Friday, October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Berita

PP Tunas Diabaikan, Pemerintah Panggil Facebook, Instagram, dan YouTube

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
April 2, 2026
in Berita
0
Peluncuran Aplikasi The White House oleh Trump Diiringi Kritik Soal Keamanan Data
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Wah, ada kabar panas nih dari dunia digital Tanah Air! Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, baru saja mengumumkan bahwa pemerintah resmi memanggil dua platform teknologi super besar, yaitu Meta dan Google. Jadi, pemanggilan ini bukan tanpa alasan, guys. Sebab, kedua raksasa ini kedapatan belum juga mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Aturan yang punya nama keren PP Tunas ini sebenarnya sudah resmi berlaku sejak 28 Maret lalu, lho!

Lebih lanjut, Menkomdigi dengan tegas menyebutkan bahwa ada dua entitas bisnis yang terindikasi tidak mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia. Pertama, Meta yang menaungi aplikasi kepunyaannya seperti Facebook, Instagram, dan Threads. Kedua, Google yang menaungi YouTube raksasa. “Keduanya telah melanggar hukum yang berlaku di Indonesia, yaitu Permen No 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP Tunas,” ujar Meutya dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (31/3/2026). Duh, siap-siap kena getah, ya?

Related posts

Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li

Table of Contents

Toggle
  • Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li
  • Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta
  • Sedikit yang Taat: Hanya X dan Bigo Live yang Jadi Contoh
  • Fokus Pemerintah: Kolaborasi dengan Platform yang Hormati Hukum Indonesia
  • Melawan Adiksi Digital: Demi 70 Juta Anak Indonesia
  • Ajak Semua Elemen Masyarakat Mengawal Regulasi

Mega Akuisisi Rp 147 Triliun: AMD Ambil Alih Startup World Labs Garapan Fei-Fei Li

October 1, 2026
Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta

Lacak Celah Keamanan OpenAI Pakai Claude, Tim Peneliti Diberi Imbalan Rp 115 Juta

September 29, 2026

Nah, menurut Meutya, pemanggilan terhadap Meta dan Google ini merupakan bentuk nyata dari penerapan sanksi administratif. Pemerintah sama sekali tidak main-main, guys! “Pemerintah tidak terlalu kaget bahwa ada upaya mangkir dari satu atau dua perusahaan yang mencoba menghindari kewajiban. Pasalnya, sejak awal pembahasan PP Tunas, kedua platform tersebut sudah menunjukkan penolakan,” tegas Meutya dengan nada tegas. Jadi, sebenarnya pemerintah sudah punya firasat kalau bakal ada yang bandel. Namun, mereka tetap bergerak cepat untuk menindak.

Selain memanggil Meta dan Google, Komdigi juga mengeluarkan surat peringatan keras kepada TikTok dan Roblox. Mengapa demikian? Ternyata, kedua platform ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi aturan, meskipun mereka tergolong kooperatif. “TikTok dan Roblox sampai saat ini masih berstatus kooperatif sebagian. Artinya, mereka sudah menyatakan komitmen, namun belum mengimplementasikannya secara penuh,” jelas Meutya. Pemerintah pun memberi mereka tenggat waktu. “Jika selanjutnya kedua platform ini belum menunjukkan kepatuhan secara penuh, maka pemerintah juga akan menyesuaikan untuk melakukan surat panggilan kepada dua platform tersebut,” ancam Meutya. Awas, ya!

Sedikit yang Taat: Hanya X dan Bigo Live yang Jadi Contoh

Di tengah carut-marut ketidakpatuhan ini, ternyata masih ada secercah harapan, lho! Hingga saat ini, baru ada dua platform yang sudah benar-benar mengimplementasikan PP Tunas dengan baik. Siapa saja mereka? X (dulu Twitter) dan Bigo Live! Dalam konferensi pers pada 27 Maret lalu, Meutya membeberkan bahwa X/Twitter telah menyelaraskan panduan komunitasnya. Mereka bahkan mengubah batas usia minimum pengguna menjadi 16 tahun sejak 17 Maret lalu. Keren, kan?

Sementara itu, Bigo Live mengambil langkah yang jauh lebih komprehensif dan patut diacungi jempol. Platform ini tidak tanggung-tanggung menaikkan batas usia penggunanya menjadi 18+ pada bagian perjanjian pengguna dan kebijakan privasi. Bahkan, Bigo Live telah menyurati toko aplikasi App Store milik Apple untuk menaikkan klasifikasi rating aplikasinya dari usia 13 menjadi 18+! Untuk memastikan tidak ada anak di bawah umur yang lolos, mereka menerapkan sistem moderasi berlapis yang memadukan kecerdasan buatan (AI) dan verifikasi oleh manusia. Sungguh langkah yang patut ditiru!

