Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

Transformasi Pendidikan China: 12.000 Jurusan Dihentikan, Program AI Muncul

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
June 17, 2026
in Berita
0
Ubisoft Pangkas 380 Karyawan dan Tutup Dua Studio demi Tekan Biaya Operasional
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Kecerdasan buatan alias AI kini bukan sekadar menggantikan pekerjaan manusia, tapi juga membantai habis ribuan program studi di perguruan tinggi China! Dalam kurun waktu setengah dekade terakhir, lebih dari 12.000 jurusan sarjana lenyap dari peta pendidikan negeri Tirai Bambu tersebut. Sebagai gantinya, ribuan program studi mutakhir yang mengusung tema AI, data analitik, robotika, dan teknologi masa depan justru menjamur bak jamur di musim hujan.

Langkah revolusioner ini sengaja dilancarkan Beijing demi menyelaraskan sistem pendidikan dengan tuntutan industri masa depan. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menekan angka pengangguran lulusan muda yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi negeri dengan populasi terbanyak di dunia tersebut.

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Table of Contents

Toggle
    • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
    • Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI
  • Jurusan Seni Tumbang, Rektor Kampus Bergengsi Buka Suara
  • Gelombang Perubahan Melanda Seluruh Negeri
  • Mahasiswa dan Alumni: Kami Sudah Siap Sejak Lama!
  • Sistem Pendidikan Fleksibel Menjadi Solusi

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

September 18, 2026

Mengutip laporan South China Morning Post, Kementerian Pendidikan China mencatat sepanjang 2021 hingga 2025, sebanyak 12.200 program sarjana resmi dicabut izinnya atau dihentikan penerimaan mahasiswa baru. Pada periode yang persis sama, universitas-universitas di seluruh China justru meluncurkan 10.200 program studi segar. Jika dihitung secara kasar, lebih dari 30 persen jurusan di negeri Confucius ini mengalami transformasi radikal hanya dalam lima tahun saja! Bayangkan, itu hampir sepertiga dari seluruh program pendidikan tinggi yang ada.

Lantas, jurusan apa saja yang menjadi korban paling parah? Bidang seni, humaniora, bahasa asing, hingga manajemen menempati posisi teratas sebagai program studi yang paling babak belur diterjang gelombang AI. Bidang-bidang tersebut dinilai sudah mulai jenuh dan dianggap tidak lagi selaras dengan kebutuhan pasar kerja yang berubah drastis akibat disrupsi teknologi. Sementara itu, kampus-kampus di China kini saling berlomba membuka jurusan yang mendukung agenda ambisius teknologi nasional. Salah satu primadona terbaru adalah embodied intelligence, bidang yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan robot atau mesin fisik yang mampu berinteraksi secara langsung dengan dunia nyata. Setidaknya sembilan universitas ternama telah resmi membuka program studi inovatif tersebut.

Jurusan Seni Tumbang, Rektor Kampus Bergengsi Buka Suara

Salah satu contoh paling mencolok datang dari Communication University of China atau CUC, kampus media dan seni paling bergengsi yang berlokasi di jantung kota Beijing. Pada tahun 2025, kampus tersebut dengan berani menutup lima jurusan seni sekaligus. Program-program yang terkena kebijakan radikal ini mencakup fotografi, komik, desain komunikasi visual, seni media baru, dan desain fesyen. Namun jangan salah, CUC tidak sekadar menutup jurusan tanpa pengganti. Kampus ini justru membuka tiga jurusan baru yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi kekinian, yaitu Intelligent Imaging Art, Intelligent Audiovisual Engineering, dan Intelligent Engineering and Creative Design. Langkah ini jelas menunjukkan bahwa institusi pendidikan mulai serius mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum seni.

Keputusan kontroversial ini kembali menjadi sorotan publik setelah Rektor CUC, Liao Xiangzhong, secara blak-blakan menjelaskan alasan di balik perombakan masif tersebut dalam forum politik tahunan China. Menurut Liao, masa depan akan didominasi oleh era kolaborasi manusia dan mesin sehingga dunia pendidikan tinggi mau tidak mau harus beradaptasi dengan cepat. Ia bahkan dengan tegas menyebut jurusan fotografi tradisional sudah tidak relevan lagi jika berdiri sebagai disiplin ilmu yang terpisah. “Saat ini semua orang bisa menjadi kreator konten dan perekam peristiwa melalui perangkat digital yang mereka miliki,” ujar Liao dengan nada tegas. Meski demikian, ia buru-buru menegaskan bahwa jurusan tersebut tidak dihapus secara total, melainkan digabungkan ke dalam program yang lebih luas bernama Film and Television Photography and Production.

Tidak hanya jurusan seni yang menjadi sasaran, CUC juga menutup sejumlah program humaniora termasuk penerjemahan. Liao menilai perkembangan AI telah mengubah secara signifikan kebutuhan industri saat ini. “Penerjemahan sudah banyak digantikan oleh AI. Membuka program studi empat tahun untuk penerjemahan bahasa tertentu merupakan pemborosan sumber daya nasional yang sangat besar,” ucapnya dengan nada kritis. Pernyataan kontroversial ini sontak memicu perdebatan sengit di media sosial China. Sebagian netizen menilai langkah tersebut terlalu drastis dan mengkhawatirkan, sementara yang lain justru menganggap kampus memang harus beradaptasi dengan perubahan teknologi yang tak terelakkan.

