Olympic.or.id – Percaya atau nggak, China kini mulai menunjukkan taringnya dalam usaha lepas dari belenggu chip kecerdasan buatan (AI) buatan Amerika Serikat. Sebuah langkah nyata dan berani baru saja diumumkan oleh startup AI asal China, DeepSeek, yang secara mengejutkan merilis pratinjau model AI terbaru mereka. Hebatnya lagi, model ini sengaja dioptimalkan supaya bisa berjalan mulus di chip Ascend bikinan Huawei. Langkah ini menjadi bukti bahwa China tidak mau selamanya bergantung pada teknologi asing.
China Akhirnya Punya Jalan Keluar dari Dominasi Nvidia
Para penggemar teknologi pasti bakal heboh! Model AI yang dinamai DeepSeek V4 ini berhasil menjadi “pintu darurat” sekaligus sinyal paling keras bahwa ekosistem AI China mulai beralih dari ketergantungan kronis terhadap sistem GPU kepunyaan Nvidia. Seperti yang kita tahu, selama bertahun-tahun, hampir semua model AI global, termasuk yang lahir di China, selalu mengandalkan ekosistem CUDA punya Nvidia untuk proses pelatihan maupun inferensi. Namun, kini pola ketergantungan itu diputus secara dramatis oleh DeepSeek karena mereka mengklaim V4 sudah menyelesaikan adaptasi inferensi di platform Ascend Huawei. Dengan kata lain, implementasi chip domestik buatan perusahaan China sendiri kini resmi beralih dari sekadar uji coba ke penerapan yang nyata dan praktis!
Yang lebih keren lagi, DeepSeek V4 ternyata hadir dalam dua varian menggoda: Pro dan Flash. Varian Pro diposisikan sebagai versi paling canggih, sementara Flash yang lebih ringan siap melayani kebutuhan harian. Namun, yang paling menarik perhatian adalah untuk pertama kalinya DeepSeek berani menempatkan GPU Nvidia dan NPU Ascend kepunyaan Huawei dalam satu kerangka validasi perangkat keras. Mereka dengan percaya diri menyebut bahwa skema fine-grained expert parallelism yang mereka kembangkan sudah terverifikasi berjalan mulus di kedua platform besar tersebut. Bayangkan, sebuah lompatan teknologi yang membuat banyak pihak ternganga!
Tak heran jika Direktur Riset Semikonduktor dari firma konsultan Omdia, He Hui, langsung angkat bicara. Menurutnya, langkah berani ini jelas masuk dalam kategori “perkembangan besar” bagi industri AI China. “Chip Ascend milik Huawei adalah alternatif terbaik buatan dalam negeri terhadap Nvidia,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dukungan penuh terhadap DeepSeek V4 menjadi bukti nyata bahwa model AI papan atas China kini sudah bisa berjalan di perangkat keras buatan dalam negeri. Pernyataan ini tentu saja merupakan pukulan telak bagi dominasi asing selama ini.
Performa Gila: Setara GPT-5 Tapi Pakai Chip Sendiri
Dari sisi performa, DeepSeek dengan pede-nya mengklaim bahwa model V4 mampu memproses lebih dari satu juta token dalam satu waktu. Coba bayangkan, kapasitas konteks sebesar itu setara dengan model-model raksasa seperti GPT-5.4 dari OpenAI dan Claude Opus 4.6 dari Anthropic! Sebagai informasi sederhana, token sendiri merupakan satuan untuk menghitung jumlah karakter atau kata yang diproses atau dihasilkan oleh model AI. Jadi, dengan kemampuan ini, DeepSeek V4 bisa “membaca” dan “memahami” dokumen sepanjang novel tebal hanya dalam sekejap.
Bukan cuma soal kapasitas, model AI anyar ini juga diklaim membawa sejumlah peningkatan signifikan di area kemampuan agen, pengetahuan dunia, serta performa penalaran. Semua tolok ukur utama itu menjadi patokan penting dalam evaluasi AI generasi berikutnya. Sementara itu, untuk versi Pro, DeepSeek mengklaim bahwa produk mereka mampu menungguli model open-source lainnya, terutama dalam tolok ukur pengetahuan dunia. Hebatnya lagi, versi Pro ini hanya berada di bawah model tertutup Gemini-Pro-3.1 kepunyaan Google. Ini prestasi luar biasa untuk produk buatan China!
DeepSeek dengan tegas menyatakan bahwa V4 sangat cocok untuk pekerjaan AI berbasis agen (AI agents) karena model ini mampu mengeksekusi tugas yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar chatbot biasa. Bayangkan robot-robot pintar yang bisa merencanakan, mengatur, dan mengambil keputusan sendiri. Bahkan, saking dahsyatnya, model DeepSeek V4 langsung mendapat perhatian hangat di komunitas global. Terbukti, model ini tercatat menjadi salah satu yang paling cepat naik ke peringkat atas di platform Hugging Face, tempat favorit para developer untuk saling berbagi dan menjalankan model machine learning.
Namun, jangan buru-buru terpukau habis. Meskipun membawa segudang kemampuan canggih, model AI terbaru buatan DeepSeek ini masih belum mendukung kemampuan multimodal. Artinya, jangan harap V4 bisa membuat gambar atau video keren seperti beberapa model AI populer lainnya. Fitur untuk membuat konten visual belum tersedia, setidaknya untuk pratinjau kali ini.
Sanksi AS Memicu Perlawanan, DeepSeek Kena Tudingan Miring
Perkenalan pratinjau DeepSeek V4 ini terjadi di tengah panasnya pembatasan ekspor chip canggih oleh pemerintah Amerika Serikat. Alih-alih patah arang, justru tekanan dari luar negeri itu semakin mendorong China untuk memacu teknologi mandiri mereka. Ini adalah buah dari kebijakan swasembada yang selama ini digalakkan. Sementara itu, DeepSeek sendiri saat ini dilaporkan tengah menghadapi kritik tajam dari AS dan perusahaan pesaing. Mereka menilai kesuksesan DeepSeek adalah hasil dari pemanfaatan teknologi buatan AS. Sungguh tuduhan berat yang memicu perang opini di industri.
Namun, pihak perusahaan dengan tegas membantah semua tudingan miring tersebut. Mereka menyatakan tidak secara sengaja menggunakan data sintesis yang dihasilkan oleh perusahaan rivalnya, yaitu OpenAI. Meski begitu, DeepSeek tetap mengakui bahwa mereka memang menggunakan chip Nvidia dalam proses pengembangan. Sayangnya, mereka tidak menjelaskan secara rinci apakah chip yang digunakan termasuk yang terkena pembatasan ekspor dari AS. Satu hal yang pasti: dengan hadirnya DeepSeek V4, China kini punya “pintu keluar” yang sah dari bayang-bayang ketergantungan pada Nvidia. Dunia harus bersiap menyaksikan persaingan AI yang semakin seru!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