Fokus Pemerintah: Kolaborasi dengan Platform yang Hormati Hukum Indonesia

Menanggapi situasi ini, Meutya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus. “Kami akan fokus untuk bekerja sama dengan platform yang memiliki itikad untuk menghormati Indonesia. Bukan hanya sebagai pasar digital, tapi juga berkomitmen kepada perundangan dan produk hukum di Indonesia dalam rangka melakukan perlindungan anak. Jalan yang memang telah dipilih oleh negara yaitu menunda hingga anak siap,” jelas Meutya dengan penuh keyakinan. Jadi, bagi platform yang bandel, siap-siap saja!

Melawan Adiksi Digital: Demi 70 Juta Anak Indonesia

Lalu, mengapa aturan ini begitu penting dan mendesak? Menkomdigi membeberkan data yang cukup mengkhawatirkan. Ternyata, ada sekitar 70 juta anak Indonesia di bawah usia 16 tahun yang sudah aktif berinternet! Bayangkan, 70 juta jiwa muda terpapar bebas di dunia maya. Oleh karena itu, PP Tunas ini dibuat sebagai upaya konkret untuk melindungi hak anak sekaligus upaya melawan adiksi online yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, warganet Indonesia dikenal sangat aktif di ruang digital dengan rata-rata durasi menatap layar mencapai 7 hingga 8 jam per hari. Wah, hampir sepertiga hari kita habis hanya untuk scrolling!

Pemerintah sendiri sangat menyadari bahwa transisi PP Tunas ini bukanlah pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu atau dua hari. Kebijakan ini menuntut perubahan kebiasaan dan perilaku yang massif di semua lini. Upaya paksa untuk memutus rantai adiksi platform online dan gadget ini diakui tidak akan mudah. Bahkan, langkah ini berpotensi memicu rasa tidak nyaman, baik bagi anak-anak maupun para orang tua. Namun, pemerintah tidak akan mundur!

Ajak Semua Elemen Masyarakat Mengawal Regulasi

Oleh karena itu, Komdigi kini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu mengawal ketat jalannya regulasi ini. Mereka meminta masyarakat untuk berani menegur platform yang menolak aturan ini. “Kita tetap fokus dan tetap berjuang. Mari tunggu anak siap,” tutup Meutya dengan pesan yang mengharukan. Jadi, mari kita dukung bersama upaya mulia ini demi masa depan digital anak-anak Indonesia yang lebih aman dan sehat!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Komdigi
Previous Post

Peluncuran Aplikasi The White House oleh Trump Diiringi Kritik Soal Keamanan Data

Next Post

Google Perluas Dukungan Live Translate ke AirPods dan Perangkat Audio Apple Lainnya

Next Post
Peluncuran Aplikasi The White House oleh Trump Diiringi Kritik Soal Keamanan Data

Google Perluas Dukungan Live Translate ke AirPods dan Perangkat Audio Apple Lainnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Rayakan Dua Dekade ASUS ROG, Zephyrus Duo 2026 Akhirnya Resmi Masuk Indonesia

Catat Tanggalnya! Office 2021 Kehilangan Dukungan Microsoft pada Oktober 2026

3 months ago
Paten HEVC Jadi Masalah, Asus dan Acer Dilarang Jualan di Jerman

Realme Perkenalkan Teknologi LumaColor Image untuk Pertama Kalinya di Seri 16

7 months ago
Tahun 2026, Dukungan Update Resmi Berakhir untuk Seri Xiaomi, Redmi, dan Poco Ini

Tahun 2026, Dukungan Update Resmi Berakhir untuk Seri Xiaomi, Redmi, dan Poco Ini

9 months ago
Mozilla Resmi Luncurkan Ad Blocker Terintegrasi untuk Pengguna iPhone

ASUS Ascent QN10: Mini PC AI 80 TOPS dengan Snapdragon X2 Elite yang Siap Saingi Desktop

1 month ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem
  • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
  • Bawa Racikan Kamera ARRI, Honor Magic 9 Pro Max Resmi Debut dengan Baterai Jumbo

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

October 2, 2026
Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In