Olympic.or.id – Dalam sebuah gebrakan yang mengejutkan industri teknologi, Samsung secara resmi memasang target ambisius: fitur kecerdasan buatan andalannya, Galaxy AI, akan menyapa lebih dari 800 juta perangkat Galaxy di seluruh penjuru dunia sebelum tahun 2026 berakhir. Target raksasa ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan ambisi Samsung untuk menancapkan pengaruh AI di setiap sisi kehidupan digital kita.
Pernyataan menggema ini disampaikan langsung oleh Presiden & CEO sekaligus Kepala Divisi Device eXperience (DX) Samsung Electronics, TM Roh. Ia mengumumkannya di atas panggung megah pembukaan ajang Galaxy Unpacked 2026 yang digelar di London, Inggris, pada Rabu (22/7/2026) waktu setempat. Sorak sorai penonton langsung memecah suasana saat TM Roh melontarkan visi besar perusahaannya.
Di hadapan para jurnalis dan penggila teknologi dari berbagai belahan dunia, Roh dengan penuh semangat menjelaskan bahwa AI kini bukan lagi sekadar gimmick, melainkan fondasi kokoh yang menopang aktivitas digital kita sehari-hari. “AI kini menjelma menjadi infrastruktur, tulang punggung yang tak kasat mata dalam rutinitas harian, yang dengan sigap membantu semakin banyak orang. Karena itulah, kami bertekad menghadirkan Galaxy AI ke lebih dari 800 juta perangkat hingga akhir tahun ini,” tegas Roh dengan nada optimis.
Dari 200 Juta ke 800 Juta: Lompatan Fantastis Hanya dalam Dua Tahun
Target ini secara gamblang memperlihatkan lonjakan adopsi yang luar biasa cepat sejak Galaxy AI pertama kali diperkenalkan pada awal 2024. Ketika itu, Samsung hanya membidik sekitar 200 juta perangkat yang terjangkau fitur AI tersebut hingga penutupan tahun 2024. Namun, dalam rentang waktu yang relatif singkat, yakni sekitar dua tahun, proyeksi jumlah perangkat yang kompatibel dengan Galaxy AI melesat hingga empat kali lipat. Ini menandakan bahwa antusiasme pasar terhadap AI di genggaman sangat tinggi, dan Samsung dengan cerdik membacanya.
Lebih dalam, TM Roh menguraikan bahwa keberadaan Galaxy AI di perangkat bukanlah pelengkap, melainkan sebuah keniscayaan untuk kehidupan modern saat ini. Mengapa? Karena smartphone telah menjadi pintu gerbang pertama pengalaman AI bagi mayoritas pengguna di dunia. Perangkat kecil ini setia menemani kemanapun kita melangkah. Oleh karena itu, Roh menekankan bahwa AI saat ini harus mampu mendalami dan memahami kebiasaan serta kebutuhan penggunanya secara personal. Hanya dengan begitu, smartphone dapat bertransformasi menjadi fondasi ideal untuk menghadirkan agentic AI—sebuah terobosan di mana AI tidak hanya merespons, tetapi secara proaktif membantu pengguna menyelesaikan beragam tugas secara lebih mandiri dan intuitif.
“Perhatikan ini,” imbuh Roh dengan penuh keyakinan, “Galaxy AI di sini berperan sebagai asisten pribadi yang meringankan beban pengguna. Kami merancangnya untuk mengurangi kebutuhan mencari informasi bolak-balik atau membuka banyak aplikasi. Hasilnya, pengguna bisa lebih fokus terhadap hal-hal penting dalam kehidupan sehari-hari mereka tanpa terganggu oleh kerumitan digital.” Dengan kata lain, Galaxy AI hadir untuk mengembalikan esensi penggunaan teknologi, yaitu mempermudah, bukan mempersulit.
AI untuk Semua: Strategi Inklusif yang Mengubah Peta Persaingan
Tidak heran jika target jangka pendek ini terdengar sangat realistis dan masuk akal. Mengapa demikian? Sebab, strategi Samsung kini jauh lebih agresif dan inklusif. Galaxy AI tidak lagi dipatok eksklusif untuk jajaran ponsel flagship atau kelas atas saja. Sebaliknya, Samsung dengan cepat mengalirkan kemampuan AI ke berbagai perangkat kelas menengah Galaxy. Langkah ini memastikan bahwa tidak peduli segmen pasar mana yang anda tempati, anda tetap berkesempatan menikmati kecanggihan AI. Alhasil, jangkauan pengguna yang bisa menikmati fitur-fitur berbasis AI ini kian meluas dan merata.
Bukan hanya soal akses, Samsung pun terus menggeber inovasi dengan menggabungkan dua kekuatan pemrosesan AI secara simultan, yaitu pemrosesan langsung di perangkat (on-device AI) yang super cepat dan komputasi berbasis cloud yang mumpuni. Pendekatan hibrida ini diklaim mampu menghadirkan pengalaman AI yang lebih responsif, sangat personal sesuai gaya pengguna, serta tetap menjaga keamanan dan privasi data secara maksimal. Kombinasi ini seolah menjadi resep ampuh yang membuat pengguna merasa aman sekaligus dimanjakan oleh teknologi.
Fitur Baru dan Deretan Gadget Canggih yang Melengkapi Ekosistem AI
Dalam momentum Galaxy Unpacked 2026 yang sama, Samsung kembali memukau publik dengan memamerkan sederet fitur terbaru Galaxy AI. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah My FanCam. Fitur revolusioner ini memungkinkan pengguna mengedit video secara otomatis hanya dengan fokus pada satu orang. Cara kerjanya sangat cerdas: begitu anda memilih subjek, AI akan dengan presisi tinggi mendeteksi wajahnya, lalu secara otomatis melakukan crop (pemotongan bingkai) dan mengikuti setiap gerakannya dengan mulus. Hasil akhirnya? Anda mendapatkan satu video sinematik yang tetap terpusat pada orang tersebut, meskipun video asli direkam dari sudut lebar yang penuh dengan keramaian. Ini adalah mimpi bagi para kreator konten dan mereka yang hobi mengabadikan momen.
Acara peluncuran itu sendiri bukan hanya tentang perangkat lunak. Untuk melengkapi ekosistem AI yang kian kuat, Samsung juga meluncurkan deretan perangkat keras terbaru yang siap mengguncang pasar. Mereka memperkenalkan jajaran ponsel lipat generasi terbaru, yaitu Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra yang lebih premium, dan Galaxy Z Flip 8 yang ikonik.
Bukan hanya itu, untuk menemani gaya hidup aktif para pengguna, Samsung turut memamerkan perangkat wearable berupa smartwatch Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 yang dilengkapi dengan pelacakan kesehatan dan kebugaran yang lebih canggih. Sebagai sentuhan akhir yang mengejutkan, mereka juga memperkenalkan kacamata pintar berbasis AI hasil kolaborasi spektakuler dengan dua jenama besar, Gentle Monster dan Warby Parker, menandakan bahwa AI kini bahkan merambah ke mode dan gaya sehari-hari.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










