Friday, September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Valuasi Sempat Rp175 Triliun, Kini GoPro Hanya Mengandalkan Dua Opsi: Dijual atau Mencari Mitra

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
June 14, 2026
in Teknologi
0
Tecno Pova 8 Andalkan Baterai 8.000 mAh dan Alive Matrix Display di Modul Belakang
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Coba bayangkan masa-masa ketika setiap atlet ekstrem, peselancar, pembalap sepeda gunung, hingga kreator konten punya satu kamera yang sama persis menempel di helm mereka. Mereknya GoPro. Iya, dulu semua orang pakai GoPro. Bertahun-tahun lamanya, nama GoPro benar-benar identik dengan kategori action camera. Tidak ada siapa pun yang berani menyaingi. Tidak ada ancaman serius. Mereka raja.

Nah, sekarang? Pelopor kamera aksi yang dulu perkasa itu malah terkapar dan berjuang mati-matian sekadar untuk tetap hidup. Sungguh tragis.

Related posts

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Table of Contents

Toggle
  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa
  • Padahal Dulu Nilainya Ratusan Triliun, Lho!
  • DJI dari China yang Melibas Habis GoPro
  • Masalah Memori Jadi Pukulan Mematikan
  • PHK 23 Persen Karyawan, Siap-siap Diakuisisi?
  • Akankah GoPro Selamat? Nasib Ditentukan Beberapa Bulan ke Depan

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

Hemat Listrik Hingga 30 Persen, China Sulap Temperatur Dingin Samudra Jadi Pendingin Server Raksasa

September 17, 2026

GoPro baru saja mengeluarkan peringatan resmi yang di dunia bisnis kita kenal sebagai going concern warning. Dalam laporan keuangan terbaru mereka yang sudah diserahkan ke otoritas pasar modal AS, Securities and Exchange Commission (SEC), perusahaan ini secara blak-blakan mengakui adanya “keraguan substansial” terhadap kemampuan mereka melanjutkan operasi. Peringatan ini pun disertai catatan keras dari auditor independen mereka, PricewaterhouseCoopers. Intinya, GoPro sendiri mengaku mungkin tidak akan sanggup bertahan dalam 12 bulan ke depan, kecuali ada suntikan dana segar atau ada perusahaan besar yang sudi membeli mereka.

Angka-angka di laporan keuangan GoPro benar-benar suram, teman-teman. Pendapatan total perusahaan ambrol 19 persen sepanjang tahun fiskal terakhir, dari yang sebelumnya jauh lebih besar menjadi cuma 652 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,5 triliun. GoPro juga membukukan kerugian bersih hingga 93,5 juta dollar AS (sekitar Rp 1,63 triliun) di tahun yang sama. Yang paling mengerikan adalah kondisi kas mereka. Setahun lalu, GoPro masih punya cadangan uang yang lumayan. Sekarang, jumlahnya tinggal separuh, hanya tersisa 49,7 juta dollar AS (sekitar Rp 870 miliar). Untuk perusahaan global dengan ratusan karyawan dan operasi yang tersebar di banyak negara, jumlah kas segitu jelas tidak cukup untuk bernapas panjang.

Namun, yang membuat situasi semakin runyam adalah utang. GoPro masih punya kewajiban ke berbagai bank senilai 88,6 juta dollar AS (sekitar Rp 1,55 triliun). Kontrak utang itu menyatakan bahwa peringatan going concern otomatis dianggap sebagai pelanggaran perjanjian alias default. Karena utang-utang mereka saling terkait, default di satu utang akan memicu default di semua utang lainnya. Kalau bank tiba-tiba menagih semuanya sekaligus, GoPro jelas tidak punya uang untuk membayarnya. Saat ini, manajemen GoPro sedang berusaha mati-matian bernegosiasi dengan para pemberi pinjaman untuk meminta keringanan, sebelum semuanya benar-benar meledak.

Padahal Dulu Nilainya Ratusan Triliun, Lho!

Kondisi sekarang jelas sangat jauh berbeda dari masa keemasan mereka. GoPro pertama kali didirikan pada tahun 2002. Sepanjang dekade 2010-an, perusahaan ini benar-benar mendominasi pasar kamera aksi tanpa lawan. Para atlet ekstrem, peselancar, snowboarder, pesepeda gunung, pelancong, hingga content creator semuanya mengandalkan kamera mungil tahan banting buatan GoPro untuk merekam pengalaman seru mereka dari sudut pandang orang pertama.

