Olympic.or.id – Wah, pecinta sepak bola seluruh dunia, bersiaplah! Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) lagi sibuk menyiapkan segudang pembaruan teknologi canggih buat Piala Dunia 2026. Turnamen akbar yang bakal digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu ternyata bukan cuma soal stadion megah atau pemain bintang, lho!
Nah, yang paling bikin heboh dan mencuri perhatian publik adalah keputusan FIFA untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam membantu proses deteksi offside. Bukan cuma itu! Mereka juga bakal bikin avatar 3D seluruh pemain. Keren banget, kan?
Dari VAR Biasa Jadi Super Canggih: AI Siap Jadi Wasit Keempat
Teknologi anyar ini sebenarnya merupakan pengembangan dari sistem semi-otomatis yang sebelumnya sudah dipakai untuk Video Assistant Referee (VAR). FIFA dengan pede-nya mengklaim bahwa kemampuan teknologi terbaru ini jauh lebih cerdas dan canggih dibanding pendahulunya. Para penggemar sepak bola pasti sering frustrasi, kan, menunggu keputusan offside yang lama?
Cara Kerja AI Offside: Wasit Dapat Peringatan Real-Time di Telinga!
Sekarang, simak baik-baik cara kerja sistem revolusioner ini, karena FIFA benar-benar mengubah aturan main!
Pertama, asisten wasit atau hakim garis akan menerima peringatan audio secara langsung (real-time) melalui earpiece di telinga mereka. Bayangkan! Begitu seorang pemain terdeteksi berada dalam posisi offside yang jelas, peringatan itu langsung berdengung. Sistem baru ini akan mengirim peringatan saat pemain terjebak offside dengan jarak lebih dari 10 sentimeter.
Oh iya, ambang batas ini ternyata jauh lebih rendah dibandingkan saat uji coba di Piala Dunia Antarklub dan Piala Interkontinental yang waktu itu masih pakai batas 50 sentimeter. FIFA terus belajar dan mempertajam sistemnya!
Kedua, dengan sistem pintar ini, hakim garis jadi tidak perlu lagi menunggu sebuah serangan selesai baru mengangkat bendera offside. Mereka bisa langsung bertindak lebih cepat. Namun, FIFA tetap memberikan kewenangan penuh di tangan asisten wasit di lapangan. Keputusan akhir tetap ada pada mereka, dan mereka juga punya hak untuk tidak mengangkat bendera jika mencurigai adanya kesalahan dari sistem AI tersebut.
Ada Batasnya! AI Masih Belum Bisa Tangani Offside Super Tipis
Meski FIFA mengklaim teknologinya lebih canggih, jujur saja sistem ini masih belum mampu menangani semua situasi offside. Untuk kasus offside yang sangat tipis (mereka menyebutnya marginal) atau situasi rumit yang melibatkan banyak pemain sekaligus, keputusan akhir tetap akan ditentukan oleh VAR. Jadi, AI dan VAR bakal kerja sama kayak duet maut!
FIFA sangat berharap kehadiran teknologi baru ini bisa mengurangi rasa frustrasi yang selama ini sering dirasakan pemain dan suporter. Ingat, kan, betapa kesalnya menunggu keputusan offside yang memakan waktu berabad-abad? Teknologi ini juga diharapkan mampu menekan risiko cedera akibat permainan yang sebenarnya sudah seharusnya dihentikan lebih awal karena offside. Keselamatan pemain tetap nomor satu!
Bikin Avatar AI untuk 1.248 Pemain! Gila Abis!
Selain sistem offside gila-gilaan, FIFA juga berencana membuat avatar 3D berbasis AI untuk seluruh pemain yang tampil di Piala Dunia 2026. Hitung sendiri, total ada 1.248 pemain dari 48 negara peserta! Masing-masing tim membawa skuad berisi 26 pemain.
Proses pembuatan avatar ini terbilang kilat. Setiap pemain hanya perlu menjalani pemindaian tubuh selama sekitar 1 detik saja! Pemindaian cepat itu dilakukan saat sesi pemotretan resmi tim. Hasilnya kemudian akan langsung diolah untuk membuat avatar digital yang menyerupai bentuk tubuh pemain seakurat mungkin.
Avatar digital canggih ini juga akan dipakai untuk menghasilkan animasi offside yang lebih realistis, detail, dan super mudah dipahami oleh penonton di rumah. Tidak ada lagi bingung lihat garis-garis merah!
Teknologi Pendeteksi Bola Keluar Lapangan Juga Disiapkan!
FIFA tidak berhenti di situ. Mereka turut menyiapkan teknologi baru yang diklaim bisa membantu menentukan dengan presisi apakah bola sudah melewati garis samping (touchline) atau garis gawang (byline) sebelum tercipta sebuah gol. Keputusan ini diambil setelah beberapa tahun terakhir terjadi kontroversi, termasuk yang paling baru terjadi di laga Premier League antara Aston Villa melawan Brentford. Kesalahan sekecil apa pun akan langsung terbaca!
Selain itu, FIFA juga memperluas penggunaan teknologi “Real-time 3D Recreation”. Teknologi ini berguna untuk mempercepat dan memperjelas penilaian terkait “line of sight” atau garis pandang dalam kasus offside yang rumit.
Dua Tayangan Virtual Eksklusif dari Sudut Pandang Kiper
Sebagaimana dihimpun dari Times of India, FIFA juga akan menyediakan dua tayangan virtual yang bisa diakses oleh VAR sekaligus ditonton oleh pemirsa di televisi. Tayangan istimewa ini berisi replikasi sudut pandang kedua penjaga gawang. Dengan begitu, proses pengambilan keputusan akan terbantu secara signifikan. Penjelasan insiden di lapangan pun jadi lebih mudah dipahami oleh semua orang. Tidak ada lagi alasan untuk protes!
Dengan semua gebrakan teknologi ini, Piala Dunia 2026 dipastikan bakal menjadi turnamen paling canggih sepanjang sejarah. Siap-siap terpukau!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









