Olympic.or.id – Sebuah perpustakaan kode super populer bernama Axios, yang dipakai hampir semua aplikasi global, baru saja menjadi korban serangan siber dasyat! Ya, pada Senin (30/3/2026) waktu AS, para peretas sukses mengobrak-abrik ekosistem teknologi dunia. Serangan ini bukan main mengerikan karena tidak secara frontal menghantam perusahaan besar. Sebaliknya, para penjahat siber ini memanfaatkan celah di software pihak ketiga yang dipakai secara masif. Akibatnya, raksasa teknologi kayak Apple dan Microsoft pun ikut terancam!

Awas! Pintu Belakang Diam-Diam Dibuka
Mau tahu kenapa kasus ini bikin nyawa para developer merinding? Axios sejatinya adalah library JavaScript yang bertugas mengirim dan menerima data lewat internet, khususnya melalui protokol HTTP atau HTTPS. Dengan library ini, para pengembang bisa dengan mudah berkomunikasi dengan server, misalnya mengambil data dari API, mengirim formulir, atau memperbarui informasi. Mereka pun tidak perlu repot-repot menulis kode rumit dari nol. Karena sifatnya yang sederhana dan praktis, Axios pun meroket menjadi salah satu alat paling populer. Setiap minggunya, library ini diunduh hingga ratusan juta kali oleh developer dari berbagai belahan dunia. Dengan posisinya yang berada “di tengah-tengah” komunikasi aplikasi, Axios dapat diibaratkan sebagai tulang punggung infrastruktur digital modern.
Celakanya, Hacker Sudah Menyusup Lebih Dulu
Dalam kasus mematikan ini, para peretas berhasil mengambil alih akun pengelola Axios di npm, yaitu platform distribusi package JavaScript. Setelah menguasai akun tersebut, mereka dengan licik menyisipkan software berbahaya alias malware ke dalam versi library yang kemudian didistribusikan kepada para developer. Malware yang dimasukkan tidak main-main, yaitu remote access trojan (RAT). Dengan RAT ini, penyerang dapat dengan mudah mengambil alih komputer korban, mencuri data-data rahasia, hingga menjalankan perintah apa pun dari jarak jauh.
Makin Ngeri: Malware-nya Super Sulit Dideteksi!
Yang bikin serangan ini semakin sulit dilacak adalah fakta bahwa tidak ada kode jahat yang langsung tertanam di Axios. Library tersebut hanya berfungsi sebagai “pintu masuk” diam-diam yang kemudian mengunduh malware tersembunyi. Lebih gila lagi, setelah malware itu berhasil dijalankan, ia dengan cerdik bisa menghapus dirinya sendiri. Ia kemudian menyamar sebagai bagian dari sistem asli agar tidak terdeteksi oleh perangkat lunak antivirus atau alat keamanan lainnya. Sebuah taktik yang benar-benar licik dan profesional!
Para pakar keamanan menyebut serangan ini sebagai “supply chain attack” atau serangan rantai pasok. Maksudnya, para hacker tidak secara langsung menyerang target utama seperti perusahaan raksasa. Sebaliknya, mereka lebih dulu menyerang pihak ketiga yang menjadi bagian penting dari rantai sistem target. Dalam kasus ini, Axios dijadikan sasaran empuk karena digunakan oleh ribuan aplikasi di berbagai platform, termasuk macOS, Windows, dan Linux. Dengan hanya menyerang satu titik ini, dampak buruknya bisa meledak dan meluas ke banyak sistem sekaligus.
Serangan berbahaya ini sekaligus menyoroti kelemahan besar yang selama ini menganga di industri teknologi: ketergantungan yang begitu tinggi pada software open-source. Ironisnya, software open-source semacam Axios sering kali hanya dikelola oleh tim yang relatif kecil. Padahal, software seperti Axios dipakai di berbagai layanan krusial dan penting. Jika software semacam ini berhasil disusupi, dampaknya bisa langsung menjalar ke perusahaan-perusahaan besar macam Apple, Amazon, hingga Google. Suatu risiko sistemik yang selama ini diabaikan banyak pihak.
Pemburu Siber Sudah Mencium Pelakunya!
Sejumlah peneliti keamanan siber, termasuk tim hebat dari Google Threat Intelligence Group, telah mengaitkan serangan ini dengan kelompok hacker asal Korea Utara yang dikenal dengan nama UNC1069. Kelompok ini sebelumnya juga sudah kerap terlibat dalam berbagai serangan siber kelas kakap, termasuk aksi pencurian cryptocurrency bernilai miliaran rupiah. Dengan kata lain, ini bukanlah amatiran, melainkan penjahat siber profesional yang sudah sangat berpengalaman.
Para ahli pun mengingatkan bahwa meskipun serangan ini berhasil terdeteksi relatif cepat, dampak buruknya belum sepenuhnya bisa diukur dengan pasti. Ada kemungkinan besar bahwa sebagian developer sudah terlanjur mengunduh versi Axios yang terinfeksi sebelum masalah berhasil diidentifikasi. Jadi, jangan cepat bernapas lega dulu!
Langkah Darurat yang Wajib Dilakukan Sekarang Juga!
Oleh karena itu, seluruh perusahaan dan developer diminta untuk segera memeriksa sistem mereka. Jangan tunda-tunda! Mereka harus memperbarui semua dependensi ke versi yang aman. Selain itu, mereka juga wajib melakukan audit keamanan menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur digital yang dimiliki. Informasi selengkapnya telah dihimpun dari Computer World dan The Record. Jangan biarkan diri Anda menjadi korban selanjutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