Pengaruh GoPro bahkan merembet ke industri musik dan budaya festival. Banyak kreator konten dan penggemar memakai kamera ini untuk mendokumentasikan aksi panggung musisi, festival musik, hingga momen-momen seru di belakang panggung. Semua itu terjadi sebelum kamera smartphone mampu menghasilkan kualitas video yang setara. Di puncak kejayaannya, valuasi pasar menembus lebih dari 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 175 triliun). Mereka dianggap sebagai salah satu merek elektronik konsumen paling inovatif di dunia. Sekarang? Valuasi itu tinggal kenangan manis.

DJI dari China yang Melibas Habis GoPro

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada GoPro?

Pertama, datanglah kamera smartphone. Kualitas kamera ponsel meningkat drastis dalam satu dekade terakhir. Hal ini secara perlahan menyerap sebagian besar kebutuhan fotografi dan video yang dulu hanya bisa dipenuhi kamera aksi. Namun, ada pesaing lain yang lebih nyata, lebih agresif, dan lebih sulit dilawan: DJI.

Perusahaan teknologi asal Shenzhen, China itu awalnya memang dikenal sebagai produsen drone nomor satu dunia. Tapi DJI tidak pernah puas hanya bermain di pasar drone. Mereka masuk ke pasar kamera aksi lewat seri Osmo Action, lalu Osmo Pocket, dan kini Osmo 360. Strategi DJI terbilang sederhana namun mematikan. Mereka menawarkan kamera dengan spesifikasi yang setara atau bahkan lebih bagus dibanding GoPro, tapi dengan harga yang jauh lebih bersaing. Plus, integrasi yang mulus dengan ekosistem perangkat DJI lainnya, terutama gimbal dan drone.

Hasilnya? Satu per satu, DJI mengambil pangsa pasar yang dulu setia menjadi milik GoPro. Para content creator dan vlogger pun mulai berpindah karena pilihan DJI dianggap lebih value for money. Para penggemar olahraga ekstrem yang dulu setia dengan GoPro kini banyak yang beralih ke Osmo Action, karena fitur layar depan yang lebih praktis untuk vlogging dan harganya yang lebih masuk akal.

GoPro sebenarnya bukannya tidak melawan. Mereka terus merilis produk baru, termasuk Mission 1, platform kamera terbaru mereka. Tapi sayangnya, peluncurannya tidak berjalan mulus. Salah satu produk terbaru mereka, Max 2, malah molor dari jadwal dan melewatkan musim penjualan liburan yang biasanya menjadi puncak omzet tahunan. Kesalahan fatal di waktu yang salah.

Masalah Memori Jadi Pukulan Mematikan

Selain pesaing yang semakin galak, GoPro juga kena hantam masalah lain yang tidak kalah pelik: kenaikan harga memori. Industri kamera sangat bergantung pada flash memory untuk menyimpan rekaman video resolusi tinggi. Sejak akhir 2025, harga memori di pasar global melonjak tajam karena permintaan dari infrastruktur AI dan pusat data meningkat drastis. Saat produsen memori memprioritaskan pasokan untuk industri AI, perusahaan elektronik seperti GoPro yang sangat tergantung pada memori menjadi salah satu pihak yang paling terdampak. Biaya produksi kamera ikut melonjak, margin keuntungan tergerus, pendapatan turun tapi biaya naik. Kombinasi maut untuk perusahaan yang sudah kesulitan keuangan.

PHK 23 Persen Karyawan, Siap-siap Diakuisisi?

Untuk mencoba bertahan, mereka sudah mengambil sejumlah langkah penyelamatan darurat. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 23 persen karyawannya. Sekitar 145 posisi dihilangkan demi menekan beban gaji. Mereka juga sudah menyewa penasihat keuangan untuk mencari jalan keluar terbaik. Para penasihat ini saat ini sedang mempertimbangkan dua kemungkinan besar: menjual seluruh perusahaan, atau mencari mitra bisnis yang lebih besar. Awal tahun ini, dewan direksi GoPro juga sudah resmi mengumumkan peninjauan terhadap “alternatif strategis”—istilah halus untuk kemungkinan penjualan, merger, atau transaksi lain yang bisa menyelamatkan nilai saham mereka. Selain itu, GoPro juga mulai melirik peluang diversifikasi ke sektor pertahanan dan aerospace, dua bidang yang sedang sangat membutuhkan kamera tahan banting dengan kualitas tinggi.

