Olympic.or.id – Percaya atau tidak, tiga raksasa AI dunia, yaitu ChatGPT buatan OpenAI, Gemini ciptaan Google, dan Claude dari Anthropic, berhasil menembus pintu gerbang dua universitas paling bergengsi di Jepang, yaitu University of Tokyo dan Kyoto University. Ya, mereka lulus dengan gemilang!
Bukan sekadar lulus, geng! Beberapa model AI ini mencetak nilai yang lebih tinggi dibandingkan peserta manusia dengan skor terbaik di ujian yang sama. Keren, kan?

Siapa di Balik Uji Coba Gila Ini?
Hasil mengejutkan ini diungkap langsung oleh perusahaan AI asal Jepang, LifePrompt. Mereka menguji tiga model AI terbaru: ChatGPT 5.2 Thinking, Google Gemini 3 Pro Preview, dan Claude Opus 4.5.
Ketiganya disuruh mengerjakan soal ujian masuk tahun akademik 2026 untuk University of Tokyo dan Kyoto University. Sebagai informasi, dua kampus ini terkenal memiliki proses seleksi yang sangat ketat, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang paling sulit di dunia.
Bayangkan, sekitar 500.000 siswa mengikuti ujian masuk universitas di Jepang setiap tahunnya. Tapi untuk masuk University of Tokyo? Wah, persaingannya bisa bikin merinding!
ChatGPT Juara Matematika: Nilai Sempurna Bikin Manusia Gigit Jari!
Dari semua model yang diuji, ChatGPT mencatat hasil paling mencolok. Di jalur Natural Sciences III University of Tokyo—yang merupakan jalur masuk kedokteran dan ilmu sains paling kompetitif—ChatGPT meraih skor 503 dari total 550 poin. Luar biasa!
Nilai tersebut 50 poin lebih tinggi dibanding peserta manusia dengan skor tertinggi yang hanya memperoleh 453 poin. Yang lebih gila lagi, ChatGPT berhasil meraih nilai sempurna untuk mata ujian matematika! Mantap!
Di jalur Humanities and Social Sciences, model AI rilisan November 2022 itu juga memperoleh 452 poin dari total 550 poin. Angka tersebut lebih tinggi dibanding skor tertinggi peserta yang diterima tahun ini, yakni 434 poin.
Kyoto University Juga Takluk!
Keberhasilan serupa terjadi juga di Kyoto University. Pada ujian masuk Fakultas Hukum, ChatGPT mencetak skor 771 poin, melampaui nilai tertinggi peserta manusia yang berada di angka 734 poin.
Sementara pada ujian Fakultas Kedokteran Kyoto University, ChatGPT meraih 1.176 poin, jauh lebih tinggi dibanding nilai peserta terbaik yang memperoleh 1.098 poin. Gimana, tidak main-main, kan?
Gemini dan Claude Juga Ikut Pesta Kemenangan!
Pencapaian ini ternyata bukan hanya milik ChatGPT, lho. Google Gemini 3 Pro Preview dan Claude Opus 4.5 juga berhasil melampaui ambang kelulusan di berbagai jalur seleksi University of Tokyo maupun Kyoto University.
Gemini bahkan disebut memperoleh beberapa nilai matematika sempurna di berbagai jalur ujian. Hebat!
Sementara Claude berhasil melampaui nilai kelulusan di seluruh kategori yang diujikan, termasuk jalur Natural Sciences III University of Tokyo dan Fakultas Kedokteran Kyoto University.
Menurut LifePrompt, hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan AI generatif saat ini bukan lagi sekadar fenomena di satu model saja. Sebaliknya, hampir seluruh model AI kelas atas kini mampu menyelesaikan soal akademik tingkat tinggi yang sebelumnya hanya bisa dikuasai manusia.
Dua Tahun Lalu Masih Gagal, Sekarang Jadi Juara!
Yang menarik, hasil ini berbanding terbalik dengan kondisi dua tahun lalu. Pada 2024, LifePrompt pernah menguji GPT-4 menggunakan soal ujian masuk University of Tokyo. Saat itu, model AI tersebut gagal mencapai nilai minimum untuk lolos seleksi.
Namun, perkembangan teknologi AI berlangsung sangat cepat! Pada Januari 2026, ChatGPT sudah mampu memperoleh nilai rata-rata 97 persen pada 15 mata pelajaran ujian masuk nasional Jepang dan meraih sembilan nilai sempurna.
Hasil terbaru dari University of Tokyo dan Kyoto University menunjukkan peningkatan kemampuan tersebut masih terus berlanjut. Wow!
Tapi Sayang, AI Masih Lemah di Soal Esai!
Meski berhasil mengungguli manusia di banyak bidang, AI ternyata belum sempurna, geng.
LifePrompt menemukan bahwa kemampuan terbaik AI masih berada pada mata pelajaran yang memiliki jawaban pasti, seperti matematika, fisika, kimia, dan informatika. Sebaliknya, AI masih kesulitan ketika menghadapi soal yang membutuhkan argumentasi dan interpretasi terbuka.
Contohnya terlihat jelas pada ujian sejarah dunia. ChatGPT mampu meraih nilai sekitar 90 persen pada ujian bahasa Inggris, tetapi hanya memperoleh sekitar 25 persen pada soal esai sejarah dunia. Bedanya jauh, kan?
Penilaian esai tersebut dilakukan langsung oleh guru dari lembaga bimbingan belajar besar Jepang, Kawai Juku, sehingga tidak dinilai secara otomatis oleh sistem komputer. Jadi, murni penilaian manusia!
Peringatan Keras dari Kepala LifePrompt!
Kepala LifePrompt, Satoshi Endo, mengatakan perkembangan AI saat ini menunjukkan perubahan besar yang perlu diperhatikan dunia pendidikan dan industri.
“Kecepatan evolusi AI sangat tinggi. Perusahaan perlu mulai memikirkan bagaimana bentuk pekerjaan dan bisnis mereka dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” ujar Endo dengan tegas.
Jangan Panik Dulu! Profesor Jepang Ini Kasih Perspektif Baru
Sementara itu, Profesor Satoshi Kurihara dari Keio University yang juga menjabat sebagai Ketua Japanese Society for Artificial Intelligence menilai manusia dan AI tidak seharusnya bersaing di arena yang sama.
Menurut dia, AI memang unggul dalam menyerap dan memproses data dalam jumlah besar. Namun di sisi lain, manusia masih memiliki keunggulan dalam aspek penalaran, kreativitas, dan pemahaman konteks yang lebih luas, sebagaimana dihimpun dari GizChina.
Jadi, jangan takut digantikan AI, ya! Tetap asah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis kalian!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










