Olympic.or.id – NASA akhirnya memamerkan penampakan perdana Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman yang sudah lengkap dan siap meluncur. Lebih menarik lagi, misi raksasa teleskop ini adalah berburu 100.000 dunia baru di luar Tata Surya kita! Sebelumnya, media melaporkan bahwa NASA baru saja merilis gambar pertama teleskop canggih ini. Yang bikin makin semangat, para insinyur NASA menyelesaikan pembangunannya tepat waktu dan bahkan siap memulai misi ilmiah besarnya lebih cepat dari jadwal.

Teleskop generasi teranyar ini tidak main-main. Bahkan, proyeksi para ilmuwan menunjukkan bahwa dia akan membantu kita mengungkap misteri alam semesta paling gelap, termasuk sifat materi gelap dan energi gelap yang masih menjadi teka-teki raksasa. Hebatnya lagi, NASA mengonfirmasi bahwa peluncuran Roman berpeluang besar terjadi lebih cepat. Artinya, pengumpulan data revolusioner bisa kita nikmati sebelum akhir tahun 2026! Sebagai penerus kejayaan teleskop legendaris, Nancy Grace Roman merupakan teleskop unggulan NASA berikutnya setelah Hubble (1990) dan James Webb (2021). Perlu diingat, observatorium ini dengan bangga menyandang nama Dr. Nancy Grace Roman, seorang astronom perintis dan kepala astronom pertama NASA. Namun, jangan salah sangka, Roman dirancang untuk bekerja sama dengan Hubble dan JWST, bukan untuk menggantikan mereka.
Spesifikasi dan Posisi Strategis di Angkasa
Dari segi fisik, teleskop ini sungguh mengesankan. Foto terbaru yang dirilis pada 4 Desember lalu dengan jelas memperlihatkan Roman berdiri tegak dan gagah di ruang bersih NASA Goddard. Ternyata, tinggi teleskop ini mencapai 12,7 meter dengan bobot 4,2 ton. Yang luar biasa, pembangunannya yang dimulai sejak 2016 ini masih sesuai dengan anggaran awal sebesar 4,3 miliar dolar AS. Setelah meluncur nanti, Roman akan menempati posisi strategis sekitar 1,6 juta km dari Bumi. Lebih detail lagi, lokasinya adalah di titik Lagrange L2, sebuah titik stabil secara gravitasi yang juga menjadi “rumah” bagi JWST dan teleskop milik Eropa. Tentunya, pemilihan lokasi ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pengamatan tertinggi.
Mata Ajaib yang Akan Memburu Planet dan Misteri Alam Semesta
Lalu, sebenarnya apa yang akan dilakukan Roman? Pertama-tama, dia mengandalkan dua instrumen utama. Instrumen pertama adalah Wide Field Instrument (WFI), sebuah kamera 288 megapiksel canggih yang terpasang pada cermin lebar 2,4 meter. Dengan kemampuan ini, WFI mampu menangkap citra inframerah definisi tinggi dari objek-objek yang sangat redup. Salah satu target utamanya adalah menyusun peta pusat Galaksi Bima Sakti paling detail sepanjang sejarah.
Konon, program ambisius ini akan menghabiskan sedikitnya 25% waktu pengamatan Roman. Selain itu, dia juga akan mengamati gugusan galaksi jauh dan ‘ruang hampa kosmik’ untuk memburu petunjuk tentang materi dan energi gelap. Sementara itu, instrumen kedua adalah Koronograf mutakhir. Fungsinya sangat krusial, yaitu secara aktif menghalangi cahaya menyilaukan dari bintang induk. Dengan teknologi cerdas ini, Roman akhirnya bisa memotret planet ekstrasolar yang sebelumnya tersembunyi. Sebagai perbandingan, ilmuwan butuh 30 tahun untuk menemukan 6.000 exoplanet. Nah, Roman diprediksi bisa menemukan lebih dari 15 kali lipat jumlah itu hanya dalam 5 tahun!
Target Peluncuran Dipercepat, Data Pertama Diharapkan Akhir 2026
Lantas, kapan Roman akan meluncur? Selama ini, jadwal resmi peluncurannya adalah Mei 2027. Akan tetapi, awal tahun lalu rumor tentang percepatan peluncuran mulai beredar. Benar saja, pada 5 Januari 2026, tim proyek secara resmi mengonfirmasi peluang tersebut dalam sebuah pertemuan astronomi. Bahkan, tanggal peluncuran paling awal yang disebutkan adalah 28 September 2026! Untuk mewujudkannya, Roman akan diluncurkan dengan roket Falcon Heavy milik SpaceX dari Florida.
Sebelum itu, teleskop ini harus menjalani perjalanan darat sejauh 1.450 km dari Goddard menuju lokasi peluncuran. Oleh karena itu, pengiriman yang dijadwalkan pada Juni nanti akan menjadi penentu utama ketepatan jadwal peluncuran September. Setelah berada di orbit, Roman membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk menyiapkan semua sistemnya. Jika semua berjalan mulus dan peluncuran terjadi pada 28 September, maka kita bisa mengharapkan data pertama yang menggemparkan dari teleskop ini sekitar tanggal 27 Desember 2026. Mari kita nantikan bersama-sama era baru penemuan kosmos ini!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id