Akankah GoPro Selamat? Nasib Ditentukan Beberapa Bulan ke Depan

Meskipun sudah mengeluarkan peringatan going concern yang mengkhawatirkan, GoPro tetap beroperasi seperti biasa. Produk-produk baru masih dirilis. Karyawan yang tersisa masih bekerja keras. Namun, situasinya jelas tidak menggembirakan sama sekali.

Kisah GoPro hari ini adalah cerita klasik tentang perusahaan teknologi yang pernah menjadi raja tanpa pesaing, lalu jatuh karena tiga hal sekaligus: serangan smartphone, agresivitas DJI yang mengambil pasar, dan kenaikan biaya komponen yang tidak terkendali. Dan ini bukan cerita yang aneh di industri teknologi. Banyak merek besar yang pernah merajai kategori produk tertentu, akhirnya tergerus oleh pesaing baru yang lebih lincah. Nokia, BlackBerry, Kodak. Daftarnya panjang sekali.

Sekarang, GoPro berdiri tepat di posisi yang sama. Nasib mereka akan ditentukan dalam beberapa bulan ke depan—entah selamat atau benar-benar tumbang—sebagaimana dihimpun dari EDMTunes dan Gizchina. Saksikan kelanjutan drama ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Teknologi
Previous Post

Tecno Pova 8 Andalkan Baterai 8.000 mAh dan Alive Matrix Display di Modul Belakang

Next Post

iOS 27 Beta Hadir di WWDC 2026, Ini yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Instal

Next Post
Tecno Pova 8 Andalkan Baterai 8.000 mAh dan Alive Matrix Display di Modul Belakang

iOS 27 Beta Hadir di WWDC 2026, Ini yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Instal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

WhatsApp Blokir Spam! keren!!

WhatsApp Blokir Spam! keren!!

11 months ago
Nothing Phone (3a) Lite: Lite Tapi Bikin Nagih!

Nothing Phone (3a) Lite: Lite Tapi Bikin Nagih!

11 months ago
Muse, AI Meta yang Siap Jadi Asisten Pribadi Masa Depan: Bisa Apa Saja?

Muse, AI Meta yang Siap Jadi Asisten Pribadi Masa Depan: Bisa Apa Saja?

7 days ago
Elon Musk Umumkan Fase Produksi Volume Tinggi Neuralink untuk 1000+ Chip Otak pada 2026

Elon Musk Umumkan Fase Produksi Volume Tinggi Neuralink untuk 1000+ Chip Otak pada 2026

9 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Main Game PS3 di Laptop: Tips, Setting, dan Link Download Emulator

