Olympic.or.id – Platform game simulasi fenomenal Roblox baru saja mengguncang dunia gaming dengan menghadirkan dua jenis akun revolusioner. Perusahaan tersebut secara resmi meluncurkan Roblox Kids dan Roblox Select pada Senin (13/4/2026), sebuah langkah berani yang langsung menarik perhatian jutaan orang tua di seluruh dunia.
Dalam pengumuman resmi melalui blog Roblox, pendiri sekaligus CEO Roblox, David Baszucki, dengan tegas menyatakan bahwa kedua tipe akun ini dirancang khusus untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja. Ia pun menekankan komitmen perusahaan terhadap keselamatan pengguna muda.
Lebih rincinya, Roblox Kids otomatis ditujukan untuk anak-anak berusia 5 tahun hingga 8 tahun. Sementara itu, Roblox Select akan mengelompokkan pengguna yang berusia 9 tahun sampai 15 tahun. Kedua kategori ini pun langsung memisahkan pengalaman bermain berdasarkan kelompok usia.
David juga menjelaskan bahwa sistem akan menentukan kategori akun secara otomatis melalui verifikasi usia berbasis pemindaian wajah (facial age-check) yang canggih. Alternatifnya, orang tua juga bisa memverifikasi usia anak mereka secara manual melalui sistem yang telah disediakan.
Kebijakan akun berbasis usia ini rencananya akan diluncurkan secara global pada awal Juni 2026. Pihak Roblox pun memberikan masa transisi bagi seluruh pengguna untuk segera melakukan verifikasi usia mereka sebelum kebijakan ini diterapkan sepenuhnya.
Perbedaan Mencolok Antara Roblox Kids dan Roblox Select: Jangan Sampai Salah Pilih!
Ketika pengguna masuk ke tipe akun Roblox Kids, mereka akan langsung disambut oleh tampilan antarmuka berwarna biru khas dengan label bertuliskan “Kids” yang terpampang jelas di samping judul Roblox. Desain ini pun memudahkan orang tua untuk mengenali mode akun anak mereka.
Fitur paling kontroversial yang langsung dihilangkan sistem pada akun tipe ini adalah fitur percakapan atau chat yang dinonaktifkan sepenuhnya. Anak-anak di bawah 9 tahun juga hanya bisa mengakses game dengan rating “Minimal” atau “Mild” yang sudah lolos proses seleksi ekstra ketat dari tim internal. Mereka pun tidak bisa berinteraksi dengan siapa pun di dalam game.
Di sisi lain, akun Roblox Select masih menyuguhkan tampilan standar seperti biasanya, namun kini dihiasi dengan label “Select” di sebelah kanan judul Roblox. Para remaja yang menggunakan akun ini tetap bisa merasakan nuansa bermain yang familiar tanpa perubahan drastis.
Yang menarik, pengguna tipe akun Select dapat mengakses game dengan rating yang diizinkan di level Kids, plus tambahan rating “Moderate”. Fitur chat pun tetap tersedia untuk tipe akun ini, tetapi orang tua bisa mengontrol dan membatasi penggunaannya secara penuh melalui dashboard khusus.
Seiring berjalannya waktu, pengguna Roblox Kids otomatis akan “naik level” ke Roblox Select ketika ulang tahun mereka yang ke-9 tiba. Sistem ini pun akan meningkatkan level lagi ke akun Roblox standar ketika usianya sudah mencapai 16 tahun. Kabar baiknya, semua progres game akan tersimpan rapi dan bisa dilanjutkan di tipe akun baru.
Peringatan keras diberikan bagi pengguna yang belum melakukan verifikasi usia. Akses mereka akan lebih dibatasi secara signifikan, yakni hanya ke game dengan rating rendah (Minimal/Mild) dan tanpa fitur komunikasi sama sekali. Jadi, segera lakukan verifikasi!
Moderasi Konten dan Kurasi Game Diperketat Habis-habisan
Roblox dengan lantang menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari sistem terpadu yang menggabungkan verifikasi usia, rating konten, moderasi, dan kontrol orang tua. Semua konten pun tetap melalui sistem moderasi yang mencakup pemindaian aset berbasis AI super cepat, evaluasi laporan pengguna, hingga moderasi multimodal secara real-time.
Untuk pengguna di bawah 16 tahun, Mereka menambahkan proses seleksi berkelanjutan yang tidak main-main. Sebuah game di Roblox akan dinilai berdasarkan verifikasi developer, analisis interaksi pengguna usia 16 tahun ke atas, serta laporan komunitas. Sistem ini pun bekerja secara otomatis dan terus-menerus.
Konten tertentu seperti isu sensitif, ruang sosial bebas (social hangout), dan game dengan kebebasan menggambar otomatis dibatasi secara default untuk anak-anak. Kebijakan ini diputuskan setelah perusahaan menerima berbagai masukan dari para ahli perlindungan anak.
Syarat Baru untuk Developer Bikin Kaget: Harus Bayar!
Kehadiran Roblox Kids dan Roblox Select juga menghadirkan kebijakan baru yang cukup mengejutkan bagi para pengembang (developer) di platform ini. Supaya sebuah game bisa menjangkau pengguna anak-anak, developer wajib memenuhi syarat ketat yang sudah ditetapkan perusahaan.
Syarat-syarat tersebut antara lain memverifikasi identitas diri, mengaktifkan otentikasi dua langkah (2FA), dan berlangganan layanan berbayar Roblox Plus. Kebijakan ini pun menuai pro dan kontra di kalangan developer kecil.
Fitur kontrol orang tua kini juga ditingkatkan secara signifikan. Orang tua kini bisa memblokir game tertentu hingga anak berusia 15 tahun, serta mengatur fitur chat langsung (direct chat) di akun anak mereka. Para orang tua pun bisa menyetujui game tertentu di luar pengaturan default.
Tak hanya itu, orang tua juga bisa memantau aktivitas anak secara real-time, termasuk game yang dimainkan dan daftar teman. Ke depannya, Mereka uga berencana mengadopsi standar rating game global dari International Age Rating Coalition (IARC).
Sistem ini mencakup standar resmi game yang sudah populer saat ini, seperti ESRB (AS) hingga PEGI (Eropa). Langkah ini diharapkan dapat membantu orang tua memahami konten game dengan lebih jelas dan memperkuat keselarasan dengan regulasi global.
Dipicu Gugatan Besar-besaran soal Keamanan Anak!
Perubahan besar dan mendadak ini tidak lepas dari tekanan hukum dahsyat yang sedang dihadapi. Beberapa gugatan dari jaksa agung di dua negara bagian AS, yaitu Louisiana dan Texas terkait isu keamanan anak, menjadi pemicu utamanya.
Kasus-kasus tersebut menjadi salah satu pemicu utama perusahaan untuk memperketat sistem perlindungan pengguna di bawah umur. Informasi ini dihimpun langsung dari DigitalTrends, media teknologi terpercaya.
Langkah tegas ini pun sejalan dengan tren global yang sedang terjadi, termasuk di Indonesia, yang mulai memperketat perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah Indonesia telah mengatur hal tersebut melalui PP Tunas (Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik).
Regulasi ini menekankan soal pembatasan akses konten sesuai usia, penguatan kontrol orang tua, serta tanggung jawab platform digital untuk membuat platformnya aman untuk anak-anak. Semua kebijakan ini akhirnya mendorong Roblox bergerak cepat sebelum diatur lebih ketat oleh pemerintah berbagai negara.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