Gelombang Perubahan Melanda Seluruh Negeri

Ternyata, fenomena serupa juga terjadi di sejumlah universitas ternama lainnya. Jilin University, East China Normal University, dan Nanchang University diketahui turut menutup beberapa jurusan seni seperti sastra film dan drama, penyiaran, penyutradaraan, hingga animasi. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tinggi akibat AI bukan sekadar isu lokal di satu kampus, melainkan gerakan nasional yang melanda seluruh negeri.

Perubahan besar ini terjadi tepat ketika jumlah lulusan perguruan tinggi di China terus melonjak pesat, sementara pasar kerja menjadi semakin kompetitif dan sulit ditembus. Tingkat pengangguran pemuda di negara tersebut masih bertahan di kisaran belasan persen yang cukup mengkhawatirkan. Kondisi ini membuat banyak lulusan kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi mereka. Ironisnya, mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan di jurusan yang kini ditutup justru menghadapi masa depan yang lebih suram lagi.

Mahasiswa dan Alumni: Kami Sudah Siap Sejak Lama!

Menariknya, para mahasiswa yang terdampak langsung oleh kebijakan ini mengaku tidak terlalu terkejut dengan perubahan tersebut. Seorang mahasiswa fotografi CUC dengan santai mengungkapkan bahwa para dosen sebenarnya sudah mulai memperkenalkan penggunaan AI dalam proses kreatif sejak tahun 2022 silam. “Kami memang menghela napas panjang saat mendengar kabar itu, tetapi tidak ada reaksi emosional yang berlebihan,” ujarnya dengan nada santai. “Bagi saya, AI hanyalah medium kreatif atau alat baru yang patut dieksplorasi. Yang jauh lebih penting adalah cara berpikir manusianya itu sendiri.”

Pandangan serupa juga muncul dari kalangan alumni yang sudah lebih dulu terjun ke dunia kerja. Menurut mereka, tantangan terbesar bukanlah kehadiran AI yang mengancam, melainkan bagaimana pendidikan tinggi mampu beradaptasi tanpa kehilangan esensi kreativitas manusia. Sebab bagaimanapun canggihnya teknologi, sentuhan dan empati manusia tetaplah hal yang tak tergantikan.

Sistem Pendidikan Fleksibel Menjadi Solusi

Sementara itu, peneliti senior dari National Institute of Education Sciences, Chu Zhaohui, memberikan pandangan yang lebih bijaksana. Ia menilai kampus tidak bisa terus-menerus menutup satu jurusan lalu membuka jurusan baru setiap kali teknologi berubah. Chu justru mendorong penerapan sistem pendidikan yang lebih fleksibel sehingga mahasiswa dapat memilih kombinasi mata kuliah sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan karier mereka masing-masing. Dengan sistem yang adaptif, lulusan akan memiliki bekal yang lebih matang untuk menghadapi perubahan zaman.

Apa yang terjadi di China menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu pekerjaan semata. Teknologi ini kini mulai memengaruhi struktur pendidikan tinggi secara langsung dan fundamental. Bahkan bidang-bidang yang selama ini identik dengan kreativitas manusia seperti fotografi, desain, seni visual, hingga penerjemahan kini ikut terpaksa beradaptasi dengan era baru kolaborasi manusia dan mesin. Satu hal yang pasti, perubahan ini tidak akan berhenti di sini. Dunia pendidikan harus terus bergerak dinamis mengikuti arus teknologi yang tak pernah berhenti mengalir.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Teknologi
Previous Post

Segmen Powerbank Magnetik Kian Ramai, Baseus PicoGo Air Siap Bersaing dengan Xiaomi

Next Post

Sennheiser Momentum 5 Resmi Dirilis: Baterai 57 Jam, Dolby Atmos, dan Dukungan Bluetooth 6.0

Next Post
Ubisoft Pangkas 380 Karyawan dan Tutup Dua Studio demi Tekan Biaya Operasional

Sennheiser Momentum 5 Resmi Dirilis: Baterai 57 Jam, Dolby Atmos, dan Dukungan Bluetooth 6.0

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Meta Umumkan Akuisisi Startup Robot Humanoid, Ini Bentuk Keseriusan Zuck Lawan xAI

GPU China Lisuan 7G100 Siap Hadir 20 Mei, Targetkan Kelas Menengah dengan Klaim Setara RTX 4060

5 months ago
Vect 2.0: Ransomware “Cacat” yang Lebih Mirip Data Wiper, Tebusan Pun Sia-sia

Huawei Luncurkan Watch Kids X1 Series di Acara Innovative Product Launch Bangkok

4 months ago
Eskalasi Siber di Timur Tengah, Handala Hack Team Klaim Bobol Data Intelijen Israel

DeepSeek V4 Dirilis di Tengah Sanksi AS, China Kini Punya Alternatif Nyata Pengganti Nvidia

5 months ago
Apple Naikkan Harga MacBook dan iPad, Kekhawatiran Pelemahan Permintaan Tekan Saham Hingga 5,3 Persen

“GTA 6 Ditunggu Dunia, Berbagai Perusahaan Ikut Berpartisipasi dengan Cara Kreatif

3 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In