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot gacor interents-expents Mahjong Ways Hadirkan Nuansa Puzzle Modern Wild West Gold Tawarkan Sensasi Petualangan Bertema Gates of Olympus Bawa Konsep Multiplier ke Permainan Sweet Bonanza x1000 Menggabungkan Visual Cerah dan Starlight Princess Memadukan Tema Fantasi dengan Gameplay Mahjong Wins 3 Mengusung Puzzle Bergaya Modern Fenomena Lucky Neko Tampilkan Karakter Kucing dalam Permainan Sugar Rush 1000 Hadir dengan Konsep Match-Style Sweet Bonanza Xmas Membawa Tema Musiman ke Permainan Baccarat Online Semakin Populer sebagai Permainan Kartu PG Soft Kembangkan Pengalaman Game Interaktif Sistem Pragmatic Play Perkenalkan Ragam Game Multiplier Fenomena Wild Bounty Showdown Mengangkat Tema Perburuan Harta Program Mahjong Ways 2 Tawarkan Perpaduan Puzzle dan Permainan Arcade Digital Semakin Interaktif Konsep Cairnya Video Kasino Berbasis Web Makin Adaptif Promo Permainan Puzzle Mahjong Bertransformasi lewat Teknologi Grafis Game Multiplier Bertema Fantasi Semakin Diminati Penawaran Perkembangan Game Kartu Online Mengubah Pola Interaksi Dari Mahjong hingga Permainan Multiplier Tren Saldo Revolusi Digital Infrastruktur Baru Platform Gaming Masa Depan Lebih Cerdas dan Efisien Ketika Infrastruktur Berubah Dunia Gaming Ikut Bertransformasi Secara Menyeluruh dan Berkelanjutan Dari Server Konvensional ke Cloud Modern Transformasi di Balik Layar Industri Gaming Infrastruktur Digital Baru Menghadirkan Pengalaman Bermain Tanpa Batas bagi Para Gamer Menyongsong Era Gaming Lebih Adaptif Berkat Lompatan Besar Teknologi Infrastruktur Platform Gaming Semakin Gesit Seiring Efek Domino Transformasi Digital yang Masif Fleksibilitas Tanpa Kompromi Mengungkap Rahasia Kinerja Platform Gaming Modern Infrastruktur Semakin Cerdas Menghadirkan Pengalaman Gaming yang Jauh Lebih Responsif Membedah Transformasi Digital yang Perlahan Mengubah Wajah Industri Gaming Secara Global Gaming Tanpa Hambatan Bagaimana Infrastruktur Digital Menjadi Kunci Utama Kelancarannya Evolusi Teknologi Backend Menjadi Fondasi Baru Perkembangan Platform Permainan Modern Ketangkasan Digital Menyulap Platform Gaming Menjadi Jauh Lebih Cepat dan Responsif Infrastruktur Adaptif Menjadi Kunci Kesuksesan Platform Gaming di Era Sekarang Dari Masalah Latensi Menuju Kecepatan Optimal Kisah Transformasi Infrastruktur Gaming Membangun Masa Depan Industri Gaming Melalui Infrastruktur Digital yang Semakin Tangguh Platform Gaming Era Baru Tampil Lebih Cepat Lebih Fleksibel dan Jauh Lebih Pintar Transformasi Tak Terlihat yang Diam-diam Mengubah Cara Kerja Industri Gaming Menuju Pengalaman Gaming Tanpa Lag Berkat Peran Infrastruktur Digital Masa Kini Infrastruktur Digital Menjadi Tulang Punggung Utama bagi Inovasi Platform Gaming Cloud Kecepatan dan Fleksibilitas Tiga Pilar Utama yang Membentuk Gaming Modern PG Soft Pionir Grafis Mobile di Dunia Game Digital Mahjong Ways dan Fenomena Slot Bertema Budaya Tionghoa Bedah Mekanik PG Soft Ways Cluster dan Fitur Modern Lainnya Kenapa PG Soft Sering Pakai Tema Hewan dan Simbol Keberuntungan Analisis RTP dan Volatilitas Membaca Matematika di Balik Game PG Soft Dari Fortune Ox ke Wild Bandito Perbandingan Desain dan Fitur Free Spin vs Buy Feature Mana yang Lebih Efektif Secara Desain Game PG Soft di Era Mobile First Rahasia Game Ringan dengan Visual Berat Mitos Pola dan Jam Gacor Kenapa Tidak Ada Pola Pasti di PG Soft Masa Depan PG Soft AI VR dan Inovasi Game Berikutnya Mahjong Ways sebagai Game Puzzle Digital Wild West Gold Bertema Petualangan Koboi Gates of Olympus Hadir sebagai Game Arcade Multiplier Sweet Bonanza x1000 Mengusung Game Match-Style Penuh Warna Starlight Princess dalam Genre Arcade Fantasi Mahjong Wins 3 Membawa Format Puzzle Modern Lucky Neko Menggabungkan Puzzle dan Tema Karakter Kucing Sugar Rush 1000 Tampilkan Konsep Match-Style dengan Multiplier Sweet Bonanza Xmas Hadirkan Game Match-Style Bernuansa Musiman Wild Bounty Showdown sebagai Game Arcade Bertema Barat Mahjong Ways 2 Mengembangkan Game Puzzle dengan Mekanisme Modern Baccarat Online Termasuk Game Kartu Berbasis Dealer PG Soft Perluas Ragam Game Digital dengan Mahjong Ways Pragmatic Play Hadirkan Sweet Bonanza sebagai Game Match-Style Gates of Olympus dan Mekanisme Multiplier Jadi Sorotan Mahjong Wins 3 sebagai Puzzle Berbasis Kombinasi Simbol Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Starlight Princess Menawarkan Game Fantasi dengan Fitur Multiplier Wild West Gold Membawa Genre Arcade Bertema Koboi Sweet Bonanza x1000 sebagai Game Match-Style Multiplier Tinggi RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm
  • Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun
  • Xiaomi Luncurkan Duo Redmi Note 17 Pro Series di Indonesia, Ini Daftar Harganya

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Lebih Kencang dan Hemat Daya, MediaTek Perkenalkan Dimensity 9600 Pro Berbasis 2 Nm

September 18, 2026
Tekan Ketimpangan Global, Gates Foundation Gelontorkan Rp 17,6 Triliun untuk Pengembangan AI

Perkuat Sektor Hardware, OpenAI Akuisisi Startup Kamera Glass Imaging Senilai Rp 5,3 Triliun

September 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In