Olympic.or.id – Sebuah guncangan besar menerpa Google! Seorang mantan penyiar radio Amerika Serikat resmi melayangkan gugatan terhadap raksasa teknologi tersebut. Dia menuduh perusahaan itu menggunakan suaranya secara diam-diam tanpa izin. Lebih mencengangkan lagi, suara itu dipakai untuk melatih sistem kecerdasan buatan (AI) mereka!

Penggugat dalam kasus sensasional ini adalah David Greene. Siapa dia? Greene bukanlah orang sembarangan. Dia merupakan mantan host program legendaris Morning Edition milik NPR. Selain itu, dia juga pembawa acara Left, Right & Center di stasiun radio KCRW. Bayangkan, suara yang selama ini menemani jutaan pendengar, tiba-tiba “diculik” oleh mesin!
Dengan berani, Greene membawa masalah ini ke ranah hukum. Dia turut menyeret perusahaan induk Google, Alphabet, dalam gugatannya. Secara resmi, dia mengajukan dokumen tersebut ke Pengadilan Tinggi California di Santa Clara County. Langkah berani ini pun langsung menyedot perhatian publik.
Apa Isi Gugatan David Greene?
Dalam dokumen gugatan yang dia ajukan, Greene melontarkan tuduhan serius. Dia mengklaim bahwa Google telah menggunakan suaranya tanpa persetujuan. Perusahaan itu diduga memanfaatkan suaranya untuk mengembangkan, melatih, dan menyempurnakan produk siaran berbasis AI mereka. Produk yang dimaksud adalah NotebookLM.
Lantas, apa sebenarnya NotebookLM itu? NotebookLM merupakan asisten riset berbasis AI. Alat ini memang dirancang untuk membantu pengguna mengolah dan merangkum berbagai jenis dokumen digital. Fungsinya sangat canggih dan membantu pekerjaan banyak orang.
Kemudian, pada musim gugur tahun 2024 lalu, Google membuat gebrakan baru. Mereka menambahkan fitur bernama Audio Overviews ke dalam NotebookLM. Fitur inilah yang menjadi sumber masalah. Teknologi ini memungkinkan sistem menghasilkan konten audio bergaya podcast secara otomatis. Konten tersebut dihasilkan dari file apa pun yang diunggah pengguna. Keren, tapi juga berbahaya!
Seketika Publik Heboh dan Menghubungi Greene
Setelah fitur Audio Overviews resmi dirilis, keanehan pun mulai terkuak. Greene mengungkapkan pengalaman mencengangkan. Tiba-tiba, sejumlah orang mulai menghubunginya. Mereka kompak mengatakan hal yang sama. Salah satu suara pria dalam podcast buatan AI itu terdengar sangat mirip dengan suara Greene. Bahkan, beberapa orang mengira itu memang dirinya!
Sontak, Greene pun tersentak. Dia merasa suaranya telah dieksploitasi tanpa izin. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mengambil jalur hukum dan meminta keadilan.
Google Membantah Keras, tapi Greene Tak Percaya Begitu Saja
Menanggapi tuduhan panas ini, Google pun angkat bicara. Mereka tidak tinggal diam. Juru bicara Google mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan Greene. Pihak perusahaan bahkan menyebut klaim tersebut tidak berdasar dan mengada-ada.
Lalu, bagaimana Google menjelaskan kemiripan suara itu? Menurut Google, suara pria yang mereka gunakan dalam fitur Audio Overviews NotebookLM berasal dari aktor profesional. Mereka menegaskan telah merekrut aktor tersebut secara khusus untuk proyek itu. Selain itu, aktor tersebut juga dibayar secara profesional. Klaim ini terdengar masuk akal, namun Greene tidak begitu saja menerimanya.
Greene menuntut bukti lebih lanjut. Dia merasa penjelasan Google kurang memuaskan. Apalagi, Google sama sekali tidak mengungkap identitas aktor profesional tersebut. Siapa dia? Dari mana asalnya? Semua masih menjadi misteri.
Karena Google bungkam, Greene mengambil langkah taktis. Dia menyewa perusahaan forensik independen. Perusahaan ini memiliki spesialisasi di bidang pengenalan suara. Tugas mereka jelas: menelusuri asal-usul suara misterius itu.
Perusahaan forensik tersebut mendapat instruksi khusus. Mereka harus membandingkan suara asli Greene dengan suara yang dipakai dalam fitur Audio Overviews NotebookLM. Proses analisis pun dilakukan secara mendalam dan profesional.
Hasil Analisis Forensik Mengejutkan Publik!
Setelah melalui serangkaian tes rumit, hasilnya pun keluar. Analisis tersebut mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Tingkat keyakinan menunjukkan angka antara 53 hingga 60 persen. Angka ini diukur dari skala minus 100 sampai 100 persen. Artinya, cukup besar kemungkinan suara Greene memang digunakan untuk melatih sistem AI NotebookLM.
Temuan ini tentu semakin memperkuat posisi Greene. Meski Google mengklaim menggunakan aktor profesional, bukti forensik berkata lain. Kini, bola panas pun berada di tangan pengadilan.
Belum jelas bagaimana kelanjutan gugatan tersebut akan diproses. Proses hukum tentu membutuhkan waktu. Namun yang jelas, kasus ini menambah panjang daftar kontroversi di dunia teknologi AI. Isu seputar penggunaan suara profesional, tuntutan hukum, dan kesepakatan lisensi kini menjadi sorotan utama.
Bukan Kali Pertama Suara Selebritas “Dicuri” AI
Kasus David Greene ini bukanlah kejadian pertama yang mencuat ke publik. Sebelumnya, pada tahun 2024 lalu, aktris papan atas Scarlett Johansson juga pernah menyatakan keberatannya. Saat itu, chatbot milik OpenAI menggunakan suara AI yang dinilai sangat mirip dengan suaranya. Publik pun ramai-ramai membandingkan dan mendukung Scarlett. Menariknya, OpenAI langsung bertindak cepat. Mereka menarik suara AI kontroversial tersebut dari platform mereka tanpa banyak bicara.
Namun, tidak semua perusahaan teknologi memilih jalur konfrontatif. Ada juga perusahaan yang justru mengambil pendekatan berbeda. Contohnya adalah ElevenLabs. Mereka justru aktif menjalin kerja sama lisensi dengan sejumlah selebritas ternama. Beberapa nama besar seperti Matthew McConaughey dan Michael Caine sudah bekerja sama dengan mereka, sebagaimana dihimpun dari CNet.
Dengan demikian, kasus Greene vs Google ini akan menjadi preseden penting. Dunia akan melihat bagaimana pengadilan memutuskan perkara pelik ini. Apakah suara seseorang bisa dilindungi dari “pencurian” oleh AI? Ataukah perusahaan teknologi bebas menggunakan data suara apa pun yang ada di dunia maya? Kita tunggu saja kelanjutan drama hukum ini!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










