada akhirnya mampu membuat masa depan jadi lebih baik untuk berbagai pihak, asalkan dikelola dengan bijak.
Perlu dicatat, serangan menghebohkan ini terjadi di tengah berbagai kontroversi yang tengah melanda OpenAI. Mulai dari kerja sama kontroversial dengan Departemen Pertahanan AS, persaingan sengit dengan Anthropic di pasar AI, hingga gugatan hukum besar-besaran dari Elon Musk.
Baca Juga: Muse Spark, Langkah Perdana Meta dalam Membangun Ekosistem AI Generasi Baru
Dalam gugatan yang dijadwalkan mulai disidangkan akhir bulan ini, Musk menuntut OpenAI dan Sam Altman dengan tuduhan serius. Ia mengklaim bahwa Altman secara sengaja memanipulasi dirinya agar menyumbang fantastis 38 juta dollar AS ke OpenAI. Caranya? Dengan memberikan janji manis bahwa perusahaan tersebut akan tetap mempertahankan statusnya sebagai organisasi nirlaba.
Sebagai informasi, Musk sendiri ikut mendirikan OpenAI bersama Altman pada tahun 2015. Namun kini, ia meminta agar Altman dicopot dari jabatannya sebagai CEO sebagai bagian dari tuntutan hukum tersebut, seperti dihimpun dari CNBC. Drama panas dunia AI masih terus bergulir!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.








